Tugumalang.id – Masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah Malang Raya memang sedang dihadapkan dengan ancaman bencana akibat cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang dalam beberapa kurun waktu terakhir. Kondisi itu memang memunculkan kekhawatiran tersendiri.
Dalam kondisi itu, meski di satu sisi hujan juga membawa berkah, ajaran Islam juga mengajarkan pada kita untuk memohon kepada Allah SWT agar hujan segera berhenti dan langit kembali cerah. Berikut aadalah panduan mengenai doa meminta hujan reda beserta adabnya.
Doa Saat Hujan Lebat Berisiko Bencana
Ketika Rasulullah SAW melihat hujan yang sangat lebat dan dikhawatirkan membawa mudarat, beliau membaca doa berikut:
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Akan Melanda Malang hingga Akhir Januari 2026
“Allahumma hawaalaina walaa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wadh dhiroobi, wa buthuunil audiyati, wa manaabitisy syajari.”
Artinya:
“Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, berilah hujan ke dataran tinggi, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.” (HR. Bukhari & Muslim)
Makna di Balik Doa Ini
Menariknya, doa ini tidak secara frontal meminta hujan berhenti total. Namun sebaliknya, doa ini memohon agar hujan dipindahkan ke tempat yang lebih membutuhkan seperti hutan atau lahan resapan sehingga menjauh dari pemukiman yang berpotensi banjir. Ini menunjukkan sikap tawadhu kita terhadap rahmat Tuhan.
Lebih lanjut, agar doa lebih mustajab, perhatikan beberapa hal berikut:
– Tetap Bersyukur
Jangan mengeluh atau mencaci cuaca karena bagaimana pun, air adalah sumber kehidupan.
– Yakin dengan Kekuasaan-Nya
Menyadari bahwa hanya Allah yang mampu menggerakkan awan dan mengatur arah angin.
– Membaca Selawat
Awali dan akhiri doa dengan selawat kepada Nabi Muhammad SAW agar doa lebih mudah terangkat.
– Berdoa di Waktu Mustajab
Saat hujan turun sebenarnya adalah salah satu waktu paling mustajab untuk berdoa. Manfaatkan momen tersebut untuk meminta keselamatan.
Tips Tambahan Saat Cuaca Ekstrem
Selain berdoa, usaha lahiriah (ikhtiar) juga sangat penting dilakukan seperti memantau saluran air. Pastikan tidak ada sumbatan sampah di sekitar rumah. Warga juga diimbau mengurangi mobilitas saat terjadi badai jika tidak dalam kondisi darurat.
Baca Juga: Jelang Libur Nataru, Disporapar Kota Malang Imbau Pelaku Wisata Waspada Cuaca Ekstrem
Semoga doa-doa kita dikabulkan dan hujan yang turun membawa manfaat bagi bumi, bukan bencana bagi penghuninya. Jangan lupa juga mengaktifkan alarm siaga darurat bencana ya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A





























