MALANG, Tugumalang.id – Seorang nelayan bernama Naridi (66) dilaporkan hilang di perairan Sendangbiru, Selasa (22/7/2025). Hingga hari kelima pencarian, pada Sabtu (26/7/2025), korban masih belum ditemukan.
Naridi dilaporkan hilang di perairan Gerojokan Sendangbiru yang berada sekitar 300 meter di timur Pulau Sempu. Di hari kelima, pencarian diperluas hingga jarak lima mil dari bibir pantai.
Korban merupakan warga Dusun Sendangbiru, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Di hari kejadian, seperti biasanya, korban berangkan mencari ikan dengan menggunakan perahu kecil atau yang disebut kunting dayung.
Baca juga: 2 Nelayan Tewas Dihantam Ombak saat Melaut di Kondangmerak
Korban berangkat pada pukul 04.00 dari rumah. Ia kemudian menyiapkan perahunya yang sepanjang 4,5 meter tersebut dan pergi menuju ke sekitar perairan Pulau Sempu.
“Dua jam kemudian, dua orang saksi yang sedang menebar jaring tak jauh dari lokasi korban memancing melihat perahu dalam kondisi terbalik,” ujar Kasatpolairud Polres Malang, AKP Yoyok Supandi.
Melihat perahu tersebut, kedua saksi mendekat dan mencoba membalik perahu. Setelah perahu kembali pada posisi awal, di dalamnya terlihat ada alat pancing serta plastik kresek merah yang berisi bekal makanan.
Kedua saksi kemudian melaporkan kejadian ini pada warga sekitar. Setelah perahu dievakuasi, warga melihat tulisan Kliwon di lambung perahu.
“Dari tulisan itu, mereka mengetahui pemiliknya adalah korban Naridi yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan,” terang Yoyok.
Warga kemudian melaporkan kejadian ini ke team Search and Rescue (SAR) serta Satpolairud Polres Malang dan Pos TNI AL. Pencarian telah berlangsung selama lima hari, namun belum membuahkan hasil.
Yoyok menyebut, pihaknya telah memperluas pencarian di hari kelima. Tiga search and rescue unit (SRU) telah diterjunkan untuk melakukan pencarian terhadap korban.
Baca juga: Pencarian Pemancing yang Hilang di Pantai Tanjung Sirap Dihentikan
SRU pertama bertugas menyisir laut mulai dari Pantai Tamban hingga Pantai Tiga Warna. SRU kedua menyisir darat di Pantai Sendiki. Sementara SRU ketiga menyisir darat di area Pantai Tiga Warna.
“Kami menerjukan satu SRU laut dan dua SRU darat,” kata Yoyok.
Salah satu kendala pencarian adalah ombak yang cukup tinggi, yakni antara 2,3 hingga 2,6 meter. Meski demikian, pencarian korban terus dilanjutkan di hari keenam, Minggu (27/7/2025) pagi.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko





























