Tugumalang.id – Haul ke-50 untuk memperingati KH Achmad Dachlan di kawasan Sanan, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang berlangsung sukses dan penuh khidmat. Rangkaian kegiatan digelar selama empat hari berturut-turut, mulai Minggu (26/4/2026) hingga Rabu malam (29/4/2026).
Kegiatan diawali pada Minggu (26/4/2026) dengan pembacaan selawat Ishari yang diikuti sekitar 100 jemaah dari berbagai daerah di Malang Raya. Suasana religius terasa sejak awal, dengan lantunan selawat yang menggema dan mempererat kebersamaan umat.
Baca Juga: KH Thoha Abrori: Wali Allah Dirahasiakan agar Kita Tak Saling Meremehkan
Memasuki Senin malam (27/4/2026), agenda dilanjutkan dengan pembacaan manaqib Syekh Abdul Qadir al-Jailani serta selawat bersama jemaah Majelis Al Khidmah. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi spiritual, mengingat keteladanan para wali Allah.

Pada Selasa malam (28/4/2026) hingga Rabu sore (29/4/2026), jemaah melaksanakan khataman Al-Qur’an. Rangkaian ibadah ini menjadi bentuk doa bersama untuk almarhum sekaligus memperkuat nilai-nilai keimanan di tengah masyarakat.
Puncak acara digelar pada Rabu malam (29/4/2026) mulai pukul 19.30 WIB hingga 23.00 WIB. Tausiyah disampaikan oleh KH Lukman Syafi’i asal Selopuro, Blitar, yang mampu mencairkan suasana dengan gaya ceramah penuh guyonan khas.
Dalam ceramahnya, KH Lukman menekankan pentingnya berbakti kepada orang tua.
Baca Juga: Mengenal KH Achmad Dachlan, Kiai Asal Sanan Kota Malang yang Hari Wafatnya Diperingati Tiga Hari Berturut-Turut
“Orang tua tidak jarang menjual perhiasan, bahkan meminjam ke teman demi menghidupi anak. Tapi ketika dewasa, anak justru merepotkan orang tua lagi,” ujarnya, yang disambut gelak tawa jemaah.

Ia menambahkan, kemuliaan seseorang di hadapan Allah tidak hanya diukur dari kesuksesan duniawi.
“Anak yang mungkin tidak terlalu sukses tapi berbakti, itu lebih mulia daripada yang sukses besar tapi tidak berbakti,” tegasnya.
KH Lukman juga menjelaskan bahwa haul memiliki makna penting sebagai sarana mengenang teladan dan prestasi ulama. Ia menyebut, KH Achmad Dachlan memiliki sanad keilmuan yang kuat, dengan guru seorang wali Allah dari Madura, serta murid-murid yang juga menjadi tokoh berpengaruh.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya meluruskan niat dalam beribadah.
“Ibadah itu tujuannya mencari ridho Allah SWT dan Rasul-Nya, bukan semata-mata untuk dunia. Karena banyak juga yang tidak ibadah hidupnya tetap tenang,” ungkapnya.
Diketahui, KH Achmad Dachlan merupakan pejuang dan penyebar agama Islam di wilayah Sanan, Purwantoro. Selama hidupnya, beliau dikenal istikamah dalam mengaji, salat berjemaah, serta melakukan berbagai amal kebaikan.

Karena keistikamahannya, beliau juga dikenal memiliki berbagai karomah. Salah satunya, menurut penuturan pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Mujtahidin Al Dachlany, KH Zainul Abidin, almarhum disebut telah mengetahui waktu wafatnya sebelum ajal menjemput.
Haul ke-50 ini pun menjadi bukti bahwa jejak dakwah dan keteladanan KH Achmad Dachlan terus hidup dan menginspirasi generasi hingga hari ini.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Irham Thoriq
Editor: Herlianto. A


















