Tugumalang.id – Sebuah jembatan menuju sekolah TK Kasih Ibu di Kota Batu, Jawa Timur terancam ambrol usai diterjang arus saluran drainase tinggi. Kini, jembatan itu dinyatakan rawan ambruk usai struktur penyangga alaminya hilang digerus arus.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa (18/11/2025) pukul 19.30 WIB. Laporan kepada BPBD Kota Batu baru diterima pada Rabu (26/11/2025) hsri ini. Lokasi jembatan tersebut terjadi tepatnya di Jalan Ir. Soekarno RT 18 RW 08 Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.
Baca Juga: Trotoar Jembatan Embong Brantas Kota Malang Ambrol, 22 Rumah Terdampak, 2 Rusak
Plt Kalaksa BPBD Kota Batu Suwoko menjelaskan longsornya plengsengan penahan jembatan tersebut dipicu oleh kombinasi antara intensitas hujan tinggi dan peningkatan debit aliran drainase di sekitar struktur jembatan.
Curah hujan yang deras memicu surface runoff yang signifikan sehingga volume dan kecepatan aliran pada saluran drainase meningkat di luar kapasitas normal.
Tekanan hidraulik (hydraulic pressure) yang tinggi tersebut menyebabkan erosi pada kaki plengsengan (toe erosion) serta melemahkan daya ikat material pasangan batu.
”Selain itu, aliran air yang menerus mengakibatkan terjadinya undercutting pada bagian bawah plengsengan, sehingga struktur kehilangan penyangga alami,” ungkap Suwoko.
Baca Juga: Jalan Ir Soekarno Kota Batu Ditutup Malam Hari Selama 5 Hari karena Proyek Jembatan
Suwoko menjelaskan konstruksi plengsengan yang memiliki dimensi panjang ±7 meter, tinggi 2 meter, dan ketebalan sekitar 30 cm tidak mampu menahan tekanan lateral air dan beban tanah yang meningkat secara mendadak.
Akibatnya, sebagian plengsengan mengalami keruntuhan lokal (localized failure), yang berdampak pada berkurangnya stabilitas badan jembatan. ”Kondisi ini menyebabkan salah satu sisi jembatan yang menjadi akses utama menuju TK Kasih Ibu berada dalam keadaan rawan ambruk,” jelasnya.
Suwoko menjelaskan jika saat ini pihaknya tengah melakukan kaji cepat bersama perangkat desa dan sekolah. Saat ini, lokasi sudah ditutup sementara dan dipasang safety line sembari menunggu pembangunan kembali plengsengan oleh dinas terkait.
Pihaknya mengimbau masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan bencana di tengah ancaman bencana hidrometeorologi. Sebelumnya, pada Senin (24/11/2025), septic tank milik warga Kelurahan Temas juga ambles.
Tanah ambles pada septic tank dipicu oleh aliran limbah cair dari saluran pembuangan rumah yang terhubung langsung menuju area sekitar septic tank. Aliran ini menyebabkan infiltrasi berlebih ke dalam lapisan tanah penyangga.
Kondisi tersebut mengakibatkan over-saturasi (kejenuhan berlebih) pada material tanah di sekitar septic tank, terutama pada lapisan tanah lempung berpasir yang memiliki permeabilitas sedang.
Jenuhnya tanah menurunkan shear strength (kekuatan geser) sehingga terjadi proses soil subsidence (penurunan tanah) yang berkembang menjadi ground collapse (amblesan lokal).
”Kami imbau masyarakat mulai meningkatkan kesiapsiagaan bencana,” imbaunya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A





























