Malang, Tugumalang.id – Gunung Bokong di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kota Batu, bisa menjadi pilihan bagi pendaki pemula. Gunung setinggi sekitar 1.746 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu dapat didaki dalam waktu satu hingga dua jam melalui jalur yang relatif landai.
Pendakian dimulai dari Basecamp Gunung Bokong di Jalan Abdul Gani Atas, Desa Pesanggrahan. Pendaki wajib registrasi sebelum berangkat menuju puncak.
Jalur didominasi jalan setapak tanah dengan beberapa tanjakan ringan. Sepanjang perjalanan, pendaki melewati hutan pinus, semak pegunungan, serta sejumlah area terbuka.
Baca juga: Rute Pendakian Gunung Bokong: Panduan Lengkap untuk Pendaki Pemula yang Wajib Tahu!
Saat cuaca cerah, Kota Batu terlihat dari ketinggian. Gunung Arjuno, Gunung Panderman, dan Gunung Banyak juga dapat terlihat dari sejumlah titik jalur pendakian.
Puncak Gunung Bokong dapat menjadi tempat menikmati matahari terbit maupun matahari terbenam. Pemburu sunrise biasanya mulai mendaki pada malam hingga dini hari. Sedangkan pendaki yang ingin menikmati sunset dapat berangkat pagi atau siang agar memiliki cukup waktu beristirahat di puncak sebelum turun.
Selain jalurnya yang relatif ringan, nama Gunung Bokong kerap mengundang rasa penasaran wisatawan. Sebutan yang unik itu membuat orang mencari tahu lokasi dan jalur pendakiannya.
Gunung Bokong dapat dikunjungi setiap hari. Tiket pendakian Rp20.000 per orang.
Baca juga: Perhutani KPH Malang Perpanjang Kerja Sama Pengelolaan Wisata Gunung Panderman, Buthak, dan Bokong
Di basecamp tersedia lahan parkir, toilet, musala, warung makan, dan pos registrasi. Pengelola juga menyediakan ojek menuju titik awal pendakian bagi pengunjung yang ingin menghemat tenaga atau mengurangi jarak berjalan kaki.
Tarif ojek Rp20.000 sekali jalan atau Rp40.000 pulang pergi (PP). Layanan tersebut cukup diminati wisatawan yang datang bersama keluarga. Harga tiket maupun tarif ojek dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan pengelola.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Dwiyana Khusnul Qotimah / Magang
editor: jatmiko


























