Selasa, Juni 2, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Asli Malang

Gerakan Eco-Enzyme, Warga Tlogomas Kelola Sampah Organik

Redaksi by Redaksi
September 26, 2021 5:17 pm
in Asli Malang
Drg Sri Susmindari, penggerak Gerakan Eco-Enzyme (EE) sedang memberikan penjelasan terkait komposisi produk EE. Foto: dok

Drg Sri Susmindari, penggerak Gerakan Eco-Enzyme (EE) sedang memberikan penjelasan terkait komposisi produk EE. Foto: dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Warga RW 08, Kelurahan Tlogomas, Kota Malang memantapkan gerakan Eco-Enzym (EE) yang sudah berjalan sejak 6 bulan terakhir. Kali ini, mereka mematangkan proses uji coba komposisi pencampuran berbagai bahan dari sampah organik, pada Minggu (26/9/2021).

Seperti diketahui, EE adalah cairan yang diproduksi dari fermentasi sampah organik seperti kulit buah dan sayuran yang nanti menghasilkan kandungan disinfektan karena adanya alkohol atau senyawa kimia asam.

READ ALSO

Relief Garudeya Candi Kidal Jadi Jejak Awal Lahirnya Garuda Pancasila

Makna Keris dan Tombak di Museum Singhasari, Bukan Sekadar Senjata

Dijelaskan drg Sri Susmindari, penggerak gerakan EE ini, sejak disosialisasikan pada 6 bulan terakhir, respon warga Tlogomas cukup positif. Hari ini saja, warga di tiap RT melakukan pematangan resep komposisi sekaligus praktik pembuatan EE yang ideal dan mendapat hasil yang memuaskan.

Sejumlah hasil produk EE warga RW 08 Kelurahan Tlogomas Kota Malang. Foto: dok

Menurut dia, gerakan EE ini perlu dibudayakan sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan, manfaat dari produk hasil frakmentasi limbah yang terutama berasal dari kulit buah dan sayuran dapat digunakan untuk berbagai keperluan tanpa risiko. Seperti digunakan untuk detoksifikasi racun pada tubuh, obat luka bakar, gatal gatal, pembasmi hama, memberikan nutrisi pada tanah, hingga mengurangi polusi udara.

”Kalau tidak percaya lihat ke rumah saya, semua tanaman bunga tampak lebih segar setelah saya memanfaatkan sedikit produk EE yang dicampur air,” kata dia.

Sementara itu, dukungan juga mengalir dari Ketua RW 08, Agung Win. Kata dia, jika gerakan ini terus menjadi bagian dari budaya di tiap rumah, tentu saja akan berkontribusi terhadap banyak hal. Terutama soal kebersihan lingkungan dan kesehatan keluarga.

”Bahkan jika memungkinkan, kampung ini akan mendeklarasikan sebagai kampung EE yang siapun dapat belajar di sini, juga dapat melakukan uji coba terapi mengatasi masalah kesehatan tanpa penggunakan zat kimia,” ucapnya.

Reporter: Ulul Azmy

Editor: Lizya Kristanti

Tags: kota malangmalangtlogomas

Related Posts

Candi kidal
Asli Malang

Relief Garudeya Candi Kidal Jadi Jejak Awal Lahirnya Garuda Pancasila

Senin, 1 Jun 2026
Museum Singhasari
Asli Malang

Makna Keris dan Tombak di Museum Singhasari, Bukan Sekadar Senjata

Selasa, 5 Mei 2026
Wisata sejarah di Kota Malang
Asli Malang

5 Destinasi Wisata Sejarah di Kota Malang yang Cocok untuk Liburan Edukatif

Senin, 23 Mar 2026
Kampung Budaya Polowijen, salah satu tempat wisata edukasi di Kota Malang yang menarik untuk dikunjungi. /Foto: Google Review Kampung Budaya Polowijen/Henny Chn.
Asli Malang

Rekomendasi Wisata Edukasi di Kota Malang: Tempat Asyik Belajar dan Liburan Bersama Keluarga

Jumat, 7 Nov 2025
Tanaman hias
Asli Malang

4 Surga Hijau di Malang Raya: Pusat Tanaman Hias Terlengkap dari Pasar Legendaris hingga Nursery Modern

Selasa, 4 Nov 2025
Candi Sumberawan, salah satu situs sejarah di Kabupaten Malang tepatnya terletak di Kecamatan Singosari yang menarik untuk dikunjungi. /Foto: Google Review Candi Sumberawan/Arie Nugraha.
Asli Malang

Jejak Masa Lalu Singosari: Destinasi Situs Sejarah yang Wajib Dikunjungi di Kabupaten Malang

Sabtu, 25 Okt 2025
Next Post
Cerita Prof Lily Montarcih Meraih Gelar Guru Besar Ilmu Hidrologi

Cerita Prof Lily Montarcih Meraih Gelar Guru Besar Ilmu Hidrologi

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Hujan Ringan! Prakiraan Cuaca Kota Malang Minggu 15 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.