Kamis, Juli 16, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tips

Berhenti Melakukan Hal yang Tidak Lagi Disukai Bukan Berarti Gagal

Redaksi by Redaksi
Mei 4, 2022 6:00 pm
in Tips
gagal

YouTuber asal Indonesia, Zahid Azmi Ibrahim saat berbicara dalam TEDx Universitas Indonesia. Foto: tangkapan layar

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – YouTuber asal Indonesia, Zahid Azmi Ibrahim membagikan kisah inspiratifnya dalam talk show online yang diadakan oleh TED dan Universitas Indonesia.

Sebagai informasi, TED adalah media dari Amerika Serikat yang mengunggah talk show dan konferensi secara online.

READ ALSO

Mengenal Impulse Buying, Saat Keinginan Mengalahkan Kebutuhan

Jangan Cuma Cek Kedaluwarsa, Ini Cara Membaca Label Gizi pada Makanan Kemasan

Dalam bahasa Inggris yang fasih, Zahid mengatakan bahwa ia pernah membuat keputusan besar untuk berhenti melakukan sesuatu sebanyak tiga kali. Keputusannya itu tak lepas dari cibiran tetangga dan netizen. Namun, ia meyakini bahwa itu bukan jalannya dan ia harus berhenti mengejar hal yang tak lagi ia inginkan.

Dalam satu fase kehidupannya, Zahid mengaku meraih tiga kesuksesan. Pertama, ia menjadi presiden klub debat bahasa Inggris, kemudian memiliki kanal YouTube untuk bermain game dengan lebih dari 100 ribu subscribers, dan kuliah di jurusan Teknik Mesin di perguruan tinggi ternama yakni Institut Teknologi Bandung (ITB).

Pencapaian yang fantastis itu, ia raih di usia yang masih sangat muda. Saat itu, ia menganggap dirinya memiliki masa depan yang gemilang.

“Kerja yang bagus, Zahid. Kamu berada di jalan yang benar sebagai seorang pendepat. Kamu memiliki penonton yang banyak di kanal YouTube milikmu dan sekarang kamu belajar di salah satu universitas terbaik di Indonesia,” ujar Zahid mengekspresikan kepuasan dirinya kala itu.

Namun, itu semua tidak berlangsung lama. Zahid memutuskan untuk berhenti melakukan apa yang awalnya ia anggap sebagai sebuah kesuksesan. “Saya memiliki semua itu. Sampai pada akhirnya saya berhenti,” kata Zahid.

Pertama, ia berhenti dari klub debat bahasa Inggris. Kemudian ia berhenti menjalankan kanal YouTube untuk game-nya. Terakhir, ia mengundurkan diri dari ITB. Semua ia lakukan dengan alasan yang kurang lebih sama yaitu ia tidak lagi menikmati semuanya.

Banyak orang yang menyayangkan keputusan Zahid. Ia sendiri mengaku bahwa membuat keputusan itu tidaklah mudah. Ia juga dihadapkan dengan berbagai dilema.

Zahid menyebut bahwa di masyarakat Indonesia ada budaya malu jika berhenti sehingga banyak orang memaksakan diri untuk terus mengejar sesuatu yang sebenarnya tidak mereka inginkan. Itu semata-mata dilakukan agar tidak dipandang rendah oleh teman, kerabat, dan orang terdekat.

“Awalnya, saya juga merasakan itu. Saya merasa tidak mampu, saya merasa lemah, saya merasa saya ini pecundang,” kata Zahid.

Tak lama, ia menyadari bahwa keputusannya ini sudah tepat. Berhenti melakukan hal-hal yang tidak ia nikmati bukanlah sesuatu yang memalukan. Meski begitu, ia hanya menganjurkan untuk berhenti hanya jika sudah dilakukan analisis dan perbandingan yang masuk akal.

Setelah berhenti dari ketiga pencapaian di atas, Zahid menemukan hal-hal lain yang menarik perhatiannya. Salah satunya adalah belajar di luar negeri.

Mengundurkan diri dari ITB tak lantas membuat Zahid berhenti belajar. Justru itu membuka peluang baginya untuk belajar di Ritsumeikan Asia Pacific University di Jepang.

Kemudian berhenti dari kanal YouTube untuk game juga bukan berarti ia berhenti berkarya. Itu membuatnya bisa lebih fokus mengembangkan kanal YouTube-nya yang saat ini berisi konten-konten edukasi dengan 310 ribu subscribers. Ia juga memenangkan penghargaan YouTube Indonesia’s Best Edutainment Channel in 2021.

Selain itu, ia juga bisa menggunakan waktunya untuk diri sendiri, lari marathon, belajar membuat film dan podcast, serta hal-hal lain yang menarik baginya.

“Pemenang berhenti setiap saat. Mereka berhenti melakukan sesuatu yang tepat di waktu yang tepat. Pemenang cepat berhenti, sering berhenti, dan tanpa rasa bersalah,” kata Zahid, mengutip kalimat Seth Godin di akhir talk show-nya.

 

Reporter: Aisyah Nawangsari

Editor: Lizya Kristanti

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

 

 

Tags: GagalKegagalankisah kegagalan

Related Posts

Mengenal Impulse Buying, Saat Keinginan Mengalahkan Kebutuhan
Tips

Mengenal Impulse Buying, Saat Keinginan Mengalahkan Kebutuhan

Kamis, 16 Jul 2026
Jangan Cuma Cek Kedaluwarsa, Ini Cara Membaca Label Gizi pada Makanan Kemasan
Tips

Jangan Cuma Cek Kedaluwarsa, Ini Cara Membaca Label Gizi pada Makanan Kemasan

Rabu, 15 Jul 2026
Ilustrasi perilaku konsumen, yaitu membandingkan suatu produk dengan produk lain berdasarkan kondisi ekonomi dan pengalaman. (Foto: Pinterest)
Tips

Mengapa Pelaku Usaha Perlu Memahami Perilaku Konsumen, Bukan Sekadar Menjual Produk?

Rabu, 15 Jul 2026
Perbedaan CV dan Portofolio untuk Mahasiswa, Ketahui Fungsi dan Penggunaannya
Tips

Perbedaan CV dan Portofolio untuk Mahasiswa, Ketahui Fungsi dan Penggunaannya

Rabu, 15 Jul 2026
Ilustrasi website untuk mengakses jurnal bereputasi (Foto: Pexels)
Tips

Website Resmi untuk Mencari Jurnal Bereputasi, Referensi yang Banyak Digunakan Mahasiswa Menyusun Skripsi

Senin, 13 Jul 2026
5 Pasar Tradisional Dekat Kampus di Malang, Cocok untuk Belanja Harian Mahasiswa
Tips

4 Pasar Tradisional Dekat Kampus di Malang, Cocok untuk Belanja Harian Mahasiswa

Jumat, 10 Jul 2026
Next Post
Bunga Selasih untuk tabur bunga ke makam

Catatan Mudik (10): Peziarah di Situs Makam Sunan Gunung Jati Gunakan Tanaman Selasih untuk Tabur Bunga

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.