Malang – Prestasi membanggakan ditorehkan tim Hapkido Kota Malang di ajang Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) 2025. Dari arena GOR Kanjuruhan, tim ini sukses memboyong total 11 medali: 8 emas, 2 perak, dan 1 perunggu. Namun, di balik raihan gemilang itu, terselip kisah heroik seorang atlet yang tetap bertanding meski mengalami cedera patah tulang—dan bahkan sukses menyumbangkan medali.
Pertandingan Hapkido Porprov Jatim 2025 berlangsung selama dua hari, 9–10 Juni, dan diikuti sekitar 150 atlet dari berbagai kota/kabupaten se-Jawa Timur. Sebanyak 19 medali emas diperebutkan dalam kompetisi ini, yang menampilkan pertarungan intens antar atlet bela diri.
Pelatih Kepala Hapkido Kota Malang, Fandy Alfian C, S.Pd., AIFMO, mengungkapkan bahwa target awal yang diberikan Pemerintah Kota Malang sebenarnya hanya tiga medali emas. Namun, dirinya memasang target pribadi yang jauh lebih tinggi, yakni 12 emas. Meski timnya meraih hasil di luar ekspektasi Pemkot, Fandy mengaku belum sepenuhnya puas.
“Target pribadi saya adalah 12 emas. Karena berbagai dinamika pertandingan, belum tercapai. Jujur saya belum puas, meski target dari pemkot sudah terlampaui. Harusnya di semua kelas kami bisa menang,” ungkap Fandy, Jumat (13/6/2025).
Meski belum memenuhi target pribadinya, Hapkido Kota Malang tercatat sebagai tim dengan perolehan emas terbanyak di cabang olahraga ini. Dengan 8 medali emas, mereka disebut-sebut layak menyandang gelar juara umum. Namun, Fandy enggan mengklaim hal tersebut, karena merasa masih ada ruang untuk peningkatan.

Baca juga: Hapkido Kota Malang Sabet 6 Medali Emas di Laga Perdana Porprov Jatim 2025
Diketahui, atlet Hapkido Kota Malang berhasil mendulang medali emas terbanyak dalam Porprov Jatim 2025 ini. Bahkan bisa disebut juara umum dalam cabor ini. Namun Fandy enggan menyebutnya juara umum lantaran ambisinya untuk meraih 12 emas belum tercapai.
Kesuksesan Hapkido Kota Malang meraih 11 medali dengan 8 emas ini bukan hasil yang instan. Fandy mengungkap kunci atletnya bisa mendulang emas terbanyak. Yakni motivasi besar dan program pelatihan yang benar benar matang hingga mampu membuat atlet cidera patah tulang meraih medali perak.
Program pelatihannya cukup matang, dengan persiapan umum, persiapan khusus, pra kompetisi, uji coba hingga try out di Pusat Hapkido yang berada di Yogyakarta. Di sana, para atlet Kota Malang belatih dan bertanding dengan atlet profesional terbaik.
Sebagai pelatih kepala, Fandy juga melibatkan 2 pelatih teknik, 1 pelatih seni dan 1 pelatih fisik hingga kolaborasi dengan sport terapis. Baginya, pelatih fisik penting untuk membangun pondasi ketahanan atlet. Terutama untuk mengantisipasi dan menangani persoalan cidera yang selalu menghantui atlet.
Dia mengungkapkan bahwa pada 3 pekan sebelum pertandingan, atletnya ada yang mengalami cidera patah tulang kaki, ligamen putus dan cidera cidera fisik lainnya. Namun dengan program recovery yang diterapkan, para atlet yang cidera itu bisa tampil di Porprov Jatim 2025.
“Atlet yang patah tulang itu Nasril Septian Nugraha, kemarin main dan dapat medali perak. Padahal dia sempat down, orang orang juga gak percaya anak ini bisa main. Saya tau dia akan dapat medali, gambaran saya emas, tapi saat di final ada sedikit mis sehingga dapat perak,” urainya.
Baca juga: Kabupaten Malang Targetkan 3 Besar di Porprov Jatim 2025
Fandy menyebut pihaknya memang terus mendorong para atletnya berjuang keras untuk terus berkembang ke arah yang lebih baik. Hal ini selaras dengan nilai nilai Hapkido yang merupakan olahraga bela diri asal Korea Selatan itu.
“Bela diri ini lebih ke menyelaraskan energi dan belajar harmoni. Jadi tujuan Hapkido ini untuk membuat manusia berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Ini selalu saya tanamkan ke atlet,” ungkapnya.
Menurutnya, Hapkido memang merupakan cabor baru di Indonesia. Masuk di Indonesia sekitar tahun 2000an dan diakui KONI tahun 2014. Bela diri ini cukup kompleks, ada gerakan tendangan seperti taekwondo, gerakan pukulan dan bantingan seperti silat dan gulat, lalu juga ada kuncian kuncian.
“Saya rasa masyarakat jangan ragu untuk join ke olahraga ini. Selain olahraga, Hapkido bisa melatih self defend dan punya spirit anti bullying,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko





























