Malang, Tugumalang.id – Penemuan fosil yang diduga sebagai dinosaurus termungil di dunia mengguncang pemahaman lama tentang sejarah evolusi. Dunia paleontologi dikejutkan oleh ditemukannya spesies dinosaurus baru berukuran setara ayam modern di Provinsi Burgos, Spanyol Utara.
Meski bertubuh kecil, spesies bernama Foskeia pelendonum ini membawa pesan besar tentang dinamika evolusi dinosaurus yang selama ini tersembunyi selama puluhan juta tahun. Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Papers in Palaeontology dan melibatkan tim peneliti internasional dari Argentina, Brasil, Belgia, serta Spanyol.
Diperkirakan, Foskeia pelendonum hidup sekitar 120 juta tahun lalu pada Periode Kapur Awal. Ukurannya yang hanya setara ayam menjadikannya salah satu dinosaurus Ornithischia terkecil yang pernah diketahui. Berdasarkan klasifikasi, spesies ini termasuk dalam kelompok Rhabdodontomorpha, yaitu dinosaurus herbivora berkaki dua.
Baca juga: 7 Rekomendasi Wisata Edukatif di Malang yang Cocok untuk Libur Sekolah
Bukti Fosil Dinosaurus Ungkap Miniaturisasi Alami
Para peneliti menegaskan bahwa fosil yang ditemukan bukan berasal dari bayi dinosaurus yang belum tumbuh sempurna. Melalui analisis histologi tulang yang dilakukan oleh Dr. Koen Stein, diketahui sedikitnya terdapat lima individu Foskeia dalam temuan tersebut, dengan satu di antaranya merupakan individu dewasa.
Temuan ini menegaskan bahwa ukuran kecil Foskeia pelendonum merupakan hasil proses evolusi miniaturisasi, bukan akibat pertumbuhan yang terhenti. Bahkan, hasil penelitian menunjukkan bahwa metabolisme dinosaurus ini mendekati karakteristik mamalia kecil atau burung, sebuah temuan yang jarang ditemukan pada dinosaurus herbivora.
Mengisi Celah Sejarah Evolusi Dinosaurus
Penemuan Foskeia pelendonum dinilai membuka bab penting dalam sejarah evolusi. Spesies ini membantu mengisi kekosongan data fosil selama sekitar 70 juta tahun dalam garis keturunan dinosaurus herbivora yang sebelumnya minim bukti.
Selain itu, para ahli juga menemukan anatomi tengkorak yang sangat kompleks dan tidak lazim. Meski berukuran kecil, struktur tengkoraknya dinilai unik dan tidak dapat disamakan sebagai versi mini dari Iguanodon. Hal ini memperkuat dugaan bahwa Foskeia merupakan cabang evolusi tersendiri yang berkembang secara mandiri.
Baca juga: Sensasi Bersepeda Sky Bike di Atas Hamparan Taman Bunga di Taman Rekreasi Selecta
Secara garis besar, analisis filogenetik menunjukkan bahwa Foskeia pelendonum memiliki kekerabatan dekat dengan Muttaburrasaurus dari Australia. Temuan ini mengindikasikan pola persebaran dinosaurus yang lebih luas dibandingkan perkiraan sebelumnya.
Para peneliti menduga Foskeia hidup di lingkungan hutan lebat. Dengan tubuh ringan serta kaki yang kuat, dinosaurus ini mengandalkan kecepatan ledak untuk bergerak dan menghindari predator. Adaptasi giginya juga menunjukkan kemampuan yang sangat efisien dalam mengonsumsi tumbuhan sesuai habitatnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko
























