Malang, Tugumalang.id – Hampir semua orang tahu apa itu pensil, yakni alat tulis yang juga kerap digunakan untuk menggambar. Jenis pensil sendiri terbagi menjadi dua, yaitu pensil mekanik yang menggunakan tekanan untuk mengeluarkan isi grafit, serta pensil kayu atau biasa disebut pensil grafit yang telah digunakan sejak lama.
Namun, tidak sedikit orang yang belum memahami arti kode huruf pada pangkal pensil grafit. Padahal, kode seperti H, F, HB, hingga B menunjukkan karakter goresan, tingkat kekerasan, serta fungsi penggunaannya.
Apa Itu Grafit?
Kata grafit mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang. Mengutip Sophie Ploeg, grafit merupakan salah satu bentuk karbon yang menjadi bahan utama pembuatan pensil. Bahan inilah yang menghasilkan warna saat pensil digunakan menulis atau menggambar.
Meski demikian, grafit tidak dipakai secara utuh sebagai isi pensil. Umumnya, grafit dicampur dengan tanah liat untuk mengatur tingkat kekerasan, ketajaman warna, dan kepadatan isi pensil.
Semakin banyak campuran tanah liat, maka pensil akan semakin keras dan warna goresannya lebih tipis. Sebaliknya, semakin tinggi kandungan grafit, hasil goresan akan semakin gelap dan lunak.
Baca juga: Cari Alat Tulis Sekolah? Ini 4 Toko Favorit Pelajar dan Orang Tua di Kota Malang
Tingkatan Kode pada Pensil Grafit
Di setiap pangkal pensil biasanya terdapat tulisan kecil yang menjelaskan karakter hasil goresan. Kode yang paling sering digunakan masyarakat adalah 2B. Padahal, ada banyak tingkatan pensil grafit yang memiliki fungsi berbeda.
1. Kode H (Hardness)
Kode H atau hardness menandakan pensil dengan tingkat kekerasan cukup tinggi. Komposisi tanah liat pada jenis ini lebih dominan dibanding grafit.
Karena itu, hasil goresannya cenderung tipis, terang, dan berwarna abu-abu. Pensil H sangat cocok digunakan untuk sketsa awal atau membuat garis bantu.
Kode H memiliki beberapa tingkatan, mulai dari H, 2H, 3H, 4H, 5H, 6H, 7H, 8H, hingga 9H. Semakin besar angkanya, semakin keras isi pensil dan semakin tipis warnanya.
2. Kode F (Fine Point)
Selanjutnya ada kode F atau fine point. Pensil jenis ini memiliki komposisi grafit dan tanah liat yang lebih seimbang sehingga teksturnya tidak terlalu keras.
Jika dibandingkan, hasil goresan pensil F hampir menyerupai H atau 2H. Namun, pensil F lebih fleksibel digunakan untuk menulis maupun menggambar sehari-hari.
3. Kode HB (Half Black)
Kode HB atau half black cukup populer dan banyak dipakai di sekolah maupun kantor. Pensil ini memiliki kandungan grafit lebih banyak dibanding kode F.
Akibatnya, hasil goresannya lebih gelap, tebal, dan sedikit lebih lunak. Pensil HB cocok digunakan untuk menulis jelas tetapi tetap mudah dihapus.
Jenis ini kurang ideal untuk membuat garis sketsa yang sangat tipis atau detail halus.
Baca juga: 5 Rekomendasi Kafe 24 Jam di Malang yang Asik untuk Nongkrong
4. Kode B (Black)
Kode terakhir adalah B atau blackness, yakni jenis pensil dengan tingkat kepekatan warna paling tinggi. Kandungan grafit pada pensil B lebih banyak dibanding jenis lainnya.
Karena itu, hasil goresannya lebih hitam, pekat, dan lunak. Kode B juga memiliki beberapa tingkatan, mulai dari B, 2B, 3B, 4B, 5B, dan seterusnya.
Semakin besar angkanya, semakin tebal dan gelap hasil goresannya.
Pensil kode B cocok digunakan untuk mempertegas outline gambar, membuat sketsa, mengerjakan ujian dengan lembar jawaban komputer, hingga teknik shading atau menggelapkan area gambar.
Cara Memilih Pensil Sesuai Kebutuhan
Agar tidak salah beli, berikut panduan singkat memilih pensil grafit:
- H – 2H: sketsa awal, garis tipis, gambar teknik
- F: menulis harian dan kebutuhan umum
- HB: menulis sekolah, kantor, dan penggunaan standar
- 2B ke atas: menggambar, ujian, shading, outline
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: ‘Isyatur Rodhiyah/Magang
redaktur: jatmiko


















