MALANG, Tugumalang.id – Cuaca ekstrem melanda wilayah Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, pada Jumat (9/5/2025) sore. Akibat hujan deras disertai angin kencang dan petir, sebanyak 10 rumah warga terendam banjir dan empat rumah mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas ringan hingga lebat disertai angin kencang memicu terjadinya bencana di beberapa titik.
“Cuaca ekstrem ini diduga menyebabkan angin kencang yang merusak sejumlah rumah serta mengganggu jaringan listrik,” ujar Sadono dalam keterangannya.
Baca juga: Imbas Cuaca Ekstrem, Penutupan Jalur Pendakian Gunung Semeru Diperpanjang

Berdasarkan data sementara BPBD, dua rumah di Dusun Sonotengah, Desa Kebonagung, dan dua rumah di Jalan Kaseran, Desa Genengan, mengalami kerusakan pada bagian atap. Selain itu, 10 rumah di Dusun Karangsono, Desa Kebonagung, terendam banjir. Namun, hingga kini belum diketahui secara pasti tinggi genangan air maupun dampak lanjutan dari banjir tersebut.
“Dampak banjir masih dalam proses pengkajian oleh tim kami,” tambah Sadono.
Hingga Jumat malam, hujan ringan masih turun di wilayah Pakisaji, namun banjir di Dusun Karangsono dilaporkan mulai surut. Meski demikian, kondisi penerangan di wilayah terdampak masih belum optimal akibat gangguan listrik.
Baca juga: Cuaca Ekstrem, Pohon-pohon Tumbang di Kota Batu, Timpa Mobil hingga Rumah Eks Kadinkes
Proses identifikasi dan pendataan dampak bencana masih berlangsung hingga pukul 19.25 WIB. Jumlah kerugian yang dialami warga belum dapat dipastikan.
Sebagai langkah darurat, BPBD Kabupaten Malang telah menyalurkan bantuan berupa terpal untuk menutupi atap rumah yang rusak agar warga bisa tetap berteduh sementara waktu.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko





























