MALANG, Tugumalang.id – Kabar duka datang dari dunia literasi dan dakwah Indonesia. Penulis buku religi sekaligus tokoh intelektual Muslim, Agus Mustofa, meninggal dunia pada Senin, 30 Maret 2026, dalam usia 62 tahun.
Informasi wafatnya Agus Mustofa disampaikan oleh Eko Minarno melalui unggahan di media sosial alumni SMAN 1 Malang. Kabar tersebut kemudian menyebar luas dan mengundang duka dari berbagai kalangan, khususnya para pembaca dan jamaah kajian Tasawuf Modern yang selama ini mengikuti pemikirannya.
“Telah wafat Bapak Ir. H. Agus Mustofa, Alumni SMAN 1 Malang pada Senin 30 Maret 2026,” tulis Eko Minarno dalam unggahan tersebut.
Unggahan tersebut juga mengajak masyarakat untuk mendoakan almarhum agar segala dosa dan kesalahannya diampuni, serta amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT. Doa juga dipanjatkan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.
Informasi lain menyebutkan, Agus Mustofa sempat menjalani perawatan sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhirnya pada Senin, 30 Maret 2026.

Sementara itu dari grup Cowas JP yang merupakan grup para mantan wartawan Jawa Pos Group, menyebutkan bahwa almarhum wafat karena sakit Multiple Myeloma, sejenis kanker darah yang menyerang sel plasma di sumsum tulang.
Sebelumnya almarhum sempat dirawat di RSUA selama 14 hari, lalu ke RS Darmo, lalu ke GRIU Gr Amerta.
Baca juga: In Memoriam: Keteladanan Almarhum Hj Hanik Andriani, Guru Alquran Wali Kota Malang
Pemikir Islam dengan Pendekatan Sains
Agus Mustofa dikenal luas sebagai penulis buku-buku religi dengan pendekatan sains dan rasional. Pemikirannya banyak dituangkan dalam Serial Diskusi Tasawuf Modern yang cukup populer di kalangan masyarakat.
Selain dikenal sebagai penulis produktif, Agus Mustofa juga memiliki ketertarikan mendalam di bidang astronomi, khususnya kajian hisab dan rukyat. Pemikirannya kerap menjadi rujukan dan memberikan perspektif berbeda dalam perbedaan penentuan awal Ramadan, Syawal, maupun Idul Adha.
Karya-karyanya banyak diminati karena menggabungkan kajian Islam dengan pendekatan ilmiah dan logis, sehingga mudah dipahami oleh berbagai kalangan, terutama generasi muda dan masyarakat urban.
Lulusan Teknik Nuklir UGM
Agus Mustofa diketahui merupakan lulusan Teknik Nuklir Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Latar belakang keilmuan tersebut turut mempengaruhi gaya berpikirnya yang rasional dan berbasis sains dalam memahami ajaran Islam.
Ia juga dikenal sebagai penulis yang sangat produktif. Sepanjang kariernya, Agus Mustofa telah menghasilkan puluhan judul buku yang dikenal luas melalui serial Diskusi Tasawuf Modern. Sebagian karyanya bahkan diterjemahkan ke berbagai bahasa dan dibaca oleh masyarakat lintas negara.
Selain aktif menulis, Agus Mustofa juga kerap diundang sebagai pembicara dalam berbagai forum kajian, seminar, dan diskusi keislaman di berbagai daerah.
Baca juga: In Memoriam: Kenangan Indah Bersama Mas Imam Aziz
Jaringan Komunitas Intelektual Agus Mustofa
Sejak kecil Agus Mustofa telah diperkenalkan dengan filosofi ilmu Tasawuf oleh ayahnya, Syekh Djafrie Karim, seorang tarekat aktif yang pernah menduduki Dewan Pembina Partai Tarekat Islam Indonesia pada zaman presiden Indonesia pertama Ir. Soekarno. Menempuh pendidikan formal negeri dari SD hingga SMA di kota Malang.
Hingga pada tahun 1982 beliau meninggalkan kota Malang dan kuliah di Yogyakarta dan menempuh jurusan Teknik Nuklir Universitas Gadjah Mada. Selama di Kota Pendidikan itu dirinya kerap melakukan diskusi bersama sejumlah ilmuwan muslim berpemikiran kontemporer. Beberapa di antaranya adalah Prof. Ahmad Baiquni dan Ir. Sahirul Alim M.Sc, yang juga menjadi pengajar di sejumlah mata kuliahnya. Dari sinilah benih aliran ‘Tasawuf Modern’ ala Agus Mustofa tumbuh dan berkembang.
Sebagai seorang jurnalis, Agus Mustofa tercatat pernah berkiprah bersama Jawa Pos (1990-2003) dan General Manager JTV (2001-2003).
Duka dari Berbagai Kalangan
Kepergian Agus Mustofa meninggalkan duka mendalam bagi para pembaca, jamaah kajian, dan masyarakat yang selama ini mengikuti pemikirannya.
Banyak pihak berharap seluruh amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT serta mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.
Agus Mustofa meninggalkan warisan pemikiran dan karya yang terus dikenang, terutama dalam kajian Islam berbasis sains dan pendekatan rasional yang selama ini menjadi ciri khasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
redaktur: jatmiko


















