Tugumalang.id – Ratusan warga tumpah ruah menonton karnaval di sepanjang jalan Desa Pandanlandung, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Minggu (7/9/2025). Karnaval budaya ini digelar untuk memeriahkan HUT ke-80 Republik Indonesia sekaligus Hari Jadi Kabupaten Malang ke-1265.
Karnaval yang diikuti puluhan peserta ini menampilkan beragam atraksi budaya dan kreasi warga, mulai dari kostum adat hingga busana kreasi unik. Mereka mengahadirkan budaya Madura, Sunda, Dayak hingga Papua sebagai bentuk keragaman nusantara.
Suasana semakin semarak dengan hadirnya sound horeg khas karnaval di Kabupaten Malang yang menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton.

Ketua Pelaksana Karnaval, Agus (58), menjelaskan bahwa persiapan telah dilakukan sejak 4 Juni 2025 bersama anggota panitia. Ia menyebutkan, kegiatan ini melibatkan puluhan kelompok peserta dari berbagai elemen masyarakat, seperti sekolah, komunitas, karang taruna, hingga warga desa.
“Selain memeriahkan HUT RI, acara ini juga menjadi ajang kebersamaan dan ruang ekspresi warga. Harapannya, karnaval Pandanlandung bisa menjadi agenda tahunan yang semakin besar,” ujar pria kelahiran Ponorogo itu.
Agus menambahkan, rangkaian kegiatan Agustusan di Desa Pandanlandung ini diawali dengan berbagai lomba warga pada bulan Agustus, kemudian dilanjutkan dengan karnaval pada 7 September, dan akan ditutup dengan malam puncak berupa pentas seni pada 13 September 2025 mendatang.
Baca Juga: Rekomendasi Wisata Lawang Kabupaten Malang: Pilihan Wisata Alam dan Edukasi yang Memikat
Panitia juga menyiapkan hadiah lomba karnaval dengan total jutaan rupiah, yakni juara pertama Rp5 juta, juara kedua Rp4 juta, dan juara ketiga Rp3 juta.

Antusiasme masyarakat tampak begitu tinggi. Ribuan warga dari berbagai usia, termasuk dari desa tetangga, memadati sisi jalan untuk menyaksikan parade budaya tersebut.
Di sepanjang rute, pedagang makanan, minuman, hingga mainan anak-anak turut meramaikan suasana. Acara berlangsung aman dengan pengawasan aparat, sementara kemeriahan warga berlanjut hingga malam.
Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Malang, Salis Suprianto (57), yang membuka acara tersebut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya karnaval ini. Ia menilai karnaval di Pandanlandung bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana pelestarian budaya.
“Kegiatan ini sudah digelar tiga kali dalam dua tahun sekali dan mengandung nilai-nilai budaya yang sangat penting. Kami berharap tradisi ini bisa terus dilestarikan sebagai wujud cinta tanah air,” kata Salis.
Ia juga menegaskan bahwa penggunaan sound horeg sudah mendapat izin resmi dari Bupati dan Kapolres, meski tetap dibatasi agar tidak menimbulkan gangguan. Salis pun berpesan khusus kepada generasi muda agar aktif menjaga tradisi.
“Anak muda harus menjadi motor penggerak dalam setiap kegiatan positif. Dengan kreativitas dan semangatnya, pemuda Pandanlandung bisa menjaga tradisi sekaligus mengenalkannya ke level yang lebih luas. Harapan saya, karnaval ini bisa menjadi wadah bagi pemuda untuk menunjukkan jati diri sekaligus rasa cinta tanah air,” tambahnya.
Rangkaian karnaval Pandanlandung tahun ini menjadi bukti nyata semangat gotong royong dan kreativitas masyarakat desa. Dengan dukungan pemerintah serta partisipasi warga, karnaval ini diharapkan terus tumbuh menjadi agenda budaya tahunan dan ikon kebanggaan Kabupaten Malang.
Perlu diketahui untuk menjaga netralitas dan menjamin profesionalisme, panitia menghadirkan juri dari luar desa, di antaraya Sindu Dohir Herlianto, aktor sekaligus pegiat kesenian Kota Malang. Kemudian, Herlianto. A, pemimpin redaksi Tugumalang.id sekaligus akademisi STF Al Farabi dan Anwar S, Kabid Industri Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Malang.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Yuliana Elvita Sari (Magang)
Editor: Herlianto. A





























