Tugumalang.id – Cuaca ekstrem hujan lebat disertai angin kencang juga melanda Kota Batu, Jawa Timur sejak Rabu (4/3/2026) malam hingga Kamis (5/3/2026) hari ini. Dampak cuaca ekstrem dalam semalam itu sudah membawa dampak di mana-mana. Sedikitnya 31 pohon tumbang di berbagai titik Kota Batu.
Puluhan pohon tumbang itu bahkan sampai ada yang menutup akses jalan raya, merusak fasilitas umum, hingga mengganggu jaringan listrik dan telekomunikasi. Diketahui, perubahan cuaca itu mulai terjadi sejak pukul 18.00 WIB.
Baca Juga: Waspada, Kota Malang Dilanda Angin Kencang, 5 Pohon Tumbang dan 1 Warga Luka Ringan
Salah satu yang terdampak kerusakan terjadi pada sejumlah stan pedagang di kawasan Balai Kota Among Tani dan Pasar Induk Among Tani. Bahkan, hanggar milik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Batu ikut roboh akibat terjangan angin.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu, Suwoko membenarkan peristiwa tersebut. Dampaknya antara lain pohon tumbang yang menutup akses jalan, menimpa rumah warga yang saat ini masih dalam pendataan, menimpa dua mobil pickup, serta mengganggu bahkan memutus jaringan listrik dan telekomunikasi.

Meski begitu, imbuh Suwoko, dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. Tak hanya pohon tumbang, angin kencang juga menyebabkan kerusakan atap rumah warga di sejumlah desa dan kelurahan.
Hingga Rabu malam, tim gabungan masih melakukan kaji cepat untuk mendata jumlah dan tingkat kerusakan rumah terdampak.
Baca Juga: Waspada, Kota Malang Dilanda Angin Kencang, 5 Pohon Tumbang dan 1 Warga Luka Ringan
“Untuk penanganan darurat, pohon tumbang yang menutup akses jalan raya sudah kami tangani. Hari ini seluruh ruas jalan yang sempat tertutup sudah bisa dilalui kembali. Pendataan rumah terdampak dan dampak lain masih terus berjalan,” terang Suwoko.
Berbagai unsur personel dan instansi terlibat dalam proses penanganan, mulai dari BPBD, Damkar, Dinas PUPR, Bina Marga Provinsi Jawa Timur, TNI, Polri, Basarnas, PLN, Telkom, PSC, PMI, Tagana, FPRB, relawan, hingga warga setempat.
BPBD Kota Batu juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat hujan deras disertai angin kencang, mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Pihaknya sendiri sudah mengingatkan jauh sebelum peristiwa terjadi, terkait peringatan dini cuaca ekstrem untuk periode 1–10 Maret 2026 yang dirilis oleh BMKG.
”Kami minta masyarakat menghindari berteduh di bawah pohon besar dan segera melapor jika terjadi kejadian darurat. Imbauan kami untuk sementara mengurangi mobilitas jika tidak ada agenda darurat,” imbaunya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A





























