Malang, Tugumalang.id – Banyak orang masih menganggap semua sepatu olahraga memiliki fungsi yang sama dan bisa dipakai untuk berbagai jenis aktivitas fisik. Padahal, kebutuhan kaki saat berlari sangat berbeda dengan ketika melakukan latihan beban di gym.
Saat menjalani workout seperti squat, deadlift, atau bench press, sebagian orang justru memilih menggunakan sepatu lari dengan bantalan empuk karena dianggap lebih nyaman. Namun menurut Dr. Andy Widjaja DPT, seorang physiotherapist sekaligus strength coach lulusan Australia, kebiasaan tersebut justru dapat mengurangi performa latihan dan membuat gerakan menjadi kurang optimal.
Melalui edukasi di kanal YouTube TheIndoPhysio, Dr. Andy menjelaskan bahwa sepatu lari dirancang untuk meredam benturan ketika kaki menghantam permukaan saat berlari. Sementara dalam latihan kekuatan atau strength training, tubuh membutuhkan fondasi yang stabil agar tenaga dapat tersalurkan dengan maksimal.
Mengapa Sepatu Lari Tidak Cocok untuk Angkat Beban?
Menurut Dr. Andy, masalah utama penggunaan sepatu empuk saat fitness adalah kurangnya stabilitas. Ketika mengangkat beban berat, tubuh membutuhkan pijakan yang kokoh agar keseimbangan tetap terjaga.
“Bayangin kalau permukaannya enggak stabil, permukaannya goyang-goyang, tentu saja Anda tidak bisa mengangkat dengan optimal,” jelas Dr. Andy.
Sepatu dengan bantalan terlalu empuk membuat kaki terus mencari keseimbangan saat menahan beban. Akibatnya, tenaga dari otot ke lantai tidak tersalurkan secara efisien sehingga performa latihan menjadi menurun.
Selain itu, sebagian besar sepatu running memiliki desain bagian depan yang melengkung ke atas. Menurut Dr. Andy, bentuk tersebut membuat jari kaki tidak dapat menumpu secara maksimal di lantai. Beban tubuh akhirnya lebih banyak bertumpu pada tumit sehingga stabilitas tubuh berkurang saat mengangkat beban berat.
Baca juga: Fasilitas Lengkap! Ini 5 Rekomendasi Tempat Gym Khusus Wanita di Malang
3 Kriteria Sepatu Gym yang Ideal
Dr. Andy menegaskan bahwa sepatu gym seharusnya berfungsi sebagai fondasi tubuh, bukan sekadar alas kaki. Karena itu, ada beberapa hal penting yang wajib diperhatikan sebelum membeli sepatu untuk latihan beban.
1. Sol Rata atau Zero Drop
Sepatu gym yang ideal sebaiknya memiliki sol rata dari ujung hingga tumit atau dikenal dengan istilah zero drop.
Berbeda dengan sepatu lari yang bagian tumitnya lebih tinggi untuk membantu dorongan saat berlari, sol rata membantu distribusi berat badan menjadi lebih seimbang antara bagian depan dan belakang kaki. Dengan posisi tersebut, jari kaki dapat menapak lebih maksimal dan membantu menghasilkan dorongan yang lebih kuat saat latihan.
2. Sol Keras dan Stabil
Dr. Andy menyebut bahwa “keempukan” merupakan musuh utama dalam latihan beban.
Semakin keras dan firm permukaan sol sepatu, semakin stabil posisi tubuh saat mengangkat beban berat. Fondasi yang stabil membuat otot dapat bekerja lebih efisien tanpa harus kehilangan tenaga hanya untuk menjaga keseimbangan tubuh.
Ia mengibaratkan penggunaan sepatu empuk seperti berdiri di atas kasur saat mengangkat beban, di mana kaki akan terus bergerak mencari titik stabil.
Baca juga: 6 Tempat Gym Terbaik di Malang untuk Bikin Badan Makin Fit dan Bugar
3. Ujung Sepatu Lebar
Saat ini banyak orang mulai menggunakan sepatu lifestyle seperti Converse atau Vans untuk gym karena memiliki sol rata dan cukup keras. Meski begitu, Dr. Andy mengingatkan bahwa bentuk ujung sepatu yang terlalu sempit tetap kurang ideal untuk latihan beban.
Ujung sepatu yang lebar memberikan ruang bagi jari kaki untuk terbuka dan mencengkeram lantai dengan lebih kuat. Semakin luas permukaan kaki yang menyentuh lantai, semakin baik pula stabilitas tubuh saat latihan.
“Semakin lebar sepatunya, jari kaki enggak ketekan dan ini akan sangat membantu stabilitas tubuh,” jelasnya.
Solusi Sepatu Gym Menurut Dr. Andy Widjaja
Jika aturan gym memungkinkan, Dr. Andy menyarankan latihan tanpa alas kaki atau barefoot agar kaki dapat bekerja secara alami dan stabilitas tubuh lebih optimal.
Namun jika tetap harus menggunakan sepatu, ia merekomendasikan barefoot shoes yang memiliki sol tipis, rata, dan lebar di bagian depan. Salah satu contoh yang ia sebut adalah merek lokal Injak Barefoot seri Injak XP.
Sepatu tersebut dinilai memenuhi kebutuhan latihan beban karena memiliki sol rata dari ujung ke ujung, alas tipis namun keras, serta ruang jari yang luas untuk meningkatkan kestabilan tubuh saat mengangkat beban.
Memilih sepatu gym bukan hanya soal tren atau tampilan semata. Penggunaan sepatu yang tepat dapat membantu meningkatkan kekuatan angkatan sekaligus mengurangi risiko cedera akibat kehilangan keseimbangan saat latihan.
“Ingat, kalau gym jangan pakai sepatu running, jangan pakai sepatu yang empuk yang enggak rata,” pungkas Dr. Andy.
Dengan fondasi kaki yang stabil, latihan beban dapat dilakukan lebih aman, nyaman, dan optimal untuk mendukung progres fitness jangka panjang.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: ‘Isyatur Rodhiyah/Magang
redaktur: jatmiko
























