MALANG, Tugumalang.id – Fakta menarik Pertalite menjadi topik hangat di kalangan masyarakat, terutama setelah munculnya kasus motor mogok setelah diisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah wilayah.
Kasus Pertalite bikin motor mogok di beberapa wilayah Jawa Timur, banyak pemilik sepeda motor melaporkan mesin kendaraan mereka mogok, brebet, dan kehilangan tenaga setelah mengisi bahan bakar jenis Pertalite di SPBU tertentu.
Kasus ini memicu kekhawatiran sekaligus perdebatan luas, apakah ada masalah kualitas pada Pertalite yang selama ini dikenal sebagai bahan bakar dengan oktan 90 yang cukup ramah di kantong.
Baca Juga: Nelayan Keluhkan Ketersediaan Pertalite, Pemkab Malang Tunggu Kebijakan Pusat
Berikut ini beberapa fakta-fakta menarik yang perlu diketahui publik seputar Pertalite dan peristiwa motor mogok yang tengah jadi perhatian publik.
Fakta Menarik Pertalite dan Kasus Motor Mogok
1. Kejadian Mogok Massal di Jawa Timur
Fenomena motor mogok dan brebet banyak terjadi di wilayah Bojonegoro, Tuban, Sidoarjo, Lamongan, dan Kediri sejak 24 Oktober 2025 kemarin. Ratusan motor dengan keluhan serupa datang ke bengkel, dengan motor yang paling banyak terdampak adalah motor dengan sistem injeksi.
2. Gejala Motor Setelah Isi Pertalite
Motor mengalami tarikan berat, mesin tersendat atau brebet, bahkan busi cepat mati sehingga motor sulit dinyalakan atau mogok.
3. Penyebab Dugaan Awal
Dugaan awal dari mekanik dan warga menyatakan adanya campuran etanol atau bahan lain yang tidak sesuai standar dalam Pertalite yang beredar.
Namun, pihak Pertamina memastikan bahwa seluruh proses distribusi dan kualitas Pertalite sudah sesuai SOP dan telah diuji di laboratorium sehingga aman digunakan.
Baca Juga: Heboh Kabar BBM Naik, Pertalite di SPBU Kota Batu Mendadak Habis
4. Solusi Sementara Bengkel
Penanganan yang dilakukan bengkel yaitu menguras tangki bahan bakar dan mengganti busi. Setelah itu, motor dapat berjalan normal kembali, tetapi keluhan kembali muncul jika menggunakan Pertalite dari sumber yang sama.
5. Pemeriksaan dan Penyelidikan Resmi
Pihak kepolisian bersama Pertamina melakukan inspeksi dan pengambilan sampel BBM di sejumlah SPBU yang diduga bermasalah. Sampel yang diuji menunjukkan tidak ditemukan kandungan air atau zat pencemar lain yang melanggar standar pada Pertalite.
6. Respons Pertamina
Pertamina telah meminta maaf atas keresahan masyarakat dan menyatakan komitmen untuk mengevaluasi distribusi dan mutu bahan bakar demi kenyamanan konsumen. Pihaknya juga membuka posko pengaduan untuk menerima laporan dari masyarakat.
7. Dampak Sosial dan Viral di Media Sosial
Kasus ini viral dan menjadi pembicaraan hangat di media sosial, menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengguna motor, terutama yang menggunakan Pertalite sebagai bahan bakar pilihan hemat mereka.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Herlianto. A





























