MALANG, Tugumalang.id – Anggota DPRD Kota Malang dari Fraksi PKS, Rendra Masdrajad Safaat, menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ia menilai perlindungan terhadap pelaku UMKM dan masyarakat bawah harus menjadi prioritas utama, termasuk di Kota Malang.
Menurut Rendra, pelemahan rupiah hingga kisaran Rp17.400-Rp17.600 per USD memberikan tekanan besar terhadap stabilitas ekonomi nasional. Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung pada kenaikan biaya produksi, terutama karena sekitar 70-80 persen bahan baku masih bergantung pada impor.
“Pelemahan rupiah ini paling berat dirasakan oleh UMKM dan masyarakat bawah. Harga bahan baku naik,” ucapnya.
Rendra menjelaskan, kenaikan harga bahan baku berimbas pada meningkatnya harga kebutuhan pokok berbasis impor, seperti tempe, tahu, dan minyak goreng. Situasi itu membuat masyarakat berpenghasilan rendah harus mengalokasikan sebagian besar pendapatannya untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
“Kenaikan harga tempe, tahu, dan minyak goreng ini yang paling saya khawatirkan karena yang terkena dampak paling besar justru masyarakat bawah,” ungkapnya.
Baca juga: Rendra Masdrajad Safaat Serap Aspirasi Warga Soal Maraknya Peredaran Minuman Beralkohol di Kota Malang
Dorong Relaksasi dan Dukungan Pembiayaan UMKM
Di tengah tekanan ekonomi tersebut, Rendra mendorong pemerintah segera memberikan relaksasi bagi pelaku UMKM. Menurutnya, langkah itu penting agar usaha kecil tetap mampu bertahan dan menjaga roda perekonomian masyarakat.
Ia menilai sejumlah kebijakan yang dapat dilakukan antara lain:
- Insentif pajak bagi pelaku UMKM
- Penundaan bea masuk
- Dukungan pembiayaan UMKM
- Kemudahan akses bantuan usaha
“Pemerintah harus segera memberikan relaksasi bagi UMKM, minimal insentif pajak dan dukungan pembiayaan UMKM agar mereka tidak terbebani,” tegasnya.
Baca juga: DPRD Kota Malang Soroti Kinerja Pemkot dalam Paripurna LKPJ, Masalah Klasik Diminta Tak Berulang
Pemkot Malang Diminta Perkuat Bantuan Sosial
Selain pemerintah pusat, Rendra juga meminta Pemerintah Kota Malang turut mengambil langkah konkret untuk melindungi masyarakat bawah dari dampak pelemahan rupiah dan kenaikan harga kebutuhan pokok.
Ia menekankan pentingnya bantuan yang tepat sasaran, mulai dari bantuan pangan hingga subsidi energi bagi masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, Pemkot Malang juga perlu memperhatikan bantuan transportasi bagi pekerja informal serta menambah anggaran bantuan sosial agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
“Pemkot Malang harus bergerak melalui bantuan pangan dan subsidi energi yang tepat sasaran agar tidak menambah beban masyarakat bawah,” pungkasnya.
Rendra berharap langkah cepat dari pemerintah pusat maupun daerah dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan pelaku UMKM tetap bertahan di tengah tekanan ekonomi global.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis
redaktur: jatmiko
























