Tugumalang.id – Warga binaan atau nara pidana Lapas Kelas I Malang mengikuti Panen Raya yang digelar serentak nasional pada Kamis (15/1/2026). Rencananya, hasil pertanian di lahan asimilasi Lapas Malang itu akan disalurkan untuk membantu korban bencana alam di Sumatera.
Lapas Malang memiliki sarana asimilasi bernama SAE LSIMA yang didalamnya terdapat program pembinaan kemandirian di berbagai bidang. Salah satunya di bidang pertanian.
Dalam kegiatan panen raya itu, para napi telah memanen 1 kwintal kacang hijau sebagai hasil awal dari lahan yang sedang memasuki masa panen. Selain itu, panen juga dilanjutkan pada komoditas kacang tanah yang ditanam di atas lahan seluas 1 hektare dengan estimasi hasil panen mencapai 9 ton.
Baca Juga: 54 Napi Lapas Malang Diusulkan Dapat Remisi Natal 2025
Diperkirakan, proses panen di lahan asimilasi sektor pertanian Lapas Malang itu akan berlangsung hingga 20 Januari 2026 mendatang.

Kepala Lapas Kelas I Malang, Teguh Pamuji menyampaikan apresiasinya kepada para warga binaan yang telah berperan aktif dalam panen raya di SAE LSIMA itu.
“Kegiatan ini tidak hanya menjadi wujud pembinaan kemandirian warga binaan, tetapi juga bentuk kepedulian sosial Pemasyarakatan terhadap sesama,” ujarnya.
Menariknya, Teguh menekankan bahwa seluruh hasil pertanian di Lapas Malang itu akan disalurkan untuk membantu korban bencana alam Sumatera.
Baca Juga: Kalapas Malang Tekankan Integritas Peserta Magang Kemenaker untuk Pelayanan Publik Prima
“Seluruh hasil panen, baik dalam bentuk bahan pangan maupun hasil pendapatan panen, dikumpulkan ke pusat dan akan disalurkan untuk membantu saudara saudara kita yang sedang dilanda bencana alam di Sumatera” ucapnya.
Ia berharap hasil panen tersebut dapat memberikan manfaat nyata dan program pembinaan kemandirian warga binaan terus berjalan optimal, berkelanjutan dan berdampak positif bagi masyarakat luas.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A


























