Malang, Tugumalang.id-Kekhawatiran terhadap kutu busuk kerap mengalihkan perhatian dari makhluk lain yang hidup dekat dengan kita: tungau debu. Hewan mikroskopis ini berkembang biak di area paling nyaman di rumah—tempat tidur, sofa, karpet, pelapis furnitur hingga boneka—dan meski tidak menggigit, mereka bisa memicu alergi bagi sebagian orang.
Para ahli menjelaskan cara mengenali keberadaan tungau debu, gejala alerginya, serta langkah efektif untuk menguranginya di rumah.
Apa itu Tungau Debu?
Sharlene Llanes, MD, ahli alergi dan imunologi di AllerVie Health, Loxahatchee, sebagaimana dikutip dari halaman prevention menjelaskan, bahwa tungau debu adalah makhluk mirip serangga berukuran mikroskopis yang hidup di rumah dan dapat memicu alergi serta asma. Mereka memakan sel kulit mati manusia dan hewan peliharaan, namun tidak menggigit.
Sementara itu Purvi Parikh, MD, ahli alergi di Allergy & Asthma Network mengatakan, bahwa tungau debu tidak berbahaya kecuali bagi mereka yang memiliki alergi, karena keberadaannya tidak terlihat oleh mata manusia.
Baca juga: Mahasiswa UM Kembangkan Inovasi Obat Scabies dari Ekstrak Daun Mint dan Sirih
Sumber Tungau Debu
Meskipun Anda dapat menemukan tungau debu di gedung-gedung komersial, seperti kantor, Dr. Parikh dan Dr. Llanes mengatakan bahwa tungau debu lebih mungkin hidup dan berkembang biak di rumah dengan banyak permukaan lembut seperti:
-
Pelapis kain
-
Pakaian
-
Karpet dan permadani
-
Pegas kotak dan kasur
-
Bantal
-
Tirai
-
Boneka
Menurut James Faix, MD, direktur medis imunologi di Quest Diagnostics, tungau debu berkembang biak di lingkungan hangat dan lembap, jumlahnya meningkat di musim panas dan berkurang di musim dingin.
Alergi Tungau Debu
Dr. Parikh menjelaskan bahwa kekhawatiran utama terkait tungau debu muncul ketika seseorang memiliki alergi terhadapnya. Kondisi ini dapat memicu gejala layaknya alergi musiman, seperti hidung tersumbat, bersin, serta rasa gatal di tenggorokan dan telinga, bahkan memicu kambuhnya asma dan gangguan pernapasan.
Dr. Faix menambahkan, sebagian penderita alergi tungau debu juga bisa mengalami bilur atau ruam pada kulit. Seperti disebutkan sebelumnya, tungau debu tidak menggigit atau membuat lubang pada kulit—reaksi alergi muncul akibat menghirup atau terpapar feses, urine, maupun bangkai tungau, menurut American Lung Association.
Jika Anda menduga mengalami alergi tungau debu, Dr. Parikh menyarankan untuk berkonsultasi dengan ahli alergi atau imunologi bersertifikat. Mereka dapat menentukan penanganan yang tepat sesuai gejala yang muncul.
Misalnya, gejala menyerupai alergi dapat ditangani dengan antihistamin, sementara gangguan pernapasan mungkin memerlukan inhaler albuterol, jelas Dr. Faix. Ada juga terapi imunoterapi yang bekerja dengan mengurangi tingkat keparahan alergi melalui paparan bertahap terhadap tungau debu dari waktu ke waktu.
Cara Menghilangkan Tungau Debu
Meski tidak bisa dihilangkan sepenuhnya, jumlahnya dapat dikendalikan dengan langkah berikut:
1. Gunakan penutup anti tungau
Pasang penutup anti tungau pada kasur dan pegas, serta sarung bantal hipoalergenik.
2. Cuci perlengkapan tidur
Cuci seprai setiap minggu dengan air panas di atas 45 derajat Celcius. Gunakan aditif khusus pembasmi tungau bila diperlukan.
3. Bersihkan atau singkirkan karpet
Cuci karpet dengan air panas atau gunakan penyedot debu berfilter HEPA setidaknya seminggu sekali. Mengganti karpet dengan lantai keras juga dapat membantu.
4. Jauhkan boneka dari tempat tidur
Boneka sering menjadi tempat berkembang biak tungau debu, terutama berisiko bagi anak yang alergi.
5. Turunkan suhu dan gunakan dehumidifier
Menjaga kelembapan rumah di bawah 50% dapat menekan populasi tungau.
6. Ganti gorden berat dengan tirai
Tirai plastik atau kayu lebih sedikit menampung tungau.
7. Manfaatkan sinar matahari
Jemur selimut dan perlengkapan tidur di bawah sinar matahari untuk membantu membunuh tungau.
8. Pasang pembersih udara HEPA
Pembersih udara dapat membantu mengurangi partikel tungau yang beterbangan.
9. Bersihkan dengan kain lembap
Gunakan kain mikrofiber basah agar debu tidak kembali menyebar ke udara.
10. Rapikan ruangan
Rumah yang tidak berantakan memberi lebih sedikit tempat bagi tungau debu untuk bersembunyi.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: jatmiko
redaktur: jatmiko
























