Sabtu, Agustus 15, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tips

Jerome Polin Ungkap Makna Ekonomi di Balik Tren Girl Math vs Boy Math

Redaksi by Redaksi
Mei 3, 2026 9:04 am
in Tips
fenomena Girl Math vs Boy Math

Potret Jerome Polin, seorang pakar matematika saat menjelaskan lebih dalam terkait fenomena Girl Math dan Boy Math di Kanal YouTube Malaka (Foto: YouTube @MalakaProjectid)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id — Platform media sosial sempat dipenuhi konten tentang Girl Math dan Boy Math. Tren ini menggambarkan cara unik perempuan dan laki-laki dalam memandang uang, yang kerap dianggap tidak masuk akal satu sama lain. Fenomena tersebut kemudian menarik perhatian YouTuber sekaligus penggiat matematika, Jerome Polin.

Dalam sebuah video di kanal YouTube Malaka, Jerome membahas fenomena ini dari sudut pandang yang lebih mendalam. Meski awalnya ia mengaku terhibur melihat bagaimana orang-orang melakukan pembenaran atau ‘ngeles’ atas pengeluaran mereka, Jerome menemukan adanya kaitan erat antara tren ini dengan perilaku ekonomi manusia secara riil.

READ ALSO

5 Toko Jam dan Aksesori di Pasar Besar Malang yang Bisa Dikunjungi

Kitab Fathul Izar Uraikan Adab Hubungan Suami Istri, dari Waktu, Etika hingga Doa

Girl Math vs Boy Math

Jerome mengawali pembahasannya dengan mengurai esensi dari Girl Math. Salah satu contoh yang populer adalah anggapan bahwa belanja menggunakan uang tunai terasa seperti gratis karena tidak mengurangi saldo di aplikasi mobile banking.

“Buatku dan mungkin para cowok di luar sana, ini tuh kayak enggak masuk akal, enggak make sense. Karena secara matematis kita tetap ngeluarin uang, kan?” ujar Jerome.

Ia kemudian memberikan ilustrasi sederhana. Jika seseorang memiliki saldo Rp5 juta dan menarik Rp500 ribu untuk belanja tunai, secara objektif saldo tersebut tetap berkurang menjadi Rp4,5 juta. Namun, bagi penganut Girl Math, selama angka di layar ponsel tidak berubah, pengeluaran itu seolah tidak pernah terjadi.

Baca juga: Ingin Pensiun Dini? Ini Strategi Bebas Keuangan ala Raditya Dika

Sebaliknya, Boy Math menyoroti standar ganda dalam pengeluaran pria. Jerome mencontohkan bagaimana seorang pria mungkin merasa berat mengeluarkan Rp50 ribu untuk makan sendiri, tetapi menganggap Rp1 juta sebagai harga yang murah jika digunakan untuk menyenangkan pasangan. Hal ini menunjukkan bahwa persepsi mahal atau murah sering kali bergantung pada siapa yang menikmati pengeluaran tersebut.

Mengenal Konsep Mental Accounting

Pembahasan kemudian berkembang ke ranah yang lebih serius ketika Jerome memperkenalkan konsep Mental Accounting. Konsep ini dicetuskan oleh ekonom asal Amerika Serikat, Richard Thaler.

Jerome menjelaskan bahwa manusia cenderung tidak memperlakukan semua uang secara sama. Setiap orang secara tidak sadar membuat “buku besar” di dalam pikiran berdasarkan sumber atau tujuan uang tersebut.

“Secara psikologis, kita kasih label emosi ke setiap sumber uang. Inilah yang menjelaskan kenapa cashback terasa seperti penghasilan tambahan, padahal itu sebenarnya uang kita sendiri yang kembali,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menyinggung konsep amortisasi atau depresiasi. Konsep ini umum digunakan dalam akuntansi dan perpajakan, tetapi sering diterapkan secara tidak sadar dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, membeli barang seharga Rp300 ribu lalu membaginya dengan lama pemakaian. Jika digunakan selama tiga bulan, biayanya terasa hanya Rp3.000 per hari sehingga tampak lebih ringan.

Baca juga: Pengeluaran Kecil yang Bisa Bikin Tabungan Kering di Akhir Bulan

Waspada Bias Finansial

Meski tren Girl Math dan Boy Math terasa menghibur, Jerome memberikan catatan penting. Ia menegaskan bahwa pembenaran semacam ini merupakan bentuk bias yang berpotensi membuat seseorang tidak rasional dalam mengambil keputusan keuangan.

“Kita bisa jadi ngerasa hemat padahal boros. Kita bisa spend uang berlebihan ke barang yang sebenarnya enggak kita butuhin,” tegasnya.

Sebagai solusi, Jerome menyarankan pentingnya disiplin dalam menyusun anggaran. Baik uang tunai, saldo e-wallet, maupun investasi tetap merupakan sumber daya yang harus dikelola secara bertanggung jawab.

Ia pun menyimpulkan bahwa matematika bersifat netral, objektif, dan universal. Sementara penggunaan istilah math dalam tren ini hanyalah label untuk menggambarkan sisi psikologis manusia dalam memandang nilai suatu barang.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: ‘Isyatur Rodhiyah/Magang
redaktur: jatmiko

Tags: Boy MathekonomiGirl MathGirl Math vs Boy MathJerome PolinRichard ThalerTeori EkonomiYoutube Malaka

Related Posts

5 Toko Jam dan Aksesori di Pasar Besar Malang yang Bisa Dikunjungi
Tips

5 Toko Jam dan Aksesori di Pasar Besar Malang yang Bisa Dikunjungi

Jumat, 14 Agu 2026
Kitab Fathul Izar Uraikan Adab Hubungan Suami Istri, dari Waktu, Etika hingga Doa
Tips

Kitab Fathul Izar Uraikan Adab Hubungan Suami Istri, dari Waktu, Etika hingga Doa

Minggu, 9 Agu 2026
7 Kebiasaan Sepele yang Bisa Bikin Tagihan Listrik Membengkak
Tips

7 Kebiasaan Sepele yang Bisa Bikin Tagihan Listrik Membengkak

Sabtu, 8 Agu 2026
Cara Memilih Telur Ayam Segar agar Aman Dikonsumsi, Kenali Tanda-Tandanya
Tips

Cara Memilih Telur Ayam Segar agar Aman Dikonsumsi, Kenali Tanda-Tandanya

Jumat, 7 Agu 2026
Belanja Fashion Wanita di Malang - 6 Tempat Belanja Fashion Wanita di Malang, dari Clarissa Fashion hingga MOG
Tips

6 Tempat Belanja Fashion Wanita di Malang, dari Clarissa Fashion hingga MOG

Jumat, 7 Agu 2026
5 Toko Sayur di Merjosari Malang untuk Belanja Harian Anak Kos
Tips

5 Toko Sayur di Merjosari Malang untuk Belanja Harian Anak Kos

Rabu, 5 Agu 2026
Next Post
Earphone Kabel

Rekomendasi Earphone Kabel Terbaik 2026 dengan Suara Stabil dan Harga Terjangkau

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 07222026 2
Advtm 07222026 1
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.