Sabtu, Mei 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Peristiwa

BPOM Beri Penguatan Industri Farmasi Soal Risiko Cemaran EG/DEG

Cegah Kasus Gagal Ginjal Anak Terulang

Redaksi by Redaksi
Juni 12, 2023 5:05 pm
in Peristiwa
BPOM

Pelatihan bertajuk Training of Strengthening Collaboration of Regulator and Pharmaceutical Industries on Precaution of EG/DEG Contamination to Enhance the Safety and Quality of Drugs ini menghadirkan 3 narasumber Prof. Dr. Rer. nat. Rahmana Emran Kartasasmita, Apt., Dra. Sayekti Sulisdiarto, Apt. dan Prof. Dr. M. Yuwono, MS, Apt.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Kota Batu, Tugumalang.id – Kejadian luar biasa (out break) soal kasus Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) pada anak yang dikaitkan dengan obat sirup mengandung cemaran Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) tahun lalu membuat Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) tetap melakukan perkuatan pengawasan untuk mengawal jaminan keamanan khasiat dan mutu obat.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggelar pelatihan penguatan tentang bahaya EG/DEG pada obat yang diikuti ratusan industri farmasi di Indonesia baik secara daring dan luring pada Senin (12/6/2023) di Kota Batu, Jawa Timur.

READ ALSO

Hilang Saat Cari Rumput, Kakek di Wagir Ditemukan Meninggal di Sumur

Pelajar SMP di Sumbermanjing Wetan Tewas Usai Serempetan dengan Truk

Penyerahan sertifikasi apresiasi dilakukan BPOM kepada WHO, IAI hingga GMFI. Foto: Azmy

Pelatihan bertajuk Training of Strengthening Collaboration of Regulator and Pharmaceutical Industries on Precaution of EG/DEG Contamination to Enhance the Safety and Quality of Drugs ini menghadirkan 3 narasumber Prof. Dr. Rer. nat. Rahmana Emran Kartasasmita, Apt., Dra. Sayekti Sulisdiarto, Apt. dan Prof. Dr. M. Yuwono, MS, Apt.

Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan awareness, kapasitas regulator dan pelaku industri farmasi terhadap risiko cemaran EG/DEG, baik pada bahan baku maupun sediaan obat, dalam sistem jaminan keamanan dan mutu obat untuk konsumsi masyarakat.

Di sana, peserta mempelajari berbagai materi seperti pencegahan kontaminasi dan kualifikasi pemasok serta metode analisis kontaminan dari para ahli di bidangnya.

Ratusan apoteker industri farmasi di Jawa Timur mengikuti pelatihan penguatan risiko cemaran EG/EDG guna mencegah kasus gagal ginjal anak terulang lagi di Kota Batu, Jawa Timur, Senin (12/6/2023). Foto: Azmy

Kontaminasi cemaran kimia yang berisiko terhadap kesehatan merupakan salah satu aspek keamanan obat. Penanganan kasus cemaran EG/DEG pada sirop obat telah memberikan pelajaran berharga dalam penguatan sistem jaminan keamanan dan mutu obat di Indonesia.

“Diharapkan SDM industri farmasi menerapkan ilmu dari pelatihan ini dengan mengembangkan langkah-langkah aplikatif pencegahan kontaminasi cemaran pada sediaan obat, khususnya EG/DEG, di masa akan datang,” ungkap Kepala BPOM RI Dr. Penny K. Lukito, MCP dalam sambutannya.

Industri Farmasi dalam hal ini sebagai pemegang izin edar obat dipandang bertanggung jawab terhadap keamanan, khasiat, dan mutu produk obat, termasuk mutu bahan baku.

Sesi foto bersama para peserta pelatihan penguatan risiko cemaran EG/EDG yang digelar oleh BPOM. Foto : Azmy

Oleh karena itu, industri farmasi harus memastikan bahan baku yang digunakan sesuai standar dan ketentuan regulasi yang berlaku serta menerapkan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) secara konsisten.

Penny melanjutkan, bahwa industri farmasi juga perlu melaksanakan peningkatan kapasitas SDM, khususnya apoteker, secara berkelanjutan terkait aspek regulatori terkini dalam jaminan keamanan dan mutu obat.

BPOM mendorong asosiasi industri farmasi dan IAI terus bersinergi dalam upaya pemenuhan standar kompetensi apoteker sebagai garda terdepan pada implementasi sistem jaminan keamanan dan mutu obat yang optimal di industri farmasi.

“Tentu saja, upaya-upaya ini tak lepas dari peran industri farmasi. Kami mengapresiasi asosiasi dan industri farmasi yang menunjukkan komitmen dan proaktif melakukan upaya perbaikan bersama BPOM sehingga dapat mengatasi situasi krisis tersebut,” ucapnya.

Upaya ini juga mendapat apresiasi dari WHO, Harvard Medical School, dan otoritas regulatori obat sejumlah negara mengapresiasi upaya BPOM pada penanggulangan dan pencegahan kasus tersebut.

Indonesia diminta berbagi pengalaman pada forum-forum strategis terkait langkah-langkah cepat, responsif, efektif dan transparan serta komitmen dan strong leadership dalam penanganan kasus cemaran EG/DEG pada sirop obat.

BPOM kemudian telah menetapkan persyaratan bahwa semua produk obat sirup untuk anak maupun dewasa, tidak diperbolehkan menggunakan EG dan DEG.

Namun demikian EG dan DEG dapat ditemukan sebagai cemaran pada beberapa pelarut seperti gliserin atau propilen glikol, sebab itulah BPOM juga menetapkan batas maksimal EG dan DEG pada beberapa bahan tambahan sesuai standar internasional.

Hal inilah yang kemudian perlu disosialisasikan dengan baik. Ketua Ikatan Apoteker indonesia (IAI) Kab. Malang, Apt. Bhakti Maulana Asnar, S. Farm mengapresiasi atas pelatihan ini sehingga para apoteker bisa meningkatkan kompetensinya.

Menurutnya, kolaborasi seperti ini perlu ditingkatkan agar kejadian outbreak tahun lalu tidak terulang lagi. Meski dalam kasus itu lebih pada kasus pemalsuan. Terlepas dari itu, semua pihak harus berhati-hati terhadap pengelolaan bahan baku obat.

“Kita sebagai apoteker harus ikut mengawal karena efeknya itu yang merasakan langsung masyarakat,” tuturnya.

Bhakti menambahkan jika pelatihan ini penting guna mengimplementasikan aturan baru soal kandungan impuritis tiap obat yang harus diuji. Diharapkan dari industri farmasi bisa melakukan pengecekan kadar kandungan itu baik secarabmandiri atau kerjasama dengan pihak lain.

Hal senada dikatakan oleh Ketua Umum Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) Jawa Timur Philips Pangestu. Bahwa dengan pelatihan ini dapat menjadi acuan bagi industri farmasi soal keamanan obat secara kompleks dari regulator langsung.

“Kami senang sekali, artinya BPOM ada untuk kita, Tahun lalu waktu outbreak itu kami merasa sendiri, dicecar sana-sini seolah-olah industri farmasi itu sengaja. Tapi kan gak mungkin kita begitu. Urusan nyawa,” jelasnya.

Dari pelatihan ini menunjukkan adanya sinergi baik antara pemerintah, BPOM dan juga industri untuk membangun kualitas produk obat yang aman. “Ini penting sekali bagi industri untuk mengetahui mana kadar kandungan obat yang aman,” tuturnya.

Reporter: Ulul Azmy
editor: jatmiko

Tags: BPOMFarmasiIndustri FarmasiKasus Gagal ginjal anakPembuatan ObatRisiko Cemaran DEGRisiko cemaran EDRisiko Cemaran EG

Related Posts

Proses evakuasi kakek yang ditemukan tewas di sumur. Foto: BPBD Kabupaten Malang
Peristiwa

Hilang Saat Cari Rumput, Kakek di Wagir Ditemukan Meninggal di Sumur

Rabu, 27 Mei 2026
Lokasi terjadinya kecelakaan di Sumbermanjing Wetan. Foto: Satlantas Polres Malang
Peristiwa

Pelajar SMP di Sumbermanjing Wetan Tewas Usai Serempetan dengan Truk

Selasa, 26 Mei 2026
Kondisi rumah di Singosari yang hancur akibat ledakan diduga petasan. Foto: Polsek Singosari
Peristiwa

Ledakan Diduga Petasan di Singosari Malang Sebabkan 1 Rumah Rusak Parah dan 6 Orang Luka-luka

Selasa, 26 Mei 2026
Petugas melakukan olah TKP di lokasi ditemukannya bayi. Foto: Polres Malang
Peristiwa

Bayi Laki-laki Ditemukan Tak Bernyawa di Tepi Jalan Karangploso Malang

Kamis, 21 Mei 2026
Pohon Tumbang
Peristiwa

BPBD Evakuasi Pohon Tumbang di Jalur Nasional Malang-Kepanjen

Rabu, 20 Mei 2026
Lansia Tertabrak Motor
Peristiwa

Lansia di Kota Batu Meninggal Dunia Setelah Tertabrak Motor Saat Menyeberang Jalan

Rabu, 20 Mei 2026
Next Post

Kenalkan Kopi Khas Malang, Bupati Hadiri Pekan Nasional Petani Nelayan XVI 2023

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.