Tugumalang.id – Potensi anak tidak selalu terlihat dari seberapa cepat mereka menyelesaikan sebuah tantangan. Ada yang langsung mencoba, bermain dulu, ada yang memilih mengamati dulu, dan ada pula yang perlu beberapa kali percobaan sebelum menemukan caranya sendiri. Dari proses sederhana itulah orang tua dapat melihat potensi anak.
Gambaran tersebut terlihat dalam rangkaian kegiatan Soyalympic yang digelar di Malang dalam peringatan Allergy Awareness Day 2026. Kegiatan itu menjadi ruang bagi anak untuk bermain, bergerak, sekaligus mencoba berbagai tantangan sesuai dengan kemampuan masing masing.
Baca Juga: Garuda Keadilan PKS Kota Malang Bahas Kaderisasi Anak Muda, Rendra Tekankan Regenerasi
Kegiatan serupa juga digelar di Surabaya, Jakarta dan Bandung. Di Malang, kegiatan itu mendapat sambutan dari lebih dari 2.500 pengunjung. Senior Brand Manager Morinaga IFFO & Specialties, Fitria Dewi Astari mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan kesempatan kepada orang tua untuk melihat potensi anak.
“Terkadang orang tua baru menyadari kemampuan si kecil saat melihatnya menghadapi sesuatu yang belum pernah dicoba. Di Soyalympic, kami ingin menghadirkan momen itu. ini kesempatan bagi orang tua untuk melihat cara anak berpikir, mengambil keputusan dan menyelesaikan tantangan,” kata Fitria, Rabu (30/9/2026).
Salah satu aktivitas yang menarik perhatian adalah Brain Gym Competition. Anak anak melewati sejumlah rintangan sambil menyelesaikan tantangan yang membutuhkan konsentrasi dan kemampuan berpikir.
Setiap anak tampak menunjukkan respons yang berbeda. Sebagian mampu memahami tantangan dengan cepat, sebagian lain memilih mengamati situasi sebelum mulai mencoba. Ada pula anak yang terus mencoba hingga menemukan caranya sendiri.
Baca Juga: Fatayat NU Kota Malang Perkuat Kompetensi Konselor Perempuan dan Anak
Momen tersebut dapat menjadi kesempatan para orang tua untuk mengamati bagaimana anak menghadapi hal baru. Termasuk mengambil keputusan hingga merespons saat mengalami kesulitan.
Dikatakan, potensi anak tidak selalu ditunjukkan melalui hasil akhir sebuah kompetisi. Keingintahuan saat bertanya, keberanian mencoba hingga kemauan mengulangi sesuatu setelah gagal juga menjadi bagian dari proses belajar.
Fitria mengatakan, pengalaman tersebut diharapkan dapat membantu orang tua semakin memahami karakter dan kemampuan masing masing anak.
“Kami berharap orang tua membawa pulang lebih dari sekadar kenangan mengikuti kompetisi. Ketika mereka semakin mengenal kekuatan Si Kecil, mereka juga bisa semakin percaya diri mendampinginya mengembangkan potensi,” katanya.
Menururutnya, masa kanak kanak menjadi periode ketika anak memiliki ruang untuk mencoba berbagai hal. Bermain, bergerak, berpikir hingga berinteraksi dengan lingkungan dapat menjadi pengalaman yang membantu mereka mengenali hal hal yang disukai maupun dikuasai.
Dalam proses itu, pendampingan orang tua juga memiliki peran penting. Tidak hanya memperhatikan hasil, orang tua dapat mengamati bagaimana anak menghadapi tantangan dan memberikan ruang untuk mencoba dengan caranya sendiri.
Melalui kampanye #SOYAKINBISA, rangkaian kegiatan tersebut membawa pesan bahwa perjalanan anak dalam mengenali potensi dapat dimulai dari kesempatan sederhana untuk bereksplorasi dan mencoba hal baru.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A






























