Sabtu, Oktober 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Cegah Bayi Stunting, Dinkes Manfaatkan Program Community Feeding Center

Redaksi by Redaksi
November 8, 2021 1:04 pm
in News
bayi - Cegah Bayi Stunting, Dinkes Manfaatkan Program Community Feeding Center
Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

KOTA BATU – Pencegahan bayi stunting di Kota Batu terus dimaksimalkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu. Salah satunya pencegahan stunting melalui program Community Feeding Center (CFC) atau bisa juga disebut pos gizi, yaitu upaya perbaikan gizi yang bertujuan untuk meningkatkan mutu perbaikan gizi perorangan dan masyarakat melalui konsumsi makanan bergizi dan perilaku sadar gizi

Ada banyak kegiatan yang dilakukan untuk membantu masyarakat agar terhindar dari stunting. Seperti memberikan pendampingan kepada para ibu agar tidak memiliki bayi stunting. Salah satu bentuk pendampingannya adalah mengajari cara membuat menu masakan yang memiliki kandungan gizi tinggi. “Meskipun bahan yang masak berasal dari sekitar kita, bukan bahan yang mahal-mahal,” kata Hayati S ST MM Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Batu.

READ ALSO

Polres Batu Dipimpin AKBP Panji Gedhe Prabawa Eks Satgas Pasukan Perdamaian PBB di Timur Tengah

BAKN RI dan OJK Dorong Pantai CMC Tiga Warna Jadi Pionir Perdagangan Karbon Berbasis Komunitas

Apa saja makanan lokal yang mudah didapatkan dan bergizi tinggi itu? Hayati menyebutkan seperti ikan lele, telur tahu, tempe serta sayur-sayuran yang ada di pekarangan sekitar rumah. Menurut dia, bahan makanan tersebut sudah sangat memenuhi kebutuhan gizi. Tetapi yang jadi masalah, terkadang banyak anak kecil yang tidak suka makanan tersebut, karena diolah dan disajikan secara tradisional. Misalnya sayur hanya direbus, atau tempe hanya digoreng. Jika dimasak dengan model seperti itu, tidak heran jika anak kecil kurang suka.

Menurut Hayati, para ibu harus kreatif dalam menyajikan menu makanan agar anak-anak suka makan. Misalnya jika selama ini sayur yang hanya direbus bisa diolah menjadi nugget. Begitu juga dengan tahu tempe, bisa diolah menjadi nugget atau dibuat seperti sosis. Dengan cara tersebut diyakini anak-anak akan suka memakannya. “Karena makanan anak-anak sekarang itu macam-macam modelnya, mereka terpenagruh informasi di media sosial. Maka, kita harus mengikuti selera anak tetapi dengan memodifikasinya,” terang Hayati.

Nah, untuk memodifikasi makanan tersebut, dinkes juga menghadirkan ahli memasak untuk mengajari para ibu. Setelah diajari memasak menu baru, selama 14 hari berturut-turut akan dilakukan pemantauan terhadap tumbuh kembang balita stunting. Jika tidak ada perubahan dalam pertumbuhannya, maka bayi tersebut bisa dikonsultasikan ke dokter spesialis untuk mengatahui apakah ada kelainan atau tidak. “Barangkali punya penyakit lain, semua itu kita periksa,” kata Hayati.

Disampaikan Hayati, untuk melakukan pemantauan dan pendampingan itu, dinkes sudah bekerja sama dengan relawan stunting, ibu-ibu PKK, kader pendamping stunting dan kader desa. Mereka inilah yang akan memantau langsung tumbuh kembang bayi stunting yang ada di daerahnya masing-masing.

Sementara itu, untuk daerah yang sudah mendapat pendampingan, Hayati menyebut di bulan Oktober lalu pendampingan dilakukan di lima desa. Yaitu Oro-Oro Ombo, Sidomulyo, Sisir. Sumber Brantas dan
Giripurno. Lima desa tersebut termasuk yang memiliki angka stunting tinggi di Kota Batu.

Dijelaskan Hayati idealnya upaya menghindari lahirnya bayi stunting itu sudah harus dilakukan sejak calon ibu belum menikah, dilanjutkan ketika hamil dan melahirkan. ”Karena peran ibu itu sangat penting, kalau sebelum menikah asupan makanan ibunya kurang bergizi bisa berpengaruh kepada bayinya,” tutup Hayati.(*/lid)

Tags: dinkesDinkes Kota Batustunting

Related Posts

AKBP Panji Gedhe Prawaba pimpinan baru Polres Batu saat disambut tradisi pedang pora. Foto: Dok.
News

Polres Batu Dipimpin AKBP Panji Gedhe Prabawa Eks Satgas Pasukan Perdamaian PBB di Timur Tengah

Jumat, 16 Okt 2026
Ketua BAKN RI Andreas Eddy Susetyo (kiri) dan Kepala Eksekutif OJK Hasan Fawzi saat meninjau potensi karbon mangrove di Pantai CMC Tiga Warna. Foto: Azmy
News

BAKN RI dan OJK Dorong Pantai CMC Tiga Warna Jadi Pionir Perdagangan Karbon Berbasis Komunitas

Kamis, 15 Okt 2026
Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Batu Melonjak, Didominasi Lulusan SMA
News

Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Batu Melonjak, Didominasi Lulusan SMA

Kamis, 15 Okt 2026
DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut
News

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

Senin, 12 Okt 2026
DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis
News

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Senin, 12 Okt 2026
KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi
News

KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi

Minggu, 11 Okt 2026
Next Post
warga yang rumahnya tersapu banjir bandang Kota Malang terpaksa ngemper

Korban Banjir Bandang Kota Malang yang Rumahnya Hilang Terpaksa Ngemper

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.