Tugumalang.id – Mungkin sebagian besar pembaca pernah bertanya-tanya tentang hukum berenang saat berpuasa? Aktivitas olahraga ini memang sering kali menimbulkan keraguan bagi umat muslim terlebih di momen bulan ramadan. Lalu, bagaimana sebenarnya hukum berenang saat berpuasa?
Secara umum, mayoritas ulama berpendapat bahwa berenang saat puasa hukumnya adalah mubah (boleh). Aktivitas ini bisa dikatakan tidak secara otomatis membatalkan puasa, selama pelakunya bisa menjamin tidak ada air yang masuk ke dalam rongga tubuh melalui mulut, hidung, maupun telinga.
Meski diperbolehkan, para ahli fikih mengingatkan adanya unsur makruh (sebaiknya dihindari) jika aktivitas tersebut berisiko tinggi menyebabkan air tertelan.
Baca Juga: Jadwal Buka Puasa Malang Raya Hari Senin 2 Maret 2026 dan Keutamaan Hari ke-12 Puasa Ramadan
Mengutip pandangan dalam mazhab Syafi’i, berenang bisa menjadi masalah jika dilakukan dengan cara menyelam atau gaya yang agresif sehingga air masuk ke lubang tubuh secara tidak sengaja.
Jika dianalogikan, berenang itu ibarat berjalan di tepi jurang. Segar, tapi kalau terpeleset (air terminum), maka puasanya gugur. Berdasarkan kaidah hukum Islam, puasa dianggap batal apabila air masuk ke dalam rongga tubuh (mulut, hidung, atau telinga) dengan sengaja.
Air masuk secara tidak sengaja, namun pelaku sebelumnya sudah menyadari bahwa aktivitas tersebut berisiko tinggi (seperti menyelam atau loncat indah).
Baca Juga: Jadwal Buka Puasa Malang Raya Hari Sabtu 28 Februari 2026 dan Keutamaan Hari ke-10 Puasa Ramadan
Oleh karena itu, bagi mereka yang tidak mahir mengontrol pernapasan di dalam air, sangat disarankan untuk menunda aktivitas berenang hingga waktu berbuka tiba.
Tips Aman Berenang Saat Puasa
Jika Anda tetap ingin berenang untuk menjaga kebugaran, berikut adalah beberapa panduan agar puasa Anda tetap aman:
1. Pilih Gaya yang Aman
Gunakan gaya dada atau gaya punggung yang posisi kepalanya tetap berada di atas permukaan air. Hindari gaya bebas yang mengharuskan wajah masuk ke air secara intens.
2. Perhatikan Waktu
Waktu terbaik adalah sore hari menjelang berbuka (ngabuburit) atau malam hari setelah tarawih.
3. Gunakan Pelindung
Penggunaan kacamata renang dan penutup telinga dapat membantu meminimalisir risiko air masuk ke area sensitif.
4. Batasi Durasi
Jangan terlalu lama di dalam air agar tidak terlalu lemas atau merasa terlalu haus setelahnya.
Kesimpulannya, berenang adalah cara yang sah-sah saja untuk berolahraga atau sekadar mendinginkan diri, asalkan dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Ibadah tetap nomor satu, kesegaran tubuh adalah bonusnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A





























