Sabtu, Oktober 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Mengenal KH Achmad Dachlan, Kiai Asal Sanan Kota Malang yang Hari Wafatnya Diperingati Tiga Hari Berturut-Turut

Redaksi by Redaksi
Mei 30, 2023 6:59 am
in Peristiwa
Kiai asal Sanan Kota Malang

KH Achmad Dahlan ketika masih hidup. Foto: dok.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Warga kampung tempe, Sanan, Kota Malang punya gawe. Dalam tiga hari ini, mulai Minggu (28/5/2023) hingga Selasa (30/5/2023), warga di daerah tersebut memperingati atau menggelar Haul ke-47 KH Achmad Dachlan (Alm).

Lantas siapa sebenarnya KH Achmad Dahlan sehingga membuat wafatnya selalu diperingati dengan cukup besar saban tahun. Apa keutamaan dia semasa hidupnya, serta hal baik apa yang bisa kita ambil dari KH Achmad Dahlan?.

READ ALSO

Cara Andreas Eddy Susetyo Bangun Ekonomi Hijau di Pesisir Malang

Geger Antrean BBM Mengular, Wali Kota Malang Sidak SPBU Mergan

Penampilan Ishari dari berbagai wilayah dalam rangka Haul ke-47 KH Achmad Dachlan di Sanan, Kota Malang. Foto: Irham Thoriq

Berdasarkan data yang dihimpun tugumalang.id dari keluarga dan santri beliau, KH Achmad Dahlan adalah pria asli Urung-Urung, Kabupaten Pasuruan. Sekitar tahun 1940–an atau sebelum kemerdekaan, beliau hijrah ke Sanan, Kota Malang, setelah mempersunting Hj Siti Aisyah. Aisyah adalah puteri dari H Abdurrahman yang dikenal sebagai orang kaya Sanan waktu itu.

Layaknya pernikahan zaman dahulu, Dachlan muda dan Hj Siti Aisyah menikah karena perjodohan. Tidak lama setelah menikah, karena H Abdurrahman adalah orang kaya waktu itu, lantas KH Dachlan dan Hj Siti Aisyah dinaikan haji.

”Ceritanya sebelum haji, beliau berdua belum begitu akrab, baru ketika Haji itulah, ada yang menyebut saat momen di Kapal Laut atau di atas unta, keduanya bisa dibilang klik dan menemukan kecocokannya,” kata M Nanang Choiruddin, salah seorang cicit KH Achmad Dahlan.

BACA JUGA: Mengenang KH Abdurrahman Wahid Sebagai Bapak Tionghoa di Haul Gus Dur ke-13

Sebelum menikah, KH Achmad Dahlan sudah mempunyai bekal ilmu agama yang kuat. Berdasarkan cerita dari mulut kemulut, ada dua versi soal di mana KH Achmad Dahlan belajar ilmu Agama.

”Ada yang menyebut beliau belajar Ilmu Agama di Mbah Nyemplong Madura, ada yang menyebut di Mbah Bungkuk, Singosari,” imbuh pria yang berprofesi sebagai dosen di UIN Maliki Malang ini.

Salah satu rangkaian acara Haul ke-47 KH Achmad Dachlan di Sanan, Kota Malang. Foto: irham thoriq.

Selain itu, menurut Nanang, ada yang mengatakan bahwa dulu beliau pernah menimba ilmu ke mbah Kholil Bangkalan dan Kyai Nawawi Sidogiri.

Berlandaskan pengetahuan Ilmu Agama itulah, KH Achmad Dahlan mengajar mengaji dan ilmu agama lainnya di Sanan, Kota Malang. Awalnya, KH Achmad Dahlan mengajar di Gang X atau di sekitar rumah mertuanya.

Baru sekitar tahun 1943, KH Achmad Dahlan pindah ke Sanan Gang 3, Kota Malang. Di tempat ini, KH Achmad Dahlan mendirikan Mushola dan Pesantren Raudlatul Mujtahidin. Belakangan, Mushola dan Pesantren ini, lebih dikenal sebagai Raudlatul Mujtahidin Al Dachlany. Nama ini merupakan salah satu penghormatan terhadap sang pendiri.

Salah satu rangkaian Haul ke-47 KH Achmad Dachlan di Sanan, Purwantoro, Blimbing, Kota Malang. Foto: irham thoriq

Di Pesantren tersebut, KH Achmad Dachlan mengajar sejumlah kitab seperti kitab Al Hikam, Ta’lim Muta’alim, dan lain sebagainya. Adapun santrinya berasal dari Cirebon, Demak, Kudus, Surabaya, Jember, Banyuwangi, Mojokerto, Kertosono, Jombang, Nganjuk, Semarang, Gondanglegi, Cilacap. ”Santri beliau banyak menjadi kiai di daerahnya masing-masing,” katanya.

Konsisten atau Istiqomah Adalah Jalan yang Dipilih

Musonep,48 tahun, salah seorang santri generasi kedua dari Pesantren Raudlatul Mujtahidin bercerita, sebagai seorang kiai, KH Achmad Dachlan tidak hanya pandai berkhutbah atau berceramah saja. Beliau adalah seorang kiai yang konsisten ketika melakukan sesuatu.

”Saya mendapatkan cerita, beliau setiap sore jalan kaki mencari lebah untuk diambil madunya, mungkin madunya dibuat minum buat kesehatan, dan itu beliau konsisten melakukan setiap sore,” kata pria asal Demak yang sudah menetap di Sanan ini.

Pengumuman soal puncak Haul ke-47 KH Achmad Dachlan.

Selain itu, dalam hal kecil seperti membuang putung rokok, KH Achmad Dachlan setiap hari selalu membuang putung rokok di tempat yang sama.

”Dan katanya waktu buangnya selalu sama persis setiap hari, jadi beliau peduli kebersihan dan disiplin,” imbuhnya.

Musonep juga menyebut kalau apa yang dinyatakan KH Achmad Dachlan itu, sering benar terjadi.

”Misal beliau memprediksi bahwa anak pertamanya yakni H Utsman, kalau gak jadi orang kaya beneran, ya jadi ulama beneran. Ternyata betul beliau jadi orang kaya beneran,” katanya.

”Selain itu beliau juga berhasil membuat daerah Sanan yang dulu bisa disebut daerah banyak maksiat seperti judi, diubah menjadi kampung santri,” imbuhnya.

Diketahui, H Utsman (Alm) adalah salah seorang pengusaha kerupuk besar di Sanan dan cukup berada. Sejumlah anaknya, kini meneruskan dengan beberapa di antaranya menjadi pengusaha Keripik Tempe besar di Sanan. KH Achmad Dachlan wafat sekitar tahun 1977 dengan meninggalkan 9 anak yang hidup hingga dewasa.

”Kalau total anaknya ada yang menyebut 16, 17 dan 18, tapi yang hidup waktu itu 9, yang lain kayaknya wafat di kandungan atau ketika kecil,” kata M Nasir, Ketua Pelaksana Haul ke-47 yang juga cicit KH Achmad Dachlan.

Musonep, salah seorang santri generasi kedua KH Achmad Dachlan. Foto: irham thoriq.

Setelah KH Achmad wafat, pesantren diteruskan generasi kedua, yakni KH Muzammil Dachlan (Alm). Saat ini, pesantren tersebut dipimpin generasi ketiga yakni KH Zainul Abidin.

Terkait pelaksaan Haul, Nasir menyebut kalau pelaksanaan tahun ini digelar 3 hari, sedangkan tahun sebelumnya 2 hari.”Ada pembacaan manaqib, penampilan Ishari, khataman Alqurhan, pembacaan shalawat, hingga ceramah Agama yakni Dr KH Abdul Kholik Hasan M.HI Al Hafidz dari Pesantren Al Amanah, Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang,” pungkas Nasir.

Reporter: Irham Thoriq
editor: jatmiko

Tags: haulkampung tempeKH Achmad DahlanSanan Kota Malang

Related Posts

Ekonomi hijau - Cara Andreas Eddy Susetyo Bangun Ekonomi Hijau di Pesisir Malang
Peristiwa

Cara Andreas Eddy Susetyo Bangun Ekonomi Hijau di Pesisir Malang

Jumat, 16 Okt 2026
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat sidak di SPBU Mergan (M Sholeh)
Peristiwa

Geger Antrean BBM Mengular, Wali Kota Malang Sidak SPBU Mergan

Jumat, 16 Okt 2026
Wali Kota Batu Nurochman beserta jajaran saat ziarah makam Mbah Batu jelang HUT Kota Batu ke-25. Foto: Dok.
Peristiwa

Wali Kota Batu Napak Tilas Leluhur ke Makam Mbah Batu

Rabu, 14 Okt 2026
Konflik Tetangga di Kota Batu Gara-Gara Bakar Sampah Berakhir Damai
Peristiwa

Konflik Tetangga di Kota Batu Gara-Gara Bakar Sampah Berakhir Damai

Rabu, 14 Okt 2026
Krisis BBM Kota Malang, Ini Jadwal Distribusi Pertamina
Peristiwa

Krisis BBM Kota Malang, Ini Jadwal Distribusi Pertamina

Selasa, 13 Okt 2026
Evakuasi jasad nenek sebatang kara meninggal di Pujon, Malang. Foto: Dok.
Peristiwa

Nenek Sebatang Kara di Pujon Malang Ditemukan Meninggal

Kamis, 8 Okt 2026
Next Post
teknik belajar

7 Teknik Belajar yang Bisa Kamu Coba Agar Makin Fokus dan Paham Materi, Dijamin Ampuh!

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.