Rabu, Oktober 14, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Dugaan Penyebab Meninggalnya Korban Tragedi Kanjuruhan, Direktur RSUD Kanjuruhan: Trauma dan Asfiksia

Redaksi by Redaksi
Oktober 31, 2022 7:29 pm
in Peristiwa
Suasana pemakaman salah satu korban Tragedi Kanjuruhan. Foto: Aisyah Nawangsari

Suasana pemakaman salah satu korban Tragedi Kanjuruhan. Foto: Aisyah Nawangsari

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang – Hingga kini, belum diketahui penyebab pasti meninggalnya 135 korban Tragedi Kanjuruhan. Ada beberapa kesamaan kondisi korban yang meninggal. Dua di antaranya adalah trauma dan asfiksia.

Dari 21 korban meninggal yang dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan, disebutkan dugaan penyebab kematian mereka adalah trauma akibat terinjak-injak dan sesak napas akibat asap dan kekurangan oksigen (Asfiksia).

READ ALSO

Wali Kota Batu Napak Tilas Leluhur ke Makam Mbah Batu

Konflik Tetangga di Kota Batu Gara-Gara Bakar Sampah Berakhir Damai

“Korban mengalami gangguan pernapasan akibat asap dan kekurangan oksigen, juga terinjak-injak, itu menjadi satu. Itu semua kompilasi yang memperberat kondisi,” ujar Direktur RSUD Kanjuruhan, dr Bobi Prabowo, Minggu (2/10/2022).

Namun ia menekankan perlu dilakukan kajian lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.

“Perlu kajian-kajian lagi yang mendalam untuk mengetahui penyebab utama kematian para korban,” imbuhnya.

Untuk korban yang kulitnya terlihat menghitam, Bobi menjelaskan korban tersebut mengalami iritasi karena gas air mata.

“Selain itu, proses kematian juga bisa mempengaruhi,” imbuhnya.

Sementara data korban meninggal di Wava Husada tercatat sebanyak 73 orang. 58 di antaranya langsung teridentifikasi dan diserahkan ke keluarga. Sisanya tidak segera teridentifikasi sehingga harus dibawa ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang.

Humas RS Wava Husada, Tri Rahayu Andayani mengatakan bahwa pihak rumah sakit tidak melakukan visum pada korban sehingga tidak diketahui penyebab kematian mereka.

“Untuk penyebab meninggal korban, kami tidak melakukam visum,” ujarnya saat ditemui, Rabu (5/10/2022).

Dalam konferensi pers di Posko Crisis Center Dinas Kesehatan Kabupaten Malang pada Kamis (13/10/2022), Kabid Dokkes Polda Jawa Timur Kombes Pol dr Erwinn Zainul Hakim mengatakan bahwa dari hasil pemeriksaan dokter forensik, ditemukan gejala asfiksia pada korban meninggal. Ia juga menyebut bahwa di sebagian besar korban tidak ditemukan adanya trauma.

Namun pemeriksaan ini hanya dilakukan pada korban meninggal di rumah sakit milik pemerintah, yaitu RSUD Kanjuruhan, RSSA, dan RS Bhayangkara Hasta Brata Batu.

“Untuk RS non fasilitas pemerintah, kami tidak ada datanya. Hanya ada catatan bahwa korban sudah dibawa pulang oleh keluarga masing-masing,” imbuh Erwinn.

Pada korban meninggal bernama Reyvano Dwi Afriansyah, diketahui terjadi luka dan pembengkakan pada bagian kepala. Namun tidak disebutkan diagnosa akhir atau apa yang menyebabkan kematiannya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Wiyanto Wijoyo mengatakan bahwa luka di kepala tersebut bisa disebabkan oleh trauma karena terinjak atau berdesak-desakan.

“Diagnosa awalnya adalah superficial injury of head. Untuk detail klinisnya saya tidak mendalami itu,” kata Wiyanto.

Keluarga korban Reyvano juga mengatakan bahwa almarhum juga mengalami patah di tulang bahu.

“Di sini (bahu) patah. Tapi yang lebih tahu istri saya,” ujar Arif Yuliarto, ayah dari Reyvano saat ditemui, Jumat (21/10/2022).

Untuk korban meninggal Farzah Dwi Kurniawam Jhovandha (20), Wiyanto membeberkan sejumlah diagnosa terakhir yang dialami almarhum.

Farzah disebutkan mengalami edema cerebri (pembengkakan otak), pneumoni (infeksi paru-paru), diffuse brain injury (cedera otak), syok sepsis (infeksi yang meluas), observasi kejang, dan patah tulang sphenoidalis kiri.

“Kemungkinan korban sudah tertular (COVID-19) sebelum kejadian. Itu memperberat kerja paru-parunya yang mengalami pneumoni,” kata Wiyanto saat konferensi pers di kantor Dinkes Kabupaten Malang, Senin lalu (24/10/2022).

Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
editor: jatmiko

Tags: asfiksiaHeadlineKorban Tragedi KanjuruhanRSUD Kanjuruhantragedi kanjuruhantraumatrauma dan asfiksia

Related Posts

Wali Kota Batu Nurochman beserta jajaran saat ziarah makam Mbah Batu jelang HUT Kota Batu ke-25. Foto: Dok.
Peristiwa

Wali Kota Batu Napak Tilas Leluhur ke Makam Mbah Batu

Rabu, 14 Okt 2026
Konflik Tetangga di Kota Batu Gara-Gara Bakar Sampah Berakhir Damai
Peristiwa

Konflik Tetangga di Kota Batu Gara-Gara Bakar Sampah Berakhir Damai

Rabu, 14 Okt 2026
Krisis BBM Kota Malang, Ini Jadwal Distribusi Pertamina
Peristiwa

Krisis BBM Kota Malang, Ini Jadwal Distribusi Pertamina

Selasa, 13 Okt 2026
Evakuasi jasad nenek sebatang kara meninggal di Pujon, Malang. Foto: Dok.
Peristiwa

Nenek Sebatang Kara di Pujon Malang Ditemukan Meninggal

Kamis, 8 Okt 2026
Kebakaran Hebat di Toko Ogan Kota Malang, 1 Korban Terjebak Berhasil Diselamatkan
Peristiwa

Kebakaran Hebat di Toko Ogan Kota Malang, 1 Korban Terjebak Berhasil Diselamatkan

Kamis, 1 Okt 2026
Sekda Kota Batu Alfi Nurhidayat bersama jajaran saat sidak ke TPS Pesanggrahan. Foto: Azmy
Peristiwa

Sekda Kota Batu Sidak Dugaan Pembakaran Sampah secara Liar di TPS Pesanggrahan

Rabu, 30 Sep 2026
Next Post
Tamu Rumah makan ambil ponsel milik karyawan rumah makan

Viral, Tamu Sekeluarga Diduga Ambil Ponsel Karyawan Rumah Makan di Kota Malang

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.