Tugumalang.id – Waktu makan yang teratur menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan tubuh, terutama saat makan malam. Studi dari Harvard Medical School menemukan bahwa makan terlalu larut dapat meningkatkan rasa lapar, memperlambat pembakaran kalori, hingga memicu penumpukan lemak dalam tubuh yang berisiko menyebabkan kenaikan berat badan.
Hans Tandra melalui wawancara di kanal YouTube Good Talk TV membagikan edukasi mengenai waktu makan malam yang baik untuk kesehatan. Menurutnya, makan malam sebaiknya tidak dilakukan terlalu larut karena dapat memengaruhi metabolisme tubuh dan kualitas istirahat.
“Makan malam adalah makan disaat waktu senggang dan tidak ada aktivitas. Banyak orang berkumpul dan bersantai saat waktu ini. Namun, perlu diingat bahwa ada pepatah mengatakan jangan makan setelah matahari terbenam,” jelasnya.
Baca juga: Lapar saat malam hari dan bingung mau makan apa? Ini dia rekomendasi kuliner malam di Malang
Jangan Makan Malam Terlalu Larut
dr. Hans Tandra menjelaskan bahwa waktu terbaik untuk makan malam berada di sekitar pukul 19.00. Ia juga mengingatkan agar makan malam tidak dilakukan melewati pukul 20.00 atau terlalu dekat dengan waktu tidur.
“Saat malam, metabolisme harus cooling down. Pankreas, lambung, dan usus perlu istirahat. Sehingga makan malam harus dibawah jam delapan malam,” tuturnya.
Ia juga menyarankan agar masyarakat menghindari kebiasaan makan malam lewat pukul 21.00. Selain itu, konsumsi minuman dengan aneka rasa saat makan malam juga sebaiknya dibatasi agar tubuh tidak menerima asupan gula dan kalori berlebihan di malam hari.
Pilih Makanan dengan Kalori Lebih Rendah
Menurut dr. Hans Tandra, porsi makan malam perlu diperhatikan dengan memilih makanan yang kalorinya lebih rendah dibanding makan pagi atau siang. Hal ini karena aktivitas tubuh pada malam hari mulai menurun sehingga kebutuhan energi tidak sebesar di siang hari.
Jika tubuh menerima terlalu banyak kalori saat malam, sisa energi cenderung disimpan sebagai lemak karena tidak banyak digunakan untuk aktivitas. Selain itu, sistem pencernaan dan metabolisme tubuh juga bekerja lebih lambat pada malam hari.
Karena itu, makan malam berlebihan berisiko memicu gangguan pencernaan, kenaikan berat badan, hingga membuat kualitas tidur menjadi kurang nyaman.
Dianjurkan Berjalan Santai Setelah Makan
Setelah selesai makan malam, masyarakat juga dianjurkan untuk tidak langsung berbaring atau tidur. dr. Hans Tandra menyarankan agar tubuh tetap melakukan aktivitas ringan, seperti berjalan santai, untuk membantu proses pencernaan bekerja lebih optimal.
“Jam 19.00 kita selesai makan dilanjut dengan ngobrol-ngobrol sebentar sampai jam 20.00. Lalu di jam 20.00 kita bangkit dan bergerak seperti jalan kaki,” ungkapnya.
Menurutnya, kebiasaan berjalan santai setelah makan malam dapat membantu tubuh membakar energi serta mengurangi rasa begah akibat makan terlalu banyak. Setelah tubuh terasa lebih nyaman, barulah seseorang dapat melanjutkan aktivitas lain, termasuk tidur.
Dengan mengatur waktu dan porsi makan malam, masyarakat dapat membantu menjaga kesehatan tubuh sekaligus meningkatkan kualitas tidur. dr. Hans Tandra mengingatkan agar makan malam tidak dilakukan terlalu larut dan tetap diimbangi aktivitas ringan supaya sistem pencernaan bekerja lebih optimal.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Nathasya Amalia/Magang
redaktur: jatmiko
























