Sabtu, September 5, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Indonesia Darurat Guru Karena Stigma Tak Sejahtera, Kampus Cikal: Masih Banyak Cara

Redaksi by Redaksi
Januari 20, 2023 2:39 pm
in Pendidikan
Ilustrasi tenaga pendidik. Alumni program Ayo Jadi Guru sedang mengajar dengan menggunakan media ajar yang dibuat dari hasil belajar di program.

Ilustrasi tenaga pendidik. Alumni program Ayo Jadi Guru sedang mengajar dengan menggunakan media ajar yang dibuat dari hasil belajar di program. Foto/Yayasan Guru Belajar.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Kemdikbudristek menyebut bahwa Indonesia darurat calon guru. Setidaknya, negara ini masih kekurangan jumlah tenaga pendidik hingga 1 juta guru. Angka tersebut diprediksi masih akan terus meningkat. Faktor terbesarnya karena tidak ada regenerasi.

Situasi itu mendapat perhatian dari banyak pihak. Salah satunya datang dari pemerhati pendidikan, Ketua Kampus Guru Cikal dari Yayasan Guru Belajar, Marsaria Primadonna. Dia menyatakan cukup heran dengan situasi itu. Padahal, menjadi guru adalah profesi yang membahagiakan.

READ ALSO

Pendaftaran Program Studi S2 Pertanian Berkelanjutan Pascasarjana Unisma Masih Dibuka!

Fakultas Psikologi UIN Malang Jalin Kolaborasi Bersama MAN 3 Banyuwangi

Menurut dia, semakin menurunnya minat generasi menjadi guru kurang lebih akibat stigma yang ada sampai saat ini. Bahwa guru adalah profesi yang paling tidak sejahtera.

“Padahal banyak sekali kenikmatan menjadi seorang guru. Jadi guru itu menyenangkan,” kata Prima, sapaan akrabnya.

Saking menyenangkan, kata Prima, seorang guru pasti justru tidak sabar untuk kembali berangkat ke sekolah dan bertemu dengan murid-muridnya. Di situ, dia menemukan kebahagiaan tersendiri dari pandangan hingga perkembangan murid-muridnya.

Di sisi lain, seorang guru bahkan tidak perlu khawatir dengan kariernya. Ada banyak pilihan karier protean yang bisa ditekuni guru untuk menambah pundi-pundi penghasilan dan kompetensinya. Seperti menjadi guru penulis, guru content creator, guru asesor, dan masih banyak lainnya.

“Karier protean ini meski ada pekerjaan tambahan tapi bukan menjadi beban. Justru kompetensi yang dikembangkan di luar kelas ini akan bisa berdampak pada kompetensi seorang guru. Jadi uangnya dapat, ilmunya juga dapat,” terang Prima pada tugumalang.id, Jumat (20/1/2023).

Guru Cerdas Digital

Dia juga menegaskan jika guru merupakan profesi paling abadi. Ia tidak akan tergantikan oleh seberapa canggih teknologi berkembang sekali pun. Namun memang perlu kompetensi berbeda untuk bisa mengajar murid-murid abad ke-21.

Menurutnya, guru abad ke-21 harus merdeka belajar atau berpihak pada murid, memiliki kemampuan merancang kurikulum yang berorientasi pada kebutuhan murid, serta cerdas digital.

Menjadi guru yang cerdas digital bukan sekedar menggunakan bermacam-macam aplikasi. Namun mampu mengintegrasikan teknologi, pedagogi, dan keahlian subjeknya untuk membuat strategi pembelajaran di kelas.

“Tentu tidak bisa disamakan ya mengajar murid di abad ke-19 dengan sekarang. Oleh karena itu, kalau di Kampus Guru Cikal, kami ada program Ayo Jadi Guru. Di program ini kami mengajak generasi muda, dengan latar pendidikan apapun. Bagaimana cara menciptakan pembelajaran yang merdeka di ruang-ruang kelas,” paparnya.

Yayasan Guru Belajar sendiri merupakan lembaga philanthropic intermediary yang memberdayakan guru menjadi penggerak perubahan melalui kolaborasi beragam organisasi penggerak: keguruan, kepemimpinan, jaringan sekolah/madrasah. Yayasan Guru Belajar bergerak melalui Kampus Guru Cikal, Kampus Pemimpin Merdeka, dan Cerita Guru Belajar.

Optimisme itu juga dirasakan Namira Fauzia, salah seorang peserta Ayo Jadi Guru (AJG). Saat ini, dia justru merasa bangga menjadi guru usai mengikuti Sesi Expert Talk di program AJG. Lewat pengalaman yang dibagikan oleh para narasumber, dia yakin jika guru bisa pembelajaran yang bermakna tanpa harus menggunakan biaya yang besar.

“Yang paling menarik saat Sesi Expert Talk karena langsung diperlihatkan contoh konkret praktik baik. Melihat sesi belajar yang anak-anaknya aktif, memotivasi saya bahwa pembelajaran seperti itu sangat dapat direalisasikan,” kata Namira.

Terkait karier sebagai seorang guru, Namira tidak khawatir dengan stigma yang ada. Lulusan S1 Sastra Arab yang saat ini sedang menempuh pendidikan S2 Ekonomi Syariah itu yakin, menjadi guru akan membuatnya bahagia.

“Saya bahagia kalau melakukan hal yang saya senangi dan bermanfaat untuk orang lain. Kalau jadi guru yang mengajarnya bisa memberi makna, pasti akan bahagia melihat output murid,” ujarnya.

Reporter: M Ulul Azmy

Editor: Herlianto. A

Tags: Calon GuruDarurat GuruguruIndonesia Darurat GuruKampus Cikal

Related Posts

Pendaftaran Program Studi S2 Pertanian Berkelanjutan Pascasarjana Unisma Masih Dibuka!
Advertorial

Pendaftaran Program Studi S2 Pertanian Berkelanjutan Pascasarjana Unisma Masih Dibuka!

Sabtu, 5 Sep 2026
Fakultas Psikologi UIN Malang Jalin Kolaborasi Bersama MAN 3 Banyuwangi
Advertorial

Fakultas Psikologi UIN Malang Jalin Kolaborasi Bersama MAN 3 Banyuwangi

Jumat, 4 Sep 2026
Lepas 88 Lulusan, Yudisium Fakultas Psikologi Periode III 2026 Cetak Generasi Siap Berkarya
Advertorial

Lepas 88 Lulusan, Yudisium Fakultas Psikologi Periode III 2026 Cetak Generasi Siap Berkarya

Jumat, 4 Sep 2026
14 Guru SMK Jawa Timur Terpilih Magang Tiga Bulan di Jerman
Pendidikan

14 Guru SMK Jawa Timur Terpilih Magang Tiga Bulan di Jerman

Rabu, 2 Sep 2026
Ratusan Mahasiswa Baru ITN Malang Ikuti Gigantik 2026
Advertorial

Ratusan Mahasiswa Baru ITN Malang Ikuti Gigantik 2026

Selasa, 1 Sep 2026
Dari Pelatihan ke LMS, UB Perkuat Pemanfaatan AI bagi Aparatur Desa
Advertorial

Dari Pelatihan ke LMS, UB Perkuat Pemanfaatan AI bagi Aparatur Desa

Selasa, 1 Sep 2026
Next Post
Klenteng Eng An Kiong Malang

Sejarah Klenteng Eng An Kiong Malang dan Jejak Jenderal Dinasti Ming Tiongkok

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Hujan Ringan! Prakiraan Cuaca Kota Malang Minggu 15 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.