Kamis, Oktober 15, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tips

Berhenti Melakukan Hal yang Tidak Lagi Disukai Bukan Berarti Gagal

Redaksi by Redaksi
Mei 4, 2022 6:00 pm
in Tips
gagal

YouTuber asal Indonesia, Zahid Azmi Ibrahim saat berbicara dalam TEDx Universitas Indonesia. Foto: tangkapan layar

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – YouTuber asal Indonesia, Zahid Azmi Ibrahim membagikan kisah inspiratifnya dalam talk show online yang diadakan oleh TED dan Universitas Indonesia.

Sebagai informasi, TED adalah media dari Amerika Serikat yang mengunggah talk show dan konferensi secara online.

READ ALSO

Cara Memakai Kerudung Segiempat untuk Wajah Bulat agar Terlihat Tirus

Tips Menghafal Al-Qur’an agar Cepat Hafal dan Konsisten

Dalam bahasa Inggris yang fasih, Zahid mengatakan bahwa ia pernah membuat keputusan besar untuk berhenti melakukan sesuatu sebanyak tiga kali. Keputusannya itu tak lepas dari cibiran tetangga dan netizen. Namun, ia meyakini bahwa itu bukan jalannya dan ia harus berhenti mengejar hal yang tak lagi ia inginkan.

Dalam satu fase kehidupannya, Zahid mengaku meraih tiga kesuksesan. Pertama, ia menjadi presiden klub debat bahasa Inggris, kemudian memiliki kanal YouTube untuk bermain game dengan lebih dari 100 ribu subscribers, dan kuliah di jurusan Teknik Mesin di perguruan tinggi ternama yakni Institut Teknologi Bandung (ITB).

Pencapaian yang fantastis itu, ia raih di usia yang masih sangat muda. Saat itu, ia menganggap dirinya memiliki masa depan yang gemilang.

“Kerja yang bagus, Zahid. Kamu berada di jalan yang benar sebagai seorang pendepat. Kamu memiliki penonton yang banyak di kanal YouTube milikmu dan sekarang kamu belajar di salah satu universitas terbaik di Indonesia,” ujar Zahid mengekspresikan kepuasan dirinya kala itu.

Namun, itu semua tidak berlangsung lama. Zahid memutuskan untuk berhenti melakukan apa yang awalnya ia anggap sebagai sebuah kesuksesan. “Saya memiliki semua itu. Sampai pada akhirnya saya berhenti,” kata Zahid.

Pertama, ia berhenti dari klub debat bahasa Inggris. Kemudian ia berhenti menjalankan kanal YouTube untuk game-nya. Terakhir, ia mengundurkan diri dari ITB. Semua ia lakukan dengan alasan yang kurang lebih sama yaitu ia tidak lagi menikmati semuanya.

Banyak orang yang menyayangkan keputusan Zahid. Ia sendiri mengaku bahwa membuat keputusan itu tidaklah mudah. Ia juga dihadapkan dengan berbagai dilema.

Zahid menyebut bahwa di masyarakat Indonesia ada budaya malu jika berhenti sehingga banyak orang memaksakan diri untuk terus mengejar sesuatu yang sebenarnya tidak mereka inginkan. Itu semata-mata dilakukan agar tidak dipandang rendah oleh teman, kerabat, dan orang terdekat.

“Awalnya, saya juga merasakan itu. Saya merasa tidak mampu, saya merasa lemah, saya merasa saya ini pecundang,” kata Zahid.

Tak lama, ia menyadari bahwa keputusannya ini sudah tepat. Berhenti melakukan hal-hal yang tidak ia nikmati bukanlah sesuatu yang memalukan. Meski begitu, ia hanya menganjurkan untuk berhenti hanya jika sudah dilakukan analisis dan perbandingan yang masuk akal.

Setelah berhenti dari ketiga pencapaian di atas, Zahid menemukan hal-hal lain yang menarik perhatiannya. Salah satunya adalah belajar di luar negeri.

Mengundurkan diri dari ITB tak lantas membuat Zahid berhenti belajar. Justru itu membuka peluang baginya untuk belajar di Ritsumeikan Asia Pacific University di Jepang.

Kemudian berhenti dari kanal YouTube untuk game juga bukan berarti ia berhenti berkarya. Itu membuatnya bisa lebih fokus mengembangkan kanal YouTube-nya yang saat ini berisi konten-konten edukasi dengan 310 ribu subscribers. Ia juga memenangkan penghargaan YouTube Indonesia’s Best Edutainment Channel in 2021.

Selain itu, ia juga bisa menggunakan waktunya untuk diri sendiri, lari marathon, belajar membuat film dan podcast, serta hal-hal lain yang menarik baginya.

“Pemenang berhenti setiap saat. Mereka berhenti melakukan sesuatu yang tepat di waktu yang tepat. Pemenang cepat berhenti, sering berhenti, dan tanpa rasa bersalah,” kata Zahid, mengutip kalimat Seth Godin di akhir talk show-nya.

 

Reporter: Aisyah Nawangsari

Editor: Lizya Kristanti

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

 

 

Tags: GagalKegagalankisah kegagalan

Related Posts

Cara Memakai Kerudung Segiempat untuk Wajah Bulat agar Terlihat Tirus
Tips

Cara Memakai Kerudung Segiempat untuk Wajah Bulat agar Terlihat Tirus

Rabu, 14 Okt 2026
Tips Menghafal Al-Qur’an agar Cepat Hafal dan Konsisten
Tips

Tips Menghafal Al-Qur’an agar Cepat Hafal dan Konsisten

Rabu, 14 Okt 2026
Rekomendasi Menginap Dekat Kampus, Ini Hotel Bintang 4 di Sekitar Universitas Brawijaya
Tips

Rekomendasi Menginap Dekat Kampus, Ini Hotel Bintang 4 di Sekitar Universitas Brawijaya

Jumat, 4 Sep 2026
5 Toko Jam dan Aksesori di Pasar Besar Malang yang Bisa Dikunjungi
Tips

5 Toko Jam dan Aksesori di Pasar Besar Malang yang Bisa Dikunjungi

Jumat, 14 Agu 2026
Kitab Fathul Izar Uraikan Adab Hubungan Suami Istri, dari Waktu, Etika hingga Doa
Tips

Kitab Fathul Izar Uraikan Adab Hubungan Suami Istri, dari Waktu, Etika hingga Doa

Minggu, 9 Agu 2026
7 Kebiasaan Sepele yang Bisa Bikin Tagihan Listrik Membengkak
Tips

7 Kebiasaan Sepele yang Bisa Bikin Tagihan Listrik Membengkak

Sabtu, 8 Agu 2026
Next Post
Bunga Selasih untuk tabur bunga ke makam

Catatan Mudik (10): Peziarah di Situs Makam Sunan Gunung Jati Gunakan Tanaman Selasih untuk Tabur Bunga

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.