Tugumalang.id – Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang menciptakan mesin roasting kopi berteknologi canggih. Rencananya, mesin ini akan digunakan untuk membantu mengembangkan dan meningkatkan kualitas produksi kopi masyarakat lokal di Desa Sumberdem, Wonosari, Kabupaten Malang.
Dosen Teknik Mesin ITN Malang, Dr Aladin Eko Purkuncoro didampingi sejumlah mahasiswanya mensimulasikan operasional mesin roasting itu di kampus ITN Malang pada Selasa (10/12/2024). Mesin canggih itu cukup efektif dalam memangkas waktu proses produksi kopi. Bahkan bisa menghasilkan cita rasa yang lebih optimal.
Mesin itu dia kembangkan bersama dosen lain seperti Eko Budi Santoso selaku dosen Teknik Mesin dan Ir Eko Nurcahyo selaku dosen Teknik Listrik ITN Malang. Mesin ini dibuat dengan teliti dan tepat sasaran.
Baca Juga: Mahasiswa ITN Malang Raih Gelar Juara 2 Internasional Plant Design Competition Derrick 2024

Melalui skema teknologi tepat guna, mesin roasting ini diciptakan untuk mampu meningkatkan kualitas cita rasa dan jumlah produksi kopi di Sumberdem. Terlebih, masyarakat Sumberdem juga memiliki spirit untuk menghasilkan kopi yang mampu menembus pasar internasional.
“Kopi di Sumberdem itu masih alami, masih manual proses produksinya. Namun pemasarannya di lokalan saja. Sementara itu ternyata ada buyer dari Amerika sampai Belanda. Jadi kami hadirkan mesin ini untuk mendukung kopi Sumberdem bisa ekspor,” kata Aladin.
Baca Juga: Kolaborasi ITN Malang dan Kementerian PUPR, Hadirkan Sertifikasi Kompetensi bidang Konstruksi Gratis
Aladin mengatakan bahwa pasar internasional memiliki standar dalam mencari produk kopi terbaik untuk memenuhi kebutuhan domestik di negaranya. Mulai dari warna, kadar air, kekhasan cita rasa produk dan lainnya.

Untuk itu, mesin roasting yang dibuat tersebut juga didukung dengan teknologi canggih. Bahkan bisa diatur temperatur mesin hingga kopinya. Lalu juga dilengkapi komponen mengaduk kopi agar kematangan kopi merata. Hal ini relevan untuk menentukan kadar air dari kopi yang dihasilkan.
“Mesin roasting hubungannya kan dengan panas. Maka di alat ini kami berikan indikator ET sebagai pengatur temperatur di tungku mesin. Kemudian BT sebagai pengatur temperatur kopinya,” kata dia.
Menariknya, mesin ini juga terhubung dengan sofware digitalisasi. Software ini dikembangkan langsung melalui kolaborasi para dosen ITN Malang. Software ini memungkinkan kinerja dan indikator indikatornya bisa dipantau melalui PC maupun ponsel.
“Jadi indikator indikator mesin ini bisa dilihat dan dioperasikan lewat laptop ataupun HP,” ujarnya.
Melalui mesin dengan kapasitas produksi sekitar 50 kilogram itu, pihaknya berharap bisa meningkatkan kualitas kopi di Desa Sumberdem, Malang. Dengan demikian, kopi di sana bisa menembus pasar ekspor dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A





























