Jumat, Juli 10, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Insight

Bertemu dengan Rizki Triananda: Orang Indonesia yang Menjadi Direktur Hotel Bintang 5 di Malaysia

Redaksi by Redaksi
November 3, 2024 12:50 pm
in Insight
Director of Rooms Renaissance Johor Bahru Hotel, Rizki Triananda.

Cerita Director of Rooms Renaissance Hotel Johor, Malaysia Rizki Triananda tentang inspirasi dari sang kakak, mengenal budaya negara lain, dan persitiwa tak terlupakan. /Foto: Tugumalang.id/Bagus Rachmad Saputra

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Di tengah kunjungan ke Johor, Malaysia rombongan Tugu Media Group bertemu dengan Director of Rooms Renaissance Johor Bahru Hotel, Rizki Triananda. Dia adalah orang nomor dua di hotel bintang 5 paling mewah di Johor, Malaysia tersebut.

Bak bertemu saudara se kampung halaman di negeri orang. Sambutan hangat diberikan Rizki kepada Tugu Media Group yang singgah sejenak di Renaissance Hotel.

READ ALSO

Gastronom Malang Arie Aripin Raih Penghargaan Tokoh Teknologi dan Inovasi 2026

Uniccrab, Jujugan Nomor Satu Kuliner Seafood with Louisiana Style alias Makan Bar-bar di Malang

Director of Rooms Renaissance Johor Bahru Hotel, Rizki Triananda.
Rizki Triananda (tiga dari kanan) foto bersama dengan tim Tugu Media Group dan Penawar Group di Hotel Renaissance, Johor Bahru, Malaysia./Foto: Dok.Tugu Media Group.

Dalam pertemuan tersebut, Tugu Media Group berkesempatan untuk ngobrol secara intens tentang pengalaman Rizki di dunia perhotelan hingga mengenal budaya di beberapa negara yang pernah disinggahinya.

Rizki adalah anak dari mitra Tugu Media Group yakni Surya Burhanuddin dan Sjenny Surya. Surya adalah pensiunan BUMN yang melakukan banyak kegiatan sosial, salah satunya memfasilitasi warga tak mampu untuk bisa kuliah di Malaysia.

Baca Juga: Tugu Media Group Jalin Kerja Sama Internasional dengan Hospital Penawar di Johor Malaysia

Rizki menceritakan bagaimana awal mula ia memilih terjun ke dunia perhotelan selepas menyelesaikan kuliah di Malaysia. Rupanya inspirasi untuk bergelut di dunia hotel datang dari lingkungan keluarga tepatnya dari sang kakak yakni Reiza Sugiarto, yang merupakan istri dari eks Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri. Reiza sudah lebih dulu menggeluti dunia perhotelan.

Mendapat gambaran langsung dari sang kakak dan mendapat dukungan penuh dari ayahanda. Akhirnya membuat Rizki mantap untuk mengikuti jejak kakanya itu di dunia perhotelan meski pada awalnya ia ingin menggeluti hobinya di dunia musik.

“Mengenal dunia perhotelan dari kakak saya yang pertama. Kebetulan beliau yang duluan kerja di hotel, kebetulan beliau juga lulusan Malaysia kemudian post graduate di Swiss itu yang beliau sekolah hotel,” tutur Rizki.

“Jadi sudah melihat dan kebetulan contohnya ada di depan mata sendiri, yaudah ambil sekolah hotel karena waktu itu enggak banyak pilihan. Namanya juga masih muda, masih pengen main-main dan ke sekolah musik tetapi papa mengarahkan ke sekolah hotel,” ungkapnya.

Baca Juga: Melayani Sepenuh Hati, yang Kami Rasakan di Hospital Penawar Johor Malaysia

Setelah kurang lebih tiga tahun menyelesaikan studi tepatnya di rentang 2001-2004, Rizki kemudian mendapat kesempatan kerja di Amerika Serikat. Dua tahun di negeri Paman Sam, ia kemudian pulang ke Indonesia dan sempat kerja di Jakarta serta Bali.

Pengalaman berkesan sepanjang hidup dirasakan Rizki saat peristiwa memilukan terjadinya bom bunuh diri di Hotel JW Marriot dan Ritz-Carlton Jakarta pada tahun 2009. Selamat dari peristiwa mengerikan tersebut, Rizki merasa mendapat pertolongan dari Tuhan saat itu dan bisa menjalani kehidupan yang lebih baik sampai dengan sekarang.

Meski pengalaman tersebut menjadi hal yang begitu pahit dalam perjalanan hidupnya. Ia melihat ada sisi positif dalam hal pengalaman menghadapi situasi tak terduga. Namun, Rizki tak menampik bahwa peristiwa memilukan itu meninggalkan trauma yang sulit untuk dilupakan.

“Pengalaman yang berkesan dan paling pahit, enggak bisa dilupakan adalah saat bom di Jakarta. Bom di JW Marriot tahun 2009, itu pengalaman yang luar biasa untuk saya sebagai orang yang kerja di hotel punya pengalaman menghadapi real time skenario yang kita hadapi. Tetapi enggak bagus dari sisi psikologis,” urainya.

“Posisi ada di lobby sebetulnya, alhamdulillah Tuhan mengizinkan saya masih hidup sampai sekarang. Andai waktu itu saya kebetulan jalan ke lobby kemungkinan enggak ada di sini dan semua karena masih dalam lindungan Tuhan,” sambung Rizki.

Hikmah dari peristiwa tersebut, Rizki merasa hubungan kekeluargaan semakin lebih erat meski tidak lagi di JW Marriot. Hubungannya dengan rekan-rekannya di JW Marriot masih terjaga sampai saat ini.

Terlepas dari pengalaman pahit tersebut, Rizki yang kini lebih banyak menghabiskan waktunya di Malaysia merasa tidak ada kendala berarti soal budaya. Pengalamannya sempat tinggal di Amerika Serikat, Indonesia, kemudian Malaysia menurut Rizki tidak membuatnya merasa culture shock.

Ia justru memanfaatkan perbedaan budaya di masing-masing negara sebagai kesempatan untuk belajar sehingga bisa beradaptasi dengan budaya yang ada di negara tersebut. Rizki merasa senang bisa bertemu banyak orang dari beragam negara yang itu bisa menjadi kesempatan baginya untuk belajar budaya asing dan mambantu pekerjaannya saat ini.

“Kalau dari sisi pekerjaan, saya merasa enggak ada perbedaan budaya karena saya kerja di hotel internasional jadi standar sudah ada. Justru mengambil keuntungan bisa bertemu banyak orang dan bisa mengenal budaya tersebut,” ucap Rizki.

“Waktu saya di Amerika Serikat, banyak teman-teman yang mengenalkan budaya di sana. Sementara budaya Malaysia dan Indonesia juga tidak jauh berbeda jadi bukan halangan. Dari sisi saya sebagai individu, itu justru menjadi nilai tambah karena saya jadi mengenal banyak budaya dari beberapa negara,” imbuhnya.

Di akhir obrolan, Rizki menyebut bahwa komunikasi dan kemampuan beradaptasi begitu penting terutama bagi dirinya yang bergelut di dunia perhotelan dan bertemu banyak tamu dari berbagai negara.

Karena keluarga ada di Malaysia tepatnya di Kuala Lumpur membuat Rizki stay di Negeri Jiran dalam waktu yang cukup lama.

Meski sudah cukup lama bekerja di Malaysia dan mempunyai istri di Malaysia, Rizki sangat cinta dengan Indonesia. Rizki tidak akan melepaskan kewarganegaraan Indonesia meski sudah menjadi warga global.”Tidak akan saya lepaskan, ini (WNI), sebuah kebanggaan bagi saya,” pungkasnya.

Deskripsi: Cerita Director of Rooms Renaissance Hotel Johor, Malaysia Rizki Triananda tentang inspirasi dari sang kakak, mengenal budaya negara lain, dan persitiwa tak terlupakan.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Bagus Rachmad Saputra
editor: jatmiko

Tags: InsightinspirasiPerhotelanRenaissance Hotel Johor MalaysiaRizki Triananda

Related Posts

Gastronom Malang
Insight

Gastronom Malang Arie Aripin Raih Penghargaan Tokoh Teknologi dan Inovasi 2026

Sabtu, 27 Jun 2026
Konsep Louisana style atau makan bar-bar seafood di Uniccrab Malang. Foto: Dok
Insight

Uniccrab, Jujugan Nomor Satu Kuliner Seafood with Louisiana Style alias Makan Bar-bar di Malang

Rabu, 24 Jun 2026
Surya Burhanuddin (lima dari kiri) dan Sjenny Burhanuddin (empat dari kiri) melakukan potong kue di sela acara. Foto-foto: rubianto (tugumalang.id)
Insight

Tasyakuran 50 Tahun Pernikahan Berlangsung Gayeng, Surya dan Sjenny Bisa jadi Role Model Anak Muda di Indonesia

Sabtu, 20 Jun 2026
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama Arie Arifin dan Owner Hilda + Hana Bakery Hillda Naura Ashilah saat ngopi bareng. Foto: Azmy
Insight

Kisah Hillda Naura Ashilah Women’s Youth Preneur Malang, Rintis Usaha Bakery Sejak Usia 18 Tahun

Senin, 8 Jun 2026
Rachel Ruwaida, mahasiswa UB yang raih cuan melalui Komunitas UB Mager (Foto: Nathasya Amalia)
Insight

Mahasiswa Ini Raup Cuan sambil Kuliah Melalui UB Mager

Kamis, 4 Jun 2026
Penampakan 'The Whisperer', art toys karya Rino Adi Mardika yang terinspirasi dari hantu penunggu jembatan cangar. Foto: Azmy
Insight

The Whisperer, Art Toys Horor yang Terinspirasi dari Sosok Astral Penunggu Jembatan Cangar

Selasa, 5 Mei 2026
Next Post
Organisasi Kesehatan PAFI

Organisasi Kesehatan PAFI Memberikan 4 Prospek Peluang Kerja Menjanjikan bagi Lulusan Jurusan Farmasi

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepeda Motor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang, 3 Orang Luka-luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.