Tugumalang.id – Semangat kebanggaan membeli produk lokal Indonesia menggaung dalam kegiatan Silaturahmi Nasional Indonesian Islamic Business Forum ke-16 2025 (Silatnas IIBF ke-16) yang digelar di Kota Batu, Jawa Timur pada Kamis (28/8/2025). Forum ini menjadi momentum menumbuhkan roda perekonomian dari bawah.
Diketahui, Silatnas IIBF ke-16 ini digelar di Kusuma Agrowisata Hotel, Kota Batu selama dua hari pada 28–30 Agustus 2025. Kegiatan ini mengusung tema “Merajut Harmoni Menguatkan Sinergi” yang dihadiri lebih dari seribu pebisnis dari seluruh Indonesia.
Baca Juga: Dimulai Besok! IIBF DPD Kota Malang Hadirkan Hal Baru di Event Islamic Business Exhibition 2024
Sejak berdiri pada 2009, IIBF telah berhasil memberi pendampingan usaha kepada lebih dari satu juta orang. Ajang Silatnas ini tak hanya menjadi ajang strategis untuk memperkuat jejaring bisnis nasional, tapi juga menjadi momen memperkuat sinergitas antar pelaku usaha dan juga pemerintah daerah di Malang Raya.
Mengusung tema ‘Merajut Harmoni, Menguatkan Sinergi’, kegiatan itu dihadiri para pemangku kebijakan di wilayah Malang Raya, seperti Wali Kota Batu dan Wawali Nurochman – Heli Suyanto, staf Ahli Wali Kota Malang dan Kabupaten Malang, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Dr. Iwan, termasuk juga dihadiri President sekaligus CEO IIBF Dr. (HC) Heppy Trenggono.
President IIBF Dr. (HC) Heppy Trenggono M.Kom
Founder menuturkan dalam Silatnas ke-16 kali ini, pihaknya masih terus menggaungkan Gerakan Beli Indonesia yang sudah dideklarasikan sejak 2011. Namun kali ini lebih pada penguatan sinergitas dengan pemerintah daerah. Salah satunya di Malang Raya.

Sebagai sebuah gerakan perekonomian di Indonesia, IIBF memang lebih fokus dalam mengembangkan karakter pengusaha, termasuk di dalamnya juga menguatkan sinergitas pelaku usaha untuk turut andil dalam pembangunan bangsa.
Baca Juga: Dimulai Besok! IIBF DPD Kota Malang Hadirkan Hal Baru di Event Islamic Business Exhibition 2024
”Salah satu kontribusi kita paling menonjol adalah lewat Gerakan Beli Indonesia itu tadi. Kita terus menggaungkan kesadaran itu ke seluruh lapisan masyarakat agar perekonomian nasional ini juga terus bertumbuh,” ungkapnya.
Bangun Kemandirian Ekonomi Bangsa
Hingga saat ini, menurut Heppy, serapan daya beli produk lokal masih rendah. Bahkan di beberapa sektor usaha masih dikuasai negara asing. Dengan menggerakkan bangga produk lokal, kata Heppy, kemandirian perekonomian bangsa bisa terwujud.
Untuk mewujudkan hal itu, pelaku usaha di sektor swasta kata dia perlu mendapat dukungan penuh. Kolaborasi dan sinergi inilah yang menjadi fokus IIBF hingga kini. ”Semua lapisan harus sadar soal ini, karena kemandirian ekonomi adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Sementara, Wali Kota Batu Nurochman menuturkan terima kasih dan apresiasi tinggi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Batu sebagai tuan rumah perhelatan IIBF tersebut.
“IIBF adalah acara penting dan menginspirasi kita semua. Terima kasih telah memilih Kota Batu menjadi tuan rumah kegiatan Silatnas IIBF ke-16. Ini merupakan kehormatan bagi kami,” ujarnya.
Cak Nur, sapaan akrabnya menegaskan bahwa ajang ini tak hanya jadi wadah silaturahmi antar pebisnis, tapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Gerakan Bangga Produk Lokal menjadi semangat yang sama oleh Pemkot Batu.
”Jadi kami sangat senang dengan semangat IIBF ini. Kami berharap ke depannya spirit IIBF membawa dampak bagi Kota Batu. Kami bisa mengenalkan produk UMKM kita berkolaborasi dengan IIBF untuk mendistribusikan ke wilayah-wilayah,” ungkapnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Dr. Iwan, turut menegaskan kontribusi kuat sektor UMKM dan industri manufaktur terhadap perekonomian daerah.
Dari sisi perdagangan, Jawa Timur terus membuka ruang agar menjadi kekuatan ekonomi antarprovinsi, dengan kontribusi 25 persen terhadap PDRB Pulau Jawa dan 14 persen terhadap PDRB nasional, terbesar kedua setelah Jakarta.
“Ekonomi Jatim pada triwulan II tumbuh sebesar 5,32 persen, di atas rata-rata nasional, dengan 67 persen ditopang oleh UMKM. Industri manufaktur berkontribusi hampir 31 persen terhadap ekonomi Jatim. Kita kuatkan produk kita, kita kuatkan pasar kita, dan buktinya Jatim terus berkontribusi dalam perekonomian nasional,” jelasnya.
Bangun Ekosistem Ekonomi Islami yang Inklusif
Sebagai informasi, dalam SILATNAS IIBF 2025 itu juga mengusung semangat pemberdayaan ekonomi umat, penguatan jaringan pengusaha muslim, dan kolaborasi kebangsaan.

Forum ini menjadi wadah untuk memperdalam wawasan bisnis berlandaskan nilai-nilai Islam, serta menikmati berbagai rangkaian acara seperti workshop, wide games, diskusi panel, hingga wisata kebersamaan.
SILATNAS IIBF 2025 dihadiri oleh sederet pembicara Nasional antara lain:
– Dr. (HC). H. Heppy Trenggono, M.Kom – Presiden IIBF & Penggagas Gerakan Beli Indonesia
– Prof. Dr. KH. Imam Suprayogo – Mantan Rektor dan Guru Besar UIN Malang
– Hj. Mulyani Hadiwijaya – Founder Dea Bakery dan Ikon Muslimah-Preneur
– Elly Risman, Psi & Risman Musa, Ph.D – Pakar Parenting dan Konsultan Keluarga
– Ust. Abdullah Murtadho (Gus Buyung) – Pengasuh Pondok Pesantren PIQ Singosari
– Ust. Alfin Shohih – Pendiri Pesantren Qur’an & Griya Tilawah
Melalui SILATNAS IIBF 2025, IIBF ingin menegaskan perannya dalam membentuk ekosistem bisnis Islami yang inklusif, kolaboratif, dan berdaya saing global, sekaligus memberikan ruang bagi pengusaha muslim untuk berjejaring, belajar, dan bertumbuh bersama.
“Kami percaya pengusaha muslim memiliki potensi besar untuk menjadi lokomotif ekonomi bangsa. Melalui forum ini, kita tidak hanya bicara bisnis, tetapi juga membangun karakter, keluarga, dan kebangsaan,” ujar Heppy.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A


















