Sabtu, Mei 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pariwisata

Hotel Pelangi, Penginapan Tertua dan Saksi Bisu Tanam Paksa di Malang

Redaksi by Redaksi
Oktober 16, 2022 10:38 am
in Pariwisata
Hotel Pelangi

Hotel Pelangi, hotel tertua dan saksi bisu praktik tanam paksa di Malang (M Sholeh)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, tugumalang.id – Hotel Pelangi adalah salah satu bangunan cagar budaya Kota Malang yang ditetapkan pada 2018 lalu. Hotel yang terletak di Jalan Merdeka, Kota Malang itu merupakan hotel tertua yang menjadi saksi bisu perkembangan tanam paksa di wilayah Malang.

Di awal abad ke-18, wilayah Malang tak banyak dilirik, masih sepi dan tak memiliki penggerak perekonomian yang menarik perhatian. Saat itu, Indonesia masih dijajah kolonial Belanda. Sementara Malang merupakan bagian dari karesidenan Pasuruan.

READ ALSO

5 Wisata Sumber Air Alami di Malang, Destinasi Short Getaway Akhir Pekan

Alternatif Kegiatan Toddler dan Muda-mudi di Batu Love Garden, Ada Wisata Edukasi Hidroponik

Situasi Malang kemudian berubah pasca peristiwa Perang Jawa pada 1830an. Saat itu, Belanda kehabisan persediaan, baik alat tukar atau uang maupun bahan pangan. Mereka kemudian melancarkan kebijakan tanam paksa. Salah satunya di Malang.

Di tahun 1840an, mulai muncul gerakan menanam kopi di berbagai wilayah Malang. Titik perkembangan penanaman kopi pertama di Malang meliputi, Kelurahan Penangungan, Jatimulyo, Dinoyo, Sengkaling hingga Punjon.

Potret Hotel Pelangi saat terjadi peristiwa Malang Bumi Hangus (nationaalarchief.nl)

Berkembangnya waktu, kopi di Malang mulai menjadi primadona. Malang menjadi pemasok kopi ke berbagai daerah, bahkan diekspor ke beberapa negara. Tak hanya itu, praktik tanam paksa tebu juga mulai berkembang.

Tentu yang melancarkan dan menikmati praktik itu adalah kolonial Belanda. Dari situlah para pekerja hingga petinggi petinggi kolonial Belanda yang awalnya terpusat di Pasuruan, mulai berdatangan ke Malang.

“Orang orang Belanda itu tentu butuh penginapan di Malang, karena mereka awalnya dari Pasuruan. Saat itulah, penginapan pertama di Malang bernama Lapidoth Hotel didirikan pada tahun 1860, saat ini menjadi Hotel Pelangi,” kata Agung Buana, Pemerhati Sejarah dan Budaya Kota Malang.

Seiringnya waktu, tanam paksa kopi meluas hingga ke Malang Selatan dan berada di puncak kejayaan pada 1870an. Sementara tanam paksa tebu meluas hingga ke wilayah Blitar. Belanda pun juga membangun jalur jalur kereta api pengangkut hasil tanam paksa di Pasuruan-Malang pada 1879.

Alhasil, Malang semakin ramai, pergerakan ekonomi mulai terpusat di Malang. Pekerja, pedagang, orang Belanda mulai datang ke Malang. Lapidoth Hotel semakin ramai kunjungan dan menjelma menjadi hotel ternama.

Hotel lain seperti Yansen, Herome, Mabes, YMCA, Ema hingga Melinda mulai muncul. Namun hotel hotel itu hancur pada peristiwa Malang Bumi Hangus, termasuk Lapidoth. Dari semua hotel itu hanya Lapidoth yang kemudian mampu berdiri kembali dan bertahan hingga saat ini.

“Jadi hotel yang sampai saat ini masih bertahan dan masih ada itu hanya Hotel Pelangi,” ucap Agung.

Lapidoth Hotel sempat berkali kali berubah nama mulai Yansen, de Palace, Republik hingga Hotel Pelangi. Pasca pembangunan pada 1860, hotel ini sempat direhab pada 1903 dan 1917.

“Jangan dibayangkan Hotel Pelangi dulu bentuknya kayak sekarang. Dulu bentuk bangunannya kayak Joglo, ada pilarnya 2, kiri kanan kamar, tengah tempat makan dan resepsionis,” bebernya.

Arsitektur Hotel Pelangi sendiri mengadopsi gaya perpaduan bangunan Belanda dan Jawa. Gaya arsitektur itu memang cukup populer di Hindia Belanda masa itu. Bangunannya simetris, ruang tengah jadi pusat kegiatan dan beratap kuncup.

Gaya bangunan itu masih dipertahankan hingga saat ini. Meski tak 100 persen sama, namun kesan heritage hotel ini tetap terjaga. Hotel Pelanggi kemudian di tetapkan sebagai cagar budaya pada 2018.

Kini di depan Hotel Pelangi, berdiri kafe yang hampir menutupi pemandangan hotel. Namun kafe itu tampaknya mengadopsi nama lama Hotel Pelangi, yakni Lapidoth dengan gaya bangunan tempo dulu.

Reporter: M Sholeh
editor: jatmiko

Tags: hotel pelangihotel tertuatanam paksa

Related Posts

Fotografi bawah air di Sumber Sirah. (Foto: Instagram/ @yoiki_malang)
Pariwisata

5 Wisata Sumber Air Alami di Malang, Destinasi Short Getaway Akhir Pekan

Rabu, 27 Mei 2026
Kegiatan edukasi wisata hidroponik di Batu Love Garden. Foto: Dok
Pariwisata

Alternatif Kegiatan Toddler dan Muda-mudi di Batu Love Garden, Ada Wisata Edukasi Hidroponik

Selasa, 26 Mei 2026
Rekomendasi wisata keluarga Malang yang bisa dijadikan destinasi wisata seru di momen long weekend bersama keluarga. /Foto: Pinterest/Dimas Setyawan.
Pariwisata

Liburan Long Weekend Seru, 10 Wisata Keluarga Malang Terpopuler yang Wajib Dikunjungi

Sabtu, 16 Mei 2026
Keindahan Ranu Kumbolo di Gunung Semeru. (Foto: Instagram/ @khaerudinm)
Pariwisata

7 Gunung untuk Mendaki di Malang, Suguhkan Panorama Alam yang Memesona

Kamis, 14 Mei 2026
Jatim Park 1
Pariwisata

Show Asmara Putri Kirana Resmi Hadir, Jadi Wisata Edukasi Baru di Jatim Park 1

Kamis, 14 Mei 2026
Rekomendasi waterpark Kota Batu yang cocok dijadikan destinasi wisata bersama keluarga di akhir pekan. /Foto: Pinterest/Partisi Pameran
Pariwisata

Segar dan Seru! Rekomendasi Waterpark di Kota Batu yang Cocok untuk Libur Akhir Pekan

Jumat, 8 Mei 2026
Next Post
founder wajak husada

Founder RSU Wajak Husada, Salurkan Bantuan Musalah di Prangas Klepu

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.