Tugumalang.id – Food waste atau makanan yang terbuang masih menjadi persoalan yang terjadi di berbagai negara, termasuk di lingkungan rumah tangga.
Padahal, makanan yang tidak dikonsumsi bukan hanya berarti pemborosan bahan pangan, tetapi juga menyia-nyiakan sumber daya seperti air, energi, lahan, hingga tenaga yang digunakan selama proses produksi makanan.
Data United Nations Environment Programme (UNEP) menunjukkan sekitar 19% pangan yang tersedia terbuang di rumah, supermarket, dan restoran.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Wisata Menarik dan Menantang di Tumpang yang Wajib Kamu Kunjungi
Sementara itu, makanan yang terbuang turut menyumbang sekitar 8-10% emisi gas rumah kaca dunia, sehingga upaya mengurangi food waste menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan lingkungan.
Mengurangi food waste tidak selalu memerlukan perubahan besar. Berbagai kebiasaan sederhana di rumah justru dapat membantu meminimalkan makanan yang berakhir di tempat sampah sekaligus membuat pengeluaran rumah tangga lebih efisien.
1. Merencanakan Belanja Sebelum ke Toko
Salah satu penyebab makanan terbuang adalah membeli bahan makanan secara berlebihan. Karena itu, membuat daftar belanja dan menyusun menu beberapa hari ke depan dapat membantu membeli bahan sesuai kebutuhan.
Sebelum berbelanja, periksa terlebih dahulu isi kulkas maupun lemari penyimpanan agar tidak membeli bahan yang sebenarnya masih tersedia.
Baca Juga: Kepala Badan Pangan Nasional: Indonesia Masih Jauh dari Krisis Pangan
Langkah sederhana ini juga membantu menghindari pembelian ganda yang sering kali membuat makanan tidak sempat dikonsumsi sebelum kedaluwarsa.
2. Memasak Sesuai Porsi
Memasak dalam jumlah yang terlalu banyak juga berpotensi meningkatkan food waste. Menyesuaikan porsi dengan jumlah anggota keluarga dapat mengurangi sisa makanan yang akhirnya dibuang.
Apabila masih terdapat makanan sisa, simpan dalam wadah tertutup dan letakkan di kulkas sesuai jenis makanannya agar dapat dikonsumsi kembali dalam waktu yang masih aman.
3. Menyimpan Makanan dengan Benar
Cara penyimpanan yang tepat dapat memperpanjang kesegaran bahan pangan. Sayuran, buah, daging, maupun produk olahan memiliki cara penyimpanan yang berbeda sehingga penting memperhatikan petunjuk penyimpanan yang dianjurkan.
Selain itu, menerapkan prinsip first in, first out (FIFO) atau menggunakan bahan yang lebih lama disimpan terlebih dahulu juga membantu mencegah makanan terlupakan hingga akhirnya rusak.
4. Memanfaatkan Sisa Makanan Menjadi Menu Baru
Sisa makanan yang masih layak konsumsi dapat diolah kembali menjadi hidangan berbeda. Misalnya, nasi sisa dapat dijadikan nasi goreng, sedangkan sayuran yang mulai layu masih dapat dimanfaatkan sebagai bahan sup atau tumisan.
UNEP juga mendorong masyarakat untuk tidak ragu memilih buah dan sayur yang bentuknya tidak sempurna selama masih layak dikonsumsi. Langkah tersebut dapat membantu mengurangi pangan yang terbuang hanya karena alasan penampilan.
5. Memahami Perbedaan Label Tanggal pada Kemasan
Sebagian makanan dibuang karena masyarakat mengira semua produk yang melewati tanggal tertentu sudah tidak aman dikonsumsi. Padahal, terdapat perbedaan antara label tanggal “best before” yang berkaitan dengan kualitas produk dan tanggal “use by” yang berkaitan dengan aspek keamanan pangan.
Memahami arti kedua label tersebut dapat membantu mengurangi pembuangan makanan yang sebenarnya masih layak dikonsumsi sesuai kondisi penyimpanannya.
6. Membeli Buah dan Sayur yang Bentuknya Tidak Sempurna
Buah atau sayur dengan bentuk yang tidak simetris sering kali tetap memiliki kualitas dan kandungan gizi yang sama dengan produk yang tampilannya lebih menarik.
Food and Agriculture Organization (FAO) menyebutkan bahwa buah dan sayur yang bentuknya tidak beraturan atau warnanya kurang sempurna tetap layak dikonsumsi dan memiliki nilai gizi yang sama. Karena itu, masyarakat dapat memilih produk tersebut sebagai salah satu cara membantu mengurangi food waste.
Mengurangi food waste merupakan tanggung jawab bersama yang dapat dimulai dari rumah. Kebiasaan seperti merencanakan belanja, memasak secukupnya, menyimpan makanan dengan benar, hingga memanfaatkan sisa makanan dapat membantu mengurangi limbah makanan sekaligus mendukung penggunaan sumber daya yang lebih bijak.
Langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan maupun pengelolaan pangan di tingkat rumah tangga.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Maura Sampetoding/ MG
Editor: Herlianto. A
























