Senin, Juli 27, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Hari Kesaktian Pancasila, GMNI Malang Soroti Isu Tragedi Kanjuruhan, HAM, dan Agraria

Redaksi by Redaksi
Oktober 3, 2023 5:28 pm
in News
Aksi GMNI Malanh di depan Balai Kota Malang, Minggu (1/10/2023).

Aksi GMNI Malanh di depan Balai Kota Malang, Minggu (1/10/2023). Foto: GMNI Malang

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Di dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada Minggu (1/10/2023) yang bertepatan dengan satu tahun Tragedi Kanjuruhan, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Malang menggelar aksi di depan Balai Kota Malang.

Di dalam aksi tersebut, GMNI Malang menyoroti tiga isu yang diabaikan oleh pemerintah, yaitu Tragedi Kanjuruhan, pelanggaran HAM, dan konflik agraria. Di dalam aksi bertajuk “Nestapa Hari Kesaktian Pancasila: Negara Abai, Keadilan dan Kepastian Hukum Terbengkalai” tersebut, GMNI Malang menyerukan enam tuntutan.

READ ALSO

Disebut Londo Ireng oleh Prabowo, Jurnalis Malang Raya Gelar Aksi Demo

Pengerjaan Jalan Gondanglegi-Balekambang Capai 70 Persen

Secara ringkas, tuntutan tersebut berisi desakan bagi pemerintah untuk melakukan investigasi ulang Tragedi Kanjuruhan, menindaklanjuti kasus-kasus pelanggaran HAM berat, memberikan perlindungan dan keadilan bagi masyarakat adat di Rempang.

Baca Juga: Berusia 69 Tahun, GMNI Malang Bekerja, Makan dan Tidur Bersama Rakyat

Kemudian, berpihak kepada rakyat dalam setiap persoalan agraria, menghentikan tindakan represif dan kriminal kepada warga negara, masyarakat adat, serta aktivis HAM dan agraria.

Tuntutan terakhir adalah pemerintah didesak melakukan evaluasi besar-besaran dan reformasi birokrasi dalam tubuh aparat penegak hukum.

“Pemerintah hanya menyatakan permohonan maaf terkait pelanggaran HAM berat di masa lalu dan belum ada tindak lanjut konkret untuk menyelesaikannya. Dalam urusan konflik agrarian juga lebih berpihak pada investor ketimbang warga negara (sipil). Apalagi tentang Peristiwa Kanjuruhan, upaya usut tuntas seakan hanya jadi jargon semata,” ujar Kepala Bidang Kebijakan Publik, Agitasi dan Propaganda DPC GMNI Malang, Yohanes Bhoka Pega di dalam aksi tersebut.

Baca Juga: GMNI Malang Tolak Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa 9 Tahun

Sementara itu, Ketua DPC GMNI Malang, Donny Maulana menyebut terdapat 692 konflik agraria di Indonesia sepanjang Januari hingga Agustus 2023. Tak jarang, konflik ini terjadi antara warga dengan perangkat negara.

Ia merinci 30,6 persen konflik agraria di Indonesia melibatkan perusahaan, 17,7 persen melibatkan pemerintah daerah, 17,6 persen melibatkan pemerintah pusat, dan 7,4 persen melibatkan kepolisian. “Kami menyerukan pada Pemerintah Indonesia agar melakukan evaluasi besar-besaran serta reformasi birokrasi kepada aparat penegak hukum negara,” kata Donny.

Reporter: Aisyah Nawangsari Putri

Editor: Herlianto. A

Tags: GMNIGMNI Malangtragedi kanjuruhan

Related Posts

Disebut Londo Ireng oleh Prabowo, Jurnalis Malang Raya Gelar Aksi Demo
News

Disebut Londo Ireng oleh Prabowo, Jurnalis Malang Raya Gelar Aksi Demo

Senin, 27 Jul 2026
Pengerjaan Jalan Gondanglegi-Balekambang Capai 70 Persen
News

Pengerjaan Jalan Gondanglegi-Balekambang Capai 70 Persen

Senin, 27 Jul 2026
8 Peraih IKA-PMII Awards 2026. Foto/dok IKA PMII Kota Malang
News

Inspiratif, 8 Peraih IKA-PMII Awards 2026, Mulai Tokoh Senior, Sekjen PKB hingga Dosen

Senin, 27 Jul 2026
Graha Arshaka Resmi Dibuka, Jadi Pusat Aktivitas IKA-PMII Kota Malang
News

Graha Arshaka Resmi Dibuka, Jadi Pusat Aktivitas IKA-PMII Kota Malang

Senin, 27 Jul 2026
BSTC Berhasil Lepaskan Lebih dari 28 Ribu Tukik ke Habitat Alami
News

BSTC Berhasil Lepaskan Lebih dari 28 Ribu Tukik ke Habitat Alami

Minggu, 26 Jul 2026
Ubah Limbah Kertas Jadi Karya, Museum Singhasari Hadirkan Inovasi Edukasi Topeng Malang
News

Ubah Limbah Kertas Jadi Karya, Museum Singhasari Hadirkan Inovasi Edukasi Topeng Malang

Minggu, 26 Jul 2026
Next Post
Siswa di Kota Malang menyeberangi Sungai Brantas dengan menggunakan perahu rakit saat jembatan diperbaiki.

Menerjang Bahaya, Ratusan Siswa di Kota Malang Naik Perahu Rakit saat Jembatan Diperbaiki

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepeda Motor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang, 3 Orang Luka-luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 07222026 2
Advtm 07222026 1
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.