MALANG, Tugumalang.id – Sebanyak 32 ribu ekor sapi dan kambing di Kabupaten Malang dapat vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sejak awal tahun 2026 hingga menjelang Iduladha 2026. Vaksin ini diberikan dalam dua tahap, yakni pada Februari 2026 dan April 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Malang, Lusia Endah Sukesi mengatakan, pihaknya menyalurkan 16 ribu dosis vaksin di setiap tahap.
“Tahap pertama sudah selesai. Tahap kedua masih berproses,” ujar perempuan yang akrab disapa Kesi tersebut.
Baca Juga: Cegah Penyebaran PMK, Peternak Diimbau Vaksin Mandiri dan Jaga Kebersihan Kandang
16 ribu dosis vaksin di tahap pertama telah tuntas disalurkan. Sementara di tahap kedua, baru 10 ribu vaksin yang selesai disalurkan. Sisanya akan segera disalurkan mengingat pergerakan hewan ternak pasti meningkat menjelang perayaan Idul Adha.
“Tahap kedua kami percepat karena sebentar lagi sudah ada Iduladha,” kata Kesi.
Ia menambahkan, vaksin tersebut diperoleh dari Kementerian Pertanian melalui Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur. Vaksin ini diberikan secara berkelanjutan karena seluruh kota/kabupaten di Jawa Timur berstatus tertular PMK.
Baca Juga: Sebaran Virus PMK di Kota Batu Meluas, 36 Ternak Terjangkit, 4 Ekor Mati
Vaksin disalurkan ke seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Malang, terutama lokasi yang menjadi kantong-kantong peternak, seperti Donomulyo, Wajak, Karangploso, Kalipare, Pujon, dan Kasembon.
Sejak awal tahun 2026, DPKH Kabupaten Malang mencatat 50 hewan ternak sempat terinfeksi PMK. Hewan-hewan tersebut segera mendapat penanganan, sehingga saat ini kondisinya sudah kembali sehat.
Sebagai informasi, PMK adalah penyakit virus yang sangat menular pada hewan berkuku belah seperti sapi, kambing, domba, dan babi. Penyakit yang disebabkan oleh Aphthovirus ini marak muncul pada tahun 2022.
Gejalanya meliputi demam, lepuh di mulut/lidah, air liur berlebih, dan luka pada kuku yang menyebabkan kepincangan. Meski demikian, penyakit ini tidak mengancam manusia.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A


















