MALANG, Tugumalang.id – Menjadi narasumber dalam acara webinar Perempuan Berdaya, Keluarga Bahagia: Inspirasi Kartini Sepanjang Masa, Dr. Sita Acetylena, M.Pd berbicara tentang perempuan dalam ketahanan keluarga.
Dalam acara webinar yang digelar pada Kamis (30/4/2026), ia menjelaskan bahwa di tangan seorang perempuan jika diibaratkan seperti rumah, bukan sekadar bangunan, melainkan sebuah ekosistem, sehingga kurang tepat jika menempatkan peran perempuan hanya berhenti di ambang pintu rumah saja.
“Perempuan berdaya adalah ia yang mampu memadukan kelembutan hati sebagai pelindung keluarga dengan ketajaman logika sebagai penggerak bangsa,” tutur Sita.
Peran Keluarga dalam Stabilitas Nasional
Lebih lanjut, dosen Universitas Al-Qolam Malang ini mengungkapkan peran keluarga sebagai unit terkecil dari sebuah negara, memiliki peran penting sebagai benteng penjaga moralitas.
Untuk itu, peran perempuan sangat penting karena bukan sekadar sebagai pendidik bagi buah hati mereka, tetapi juga penjaga stabilitas emosional.
Sita juga menyebut bahwa perempuan yang berdaya secara ekonomi dan intelektual, dampak yang dihasilkan bersifat eksponensial.
“Perempuan yang cerdas tidak hanya menyelamatkan dirinya sendiri, tetapi juga mengangkat komunitas di sekitarnya,” terang Ketua ALISHA Khadijah ICMI Malang ini.
Dengan berdaya secara ekonomi, perempuan di Indonesia memiliki kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, melalui memperkuat daya beli keluarga.
“Perempuan yang berdaya ekonomi juga bisa membantu memperkuat daya beli keluarga yang berujung pada stabilitas ekonomi nasional,” ujarnya.
Baca juga: Ketua Alisa Khadijah ICMI Malang Raya Dr Sita Tekankan Pentingnya Silaturahmi saat Hadiri Muzakarah Nasional Cendekiawan Muslimah
Jiwa Kepemimpinan Perempuan, Perspektif Kemanusiaan dalam Pengambilan Kebijakan Publik
Sementara jika ditinjau dari perspektif kepempinan perempuan. Sita menjelaskan jiwa kepemimpinan yang dimilki oleh seorang perempuan adalah empati, serta perspektif kemanusiaan dalam pengambilan kebijakan publik.
“Sejarah telah membuktikan bahwa kemerdekaan dan kemajuan kita, tidak lepas dari tangan-tangan perempuan. Dari pejuang di medan laga hingga ilmuwan di laboratorium, perempuan adalah pelindung kedaulatan dalam arti yang luas,” bebernya.
Kepemimpinan perempuan berkontribusi pada ketahanan sosial sebagai perekat di tengah keberagaman dan peredam konflik sosial. Selain itu juga menjadi sebuah inovasi yang memberikan kontribusi nyata dalam bidang teknologi, seni, dan diplomasi internasional.
Bagi Sita memberdayakan seorang perempuan sama dengan memberdayakan satu generasi. Di mana peran perempuan sebagai jantung yang memompa keberanian ke dalam nadi keluarga dan memberikan napas panjang bagi kejayaan bangsa.
Baca juga: Refleksi Peran Perempuan Dalam Pemberdayaan UMKM Melalui Weda
“Menjadi perempuan berdaya tidak selalu berarti harus berada di puncak hierarki organisasi. Keberdayaan dimulai dari kesadaran akan potensi diri, keberanian untuk bersuara, dan komitmen untuk terus melindungi apa yang ia cintai, baik itu buah hatinya maupun tanah airnya,” papar Sita.
“Jadilah perempuan yang tidak hanya menunggu masa depan, tapi ia yang membentuknya,” tegasnya.
Selain Sita sebagai welcoming speaker, webinar yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Gender dan Keluarga Islam (PSGKI) Pascasarjana Universitas Al-Qolam berkolaborasi dengan ALISHA Khadijah ICMI Malang menghadirkan beberapa narasumber.
Di antaranya adalah Direktur Pascasarjana Universitas Al Qolam dan Ketua ICMI Malang, Dr. KH. Abdurrahman Said, S.H.I, M.Pd, Dewan Pakar ALISHA Khadijah Malang dan Dekan Kepariwisataan Universitas Merdeka Malang, Prof. Dr. Widji Astarti, S.E, M.M, CPM (A).
Kemudian Pengurus ALISHA Khadijah ICMI Malang yang juga sekaligus dosen Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Dr. dr. Ariani, M.Kes, Sp.A (K). serta Kepala Prodi PAI Pascasarjana Universitas Al-Qolam Malang.
Dalam webinar tersebut, sebagai keynote speaker Prof. Widji menyampaikan materi tentang manajemen waktu dan mutu perempuan berdaya. Sedangkan dr. Ariani lebih menekankan pada aspek kesehatan mental perempuan yang perlu keseimbangan diri dan selfcare untuk tetap bisa berdaya, bahagia bagi diri dan keluarga, serta masyarakat.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
redaktur: jatmiko


















