Kota Batu, Tugumalang.id – Jatim Park, destinasi wisata ternama di Kota Batu meluncurkan program baru di The Bagong Adventure atau lebih dikenal dengan Museum Tubuh. Program baru itu yaitu pemeriksaan antropometri dan status gizi.
Peluncuran program ini membawa visi misi destinasi wisata yang juga memberikan edukasi terhadap pengunjungnya. Program Pemeriksaan Antropometri dan Status Gizi didasarkan pada kasus stunting di Indonesia yang menjadi fokus utama pemerintah bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat terutama anak.
Kasus stunting di Indonesia terus menunjukkan tren penurunan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, dari 24,4% pada 2021 menjadi 19,8% pada 2024. Jawa Timur mencatat capaian yang bahkan lebih progresif, turun dari 23,5% (2021) menjadi hanya 14,7% pada 2024—terendah di Pulau Jawa.
Baca juga: Gelar Upacara HUT RI ke-80, Jatim Park Gaungkan Spirit Indonesia Maju, Wisata Mendunia
Meski begitu, kesenjangan masih terlihat antar wilayah, di mana kota besar seperti Surabaya sudah sangat rendah (1,6%), sementara beberapa kabupaten seperti Jember, Situbondo, dan Bondowoso masih mencatat prevalensi cukup tinggi.
Hal ini menunjukkan bahwa program intervensi gizi, kesehatan ibu-anak, serta penguatan Posyandu dan distribusi makanan tambahan efektif menurunkan angka stunting. Namun masih perlu strategi lebih tajam di daerah kantong stunting agar target nasional 14% pada 2024 benar-benar dapat tercapai secara merata.
Manager Marketing & Public Relation Jatim Park Group Titik S. Ariyanto menuturkan program baru di Museum Tubuh ini menjadi salah satu misi khusus perusahaan untuk membantu program perbaikan gizi secara preventif bagi anak.
”Karena dari hasil pemeriksaan program ini nantinya dapat menjadi informasi awal untuk mendeteksi apakah anak termasuk dalam kategori stunting atau tidak,” jelasnya, Minggu (31/8/2025).
Titik menjelaskan jika dalam program yang bisa didapat para pengunjung ini nantinya akan melalui beberapa tahapan yaitu:
1. Pemeriksaan Antropometri

Antropometri adalah metode pengukuran tubuh manusia yang meliputi tinggi badan, berat badan, lingkar lengan, dan perhitungan Ind
eks Massa Tubuh (IMT) yang dari hasil tersebut nantinya akan terlihat bagaimana kondisi kesehatan dan juga status gizi seseorang.
Pada anak-anak, pengukuran ini penting dilakukan untuk memantau tumbuh kembang tubuh anak. Sementara itu pada orang dewasa digunakan untuk mengetahui status kesehatan secara umum, risiko penyakit, bahkan obesitas.
Selain itu pemeriksaan Antropometri juga bermanfaat untuk memahami variasi dan perbedaan bentuk tubuh manusia serta mengetahui apakah seseorang memiliki gizi yang cukup, kurang, atau justru berlebih.
2. Pemeriksaan Status Gizi
Antropometri akan dilanjutkan dengan pemeriksaan status gizi, pemeriksaan ini merupakan lanjutan dari antropometri yang berfokus untuk menilai kecukupan gizi sekaligus memantau perkembangan status gizi dari waktu ke waktu. Tahap ini lebih detail karena bukan hanya mengukur berat atau tinggi badan saja, tetapi juga memperhatikan riwayat pola makan dan kondisi kesehatan.
Pemeriksaan lanjutan ini melibatkan pengukuran tubuh lainnya seperti lingkar lengan atas, tinggi duduk, lingkar perut, lingkar pinggul, hingga lapisan lemak bawah kulit. Data tersebut dianalisis untuk mengevaluasi status gizi dan pertumbuhan, terutama pada anak-anak.
3. Pemeriksaan Kesehatan Mulut, Gigi, dan Telinga serta Konseling Gizi
Pemeriksaan juga dilanjutkan dengan adanya pemeriksaan kesehatan mulut, gigi, dan juga telinga serta dilengkapi juga dengan konseling gizi. Konseling gizi menjadi pelengkap program terbaru di Museum Tubuh ini sebagai upaya untuk membantu seseorang mengatasi masalah gizi, meningkatkan pengetahuan serta pemahaman tentang gizi, dan juga mendukung peningkatan status gizi demi mencapai level kesehatan yang lebih baik.
4. Screening Kesehatan

Tahapan terakhir dari program ini adalah pemeriksaan lanjutan melalui screening kesehatan yang bertujuan untuk mendeteksi permasalahan pada tumbuh kembang atau risiko kesehatan khususnya pada anak-anak.
Dengan screening kesehatan ini, kondisi tubuh dapat dipantau lebih cepat sehingga langkah pencegahan bisa segera dilakukan serta dapat digunakan oleh dokter untuk menyesuaikan dosis obat, memberikan rekomendasi nutrisi yang tepat untuk mengetahui langkah perawatan jangka panjang.
”Semua form hasil pemeriksaan akan diisi petugas kesehatan dan ditandatangani dokter penanggung jawab,” jelasnya.
Diketahui, Launching Program Pemeriksaan Antropometri dan Status Gizi ini dilakukan pada Senin, 25 Agustus 2025 bertempat di entrance hall Museum Tubuh kemarin dihadiri oleh perwakilan 1 guru dan 1 anak dari 19 TK se-Kecamatan Bumiaji, Kota Batu dan menghadirkan juga Ketua IGTKI Kota Batu, Ibu Titik Uminarti, S. Pd. AUD.
Kegiatan dimulai dengan talkshow bersama Asisten Manager Museum Tubuh yang juga merupakan dokter di Museum Tubuh, dr. Novita Megawati, S.Ked., M.M. yang didampingi langsung oleh Operational Manager Jawa Timur Park 1, Andy Wahyu.
”Program ini lebih ditujukan pada anak-anak karena intervensi gizi untuk anak lebih efektif daripada untuk dewasa. Maka untuk orang tua atau pendamping anak saat melakukan pemeriksaan di Museum Tubuh ini bisa melakukan pemeriksaan pada mata, telinga, gula darah, skin analyzer, hingga analyzer yang juga tersedia di Museum Tubuh ini,” imbuh dr. Novita Megawati, S.Ked., M.M.
Setelah kegiatan talkshow mengenai Program Antropometri dan Pemeriksaan Gizi, Manajemen Museum Tubuh mengajak seluruh peserta untuk mencoba program ini secara langsung. Pemeriksaan langsung dibantu oleh para staf Museum Tubuh yang juga merupakan perawat di Museum Tubuh.
Baca juga: Lahir Bulan Agustus? Kamu Dapat Diskon 25 Persen Tiket Wisata ke Jatim Park
Setelah kegiatan pemeriksaan, seluruh peserta diajak berkeliling seluruh area dari Museum Tubuh ini. Program ini dapat dinikmati langsung oleh seluruh pengunjung Museum Tubuh secara gratis yang sudah include dengan tiket masuk Museum Tubuh (Weekday Rp. 40.000,- dan Weekend (Jumat Minggu dan Hari libur nasional) Rp. 60.000,-) hanya dengan mendaftarkan lembaga sekolah melalui Guest Relations Officer Museum Tubuh (Wahyu – 081259999524).
Barcode di samping merupakan gambaran dari pemeriksaan yang akan didapatkan saat mengikuti Program Antropometri dan Pemeriksaan Gizi di Museum Tubuh. Program juga dapat dinikmati langsung tanpa mendaftar terlebih dahulu dengan biaya tambahan hanya Rp. 10.000,- dari harga tiket masuk.
Program ini menjadi bukti komitmen Jawa Timur Park Group untuk terus memberikan wisata edukasi yang memiliki kualitas terbaik bagi masyarakat Indonesia serta menjadi misi yang dilakukan oleh Museum Tubuh untuk membantu program perbaikan gizi secara preventif bagi anak.
Manajemen Jatim Park Group berharap program ini dapat menjadi solusi penanggulangan masalah stunting bagi anak di Indonesia khususnya di Kota Batu untuk meningkatkan kualitas kesehatan anak di Indonesia semakin lebih baik ke depannya.
Berdiri sejak 2014 tepatnya pada 21 Desember 2014, Museum Tubuh menjadi museum anatomi tubuh terbesar dan twrlengkap di Asia dengan replika organ tubuh manusia yang diperbesar hingga 1000x lipat dari ukuran aslinya.
Museum Tubuh merupakan theme park di bawah naungan Jawa Timur Park Group ini memiliki 18 zona edukasi yang tersebar pada bangunan berbentuk tokoh Pewayangan Jawa yaitu Bagong seluas 6 lantai.
Zona edukasi Museum Tubuh tersebar mulai dari edukasi mengenai telinga, hidung, otak, hingga bagian organ dalam seperti jantung, paru-paru, dan hati (liver), siap untuk menemani kunjungan wisata edukasi di Museum Tubuh.
Tak hanya zona edukasi anatomi tubuh saja, tetapi Museum Tubuh juga memiliki 5 koleksi tubuh manusia yang diawetkan melalui proses plastinasi atau biasa disebut cadaver dalam dunia kedokteran. Cadaver ini dapat dilihat langsung di zona cadaver Museum Tubuh bagi pengunjung yang sudah berusia minimal 18 Tahun.
Museum Tubuh juga melayani cek kesehatan badan seperti cek golongan darah, cek mata, hingga pemeriksaan osteoporosis secara gratis dan tidak lupa juga dengan layanan skin analyzer dan hair analyzer yang dapat dikunjungi pada zona kulit.
Pada 8 Januari 2025 The Bagong Adventure Museum Tubuh berkesempatan menerima penghargaan yang dipersembahkan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai Museum dengan Koleksi Replika Organ Tubuh Manusia Terbesar pada kegiatan Penganugerahan Rekor MURI di Jakarta.
Untuk informasi detail mengenai wisata The Bagong Adventure Museum Tubuh dapat mengunjungi website kami, jtp.id/museumtubuh dan Official Instagram @museumtubuh.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko





























