Tugumalang.id – Film Joko Anwar non horor menunjukkan bahwa ia tidak hanya dikenal sebagai sutradara film horor. Ia juga membuat banyak film di luar horor yang tidak kalah menariknya.
Melalui film-film ini, terlihat bahwa Joko Anwar mampu menggarap berbagai genre film, seperti romantis, drama, sampai superhero. Berikut beberapa film non-horor Joko Anwar yang menunjukkan keberagaman karyanya.
Daftar Film Non-Horor Joko Anwar
1. Janji Joni (2005)
Film ini menceritakan janji seorang pengantar roll film bernama Joni yang diperankan oleh Nicholas Saputra, untuk selalu mengantar film ke bioskop tepat waktu.
Baca Juga: 5 Film Guillermo del Toro yang Wajib Ditonton Pecinta Fantasi dan Gotik
Lalu dia jatuh cinta dengan seorang wanita cantik yang diperankan oleh Mariana Renata, yang berjanji akan memberitahu namanya hanya jika Joni berhasil mengantarkan roll film tepat waktu.
Film ini ringan, lucu, dengan dialog natural dan cerita yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
2. Quickie Express (2007)
Film komedi dewasa ini menceritakan tiga pemuda bernama Jojo (Tora Sudiro), Marley (Amink), dan Piktor (Lukman Sardi) yang bekerja sebagai gigolo di sebuah layanan pesan antar khusus orang dewasa.
Lewat pekerjaan mereka, film ini menyoroti kehidupan para pekerja dan perempuan muda yang terlibat di dalamnya.
Walaupun kontroversial, film ini sebenarnya membahas tentang persahabatan, ekonomi, dan perjuangan untuk hidup di kota.
3. Kala (2007)
Kala adalah film thriller neo-noir yang mempunyai suasana yang gelap dan misterius. Film ini bercerita tentang seorang jurnalis yang menyelidiki kasus misterius di kota yang penuh korupsi.
Baca Juga: Rekomendasi 4 Film yang Dibintangi Ariel Tatum, Bergenre Drama hingga Petualangan
Eros (Ario Bayu) seorang polisi dan Janus (Fachri Albar) seorang wartawan mulai terlibat dalam penyelidikan kasus misterius yang mengarah pada rahasia besar tentang kota tempat mereka tinggal.
Lewat Kala, Joko Anwar menunjukkan bahwa film bisa menjadi media untuk membahas sejarah, kekuasaan, dan kebenaran.
4. A Copy of My Mind (2015)
Film bergenre drama romantis ini menceritakan tentang kisah cinta antara Sari seorang pegawai salon yang diperankan oleh Tara Basro, dan Alek, penerjemah DVD bajakan yang diperankan oleh Chicco Jerikho, di tengah hiruk-pikuk politik Jakarta.
Kehidupan mereka berubah ketika tanpa sengaja terlibat dalam konflik besar yang membuat cinta mereka diuji.
Film ini memperlihatkan gaya penyutradaraan Joko Anwar yang sederhana, realistis, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
5. Gundala (2019)
Gundala adalah film superhero yang diadaptasi dari komik legendaris. Film ini mengisahkan Sancaka, seorang pemuda yang tumbuh di jalanan keras dan memiliki fobia pada petir.
Setelah tersambar petir, ia tiba-tiba memiliki kekuatan luar biasa dan menggunakan kekuatannya untuk melawan ketidakadilan dan melindungi masyarakat dari ancaman besar.
Film ini menjadi proyek besar dengan efek visual dan adegan aksi yang intens, namun di balik aksinya tetap membahas ketimpangan sosial dan keadilan.
Film-film non-horor Joko Anwar di atas membuktikan bahwa ia bukan hanya ahli membuat cerita seram. Ia mampu mengangkat tema cinta, politik, dan kehidupan sosial dengan cara yang menarik dan mudah dipahami.
Dari film romantis ringan sampai superhero penuh aksi, Joko Anwar konsisten menghadirkan cerita yang relevan dengan masyarakat.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Intan Adelia/Magang
Editor: Herlianto. A





























