Sabtu, Mei 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Berburu Lailatul Qadar di New York

Redaksi by Redaksi
April 10, 2023 12:06 pm
in Catatan
Ach Dhofir Zuhry, saat berada di New York.

Ach Dhofir Zuhry, saat berada di New York. Foto/Gus Dhofir

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Ach Dhofir Zuhry*

Tugumalang.id – Sebetulnya, saya termasuk orang yang jarang berlibur dan piknik. Alasannya sederhana, hidup itu sendiri seluruhnya adalah liburan dan hiburan. Orang-orang yang harus menyediakan waktu khusus untuk berlibur bahkan hingga ke luar negeri, boleh jadi jiwanya sepi dan tak sanggup menghibur diri dan mendaur ulang sampah-sampah di kepala dan dadanya.

READ ALSO

Menolak Kolaborasi Sesat: Refleksi Lempar Jumrah dan Krisis Integritas di Era Modern

Hari Kebangkitan Nasional, Refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib: Saatnya Bebas dari Algoritma

Lalu, piknik ke luar negeri menjadi pilihannya. Namun, kadang argumen rasional ini malah dianggap mengada-ada. Saya kadang dituduh phobia liburan oleh teman-teman. Padahal, hidup saya memang lebih banyak dijadwal oleh orang lain dari pada diri saya sendiri. Itulah “liburan” saya selain berpikir, membaca, menulis dan sesekali mengajar.

Setiap orang, pada prinsipnya, adalah penjelajah, petualang dan spasialis (bukan spesialis!) untuk sekujur hidupnya sendiri. Saya, sejak usia 12 tahun, sudah meningalkan rumah untuk “berlibur” di sekian pesantren, sekolah juga perguruan tinggi dan hingga kini tak pernah pulang ke rumah orang tua, kecuali sekadar berkunjung mencium tangan ibu yang itu artinya “liburan” juga.

Nah, manakah yang paling liburan di antara semua liburan itu, jika sepanjang tahun seluruh korpus hidup adalah berlibur? Ramadan.

Ach Dhofir Zuhry saat berada di Central Park, AS. Foto/Gus Dhofir

Saya menjalani “liburan ke dalam diri” pada tiap Ramadan dengan melakukan petualangan intelektual dan pendakian spiritual. iInilah liburan yang paling wow bersama para santri (Luhurian) dan mahasiswa (Alfarabian) dengan mentadarusi tidak hanya Al-Qur’an, tapi juga sekian matra dan disiplin ilmu dalam Islam.

Akan tetapi, ada yang istimewa pada Ramadan 1444 H kali ini. Saya mendapat undangan dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di New York—saya ditelepon langsung oleh Konsul Jenderal (Konjen), pak Winanto Adi yang sebelumnya menjadi Kabiro SDM di Kementerian Luar Negeri—untuk menyampaikan kajian selama Bulan Puasa di KJRI.

Wilayah kerjanya mencakup Connecticut, Delaware, Maine, Maryland, Massachusetts, New Hampshire, New Jersey, North Carolina, South Carolina, Pennsylvania, Rhode Island, Vermont, Virginia, dan Virginia Barat.

Saya juga dijadwalkan untuk berdialog terkait Islam dan politik di Columbia University, Konsulat Jenderal Malaysia, juga bersama Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Selanjutnya, dialog lintas agama dengan komunitas Yahudi dan Nasrani, dialog dengan Foundation for Ethnic Understanding, serta diakhiri dengan menjadi Imam/Khatib salat Idul Fitri di San Francisco, California, “sebelah barat kecamatan Kalideres, Jakarta”.

Sedianya saya dijadwalkan berangkat sebelum Ramadan, tetapi karena masih ada “liburan” di Pesantren Luhur Baitul Hikmah dan Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Al-Farabi, maka keberangkatan diundur hingga tanggal 11 Ramadan.

Betapa tidak, awal Ramadan baru saya urus visa Amerika Serikat (AS) di Konsulat Jenderal AS di Surabaya, tapi karana ada surat sakti “Note Verbale” dari KJRI, maka urusan visa beres dalam hitungan hari, yang normalnya agak lama, bahkan hingga sekian pekan.

Walhasil, dengan persiapan serba mepet, karena masih ada proses pembangunan Musala/Masjid yang belum rampung, saya pun terbang melintasi samudra Atlantik selama 22,5 jam dengan sekali transit di Istanbul. Waktu ini lebih lama dari penerbangan Sydney-London yang “hanya” butuh waktu 19 jam.

Tiba di AS, Disambut Cuaca Dingin

Setelah tiba di bandara John F Kennedy di timur laut AS, Jamaica, saya langsung disambut dingin 37o F atau 2o C dan angin kencang karena peralihan musim dingin ke musim semi. Di sepanjang jalan tampak pepohonan meranggas, luruh dedaunan dan reranting, tetapi sebagian telah bersemi pucuk-pucuk harapan.

Kabar baiknya, cuaca dingin menusuk tulang itu tetiba sedikit sirna dengan sambutan hangat pak Konjen dan isteri di Wisma KJRI di Scarsdale, Westchester County.

Meski masih mengalami jet lag atau gangguan tidur berupa rasa kantuk pada siang hari dan sulit tidur pada malam hari setelah melakukan perjalanan jarak jauh dengan melintasi sekian zona waktu berbeda.

Malam itu kami ngobrol hingga larut dan keesokan harinya saya bersilaturahmi ke kantor KJRI di kawasan kota sibuk Manhattan.

Central Park, Lokasi Syuting Film Hollywood

Kemudian saya langsung jogging di Central Park sekadar healing menikmati bunga Cherry Blossom yang mulai bermekaran. Untuk diketahui, taman seluas 341 hektare ini dikunjungi lebih dari 25 juta orang tiap tahunnya.

Taman konservasi ini telah menjadi lokasi syuting untuk setidaknya 231 film selama 20 tahun terakhir. Bagi Anda penyuka film-film Hollywood, tentu tempat-tempat di Manhattan seperti Radio City Music Hall (film God Father dan Home Alone 2), Central Park (misalnya film Spiderman 3 dan Night at The Museum).

Kemudian, Empire State Building (Ready Plaer One, X-Men, King Kong, An Affir to Remember, dll), Times Square (film Captain America, Vanila Sky, Enchanted), Grand Central Station (sebut saja film Men in Black, Avengers).

Nah, Anda penggemar film Joker, tentu akrab dengan Bronx Stairs di New York, belum lagi Brooklyn Bridge, Monumen 9/11, Patung Liberty, Fifth Avenue, dan Rockefeller Center.

Namun demikian, saya hendak berlibur mencari makna Al-Qur’an dan Ramadan di negeri Paman Sam, meski terlambat untuk mengikuti tarawih di Times Square, padahal New York adalah New York, pusat bisnis, moneter, hiburan, seni, mode, media, riset dan kuliner.

Kota yang mula-mula didirikan sebagai sebuah transit dan bandar perniagaan komersial oleh Belanda pada 1624. Permukiman ini dinamai New Amsterdam hingga 1664 ketika koloni ini berada di bawah kekuasaan Inggris.

New York pernah menjadi ibukota AS pada 1785-1790—kelak nasib Jakarta lebih-kurang akan seperti New York setelah ibu kota Indonesia resmi pindah ke Kalimantan Timur. New York—yang 72 kali lebih sibuk dari Jakarta—adalah kota terbesar di AS sejak 1790 dengan imigran paling banyak dan multiras dari seluruh dunia.

Tak kurang dari 800 bahasa dipertuturkan di kota ini, sehingga menjadikannya kota dengan bahasa dan dialek paling beragam di dunia. Inilah tempat paling istimewa untuk berburu makna dan menghayati nilai.

Paman saya, seorang filsuf Prancis, Michel de Montaigne, dalam buku Filsafat untuk Pemalas mengatakan bahwa mencerdasi hidup adalah bagaimana memiliki pengalaman hidup dengan melanglang buana, menikmati perjumpaan baru dan tantangan baru.

Patah tumbuh hilang bergantinya pengalaman dan penghayataan akan sebuah jejak dan makna hanya mungkin bisa ditempuh dengan membaca buku, mendengar kisah-kisah, mengendus misteri-misteri, serta terutama memasuki ceruk-ceruk dalam diri dan sisi-sisi kelam dari kemanusiaan kelak berjalin-jemalin merakit pengalaman batin tak terperi, berpilin merajut pendewasaan diri.

Apapun itu, saya memang tidak pernah pergi berlibur, pekerjaan adalah liburan itu sendiri, toh saya tetap kejar tayang menyelesaikan satu buku di tengah kegiatan yang padat dan cuaca dingin, masih pula menyampatkan menulis catatan remeh ini, hehe.

Nah, di kota tersibuk inilah petualangan intelektual dan pendakian spiritual selama Ramadan dimulai. Dengan rentang waktu puasa lebih lama dibandingkan negara-negara tropis, puasa lebih bermakna. Imsak, imsak, imsak. (Bersambung)

* Penulis buku Filsafat untuk Pemalas, pengasuh Pesantren Luhur Baitul Hikmah.

Editor: Helianto. A

Tags: Catatan RamadanGus DhofirLailatul QadarNew York

Related Posts

Abdul Hamid. Foto/dok
Catatan

Menolak Kolaborasi Sesat: Refleksi Lempar Jumrah dan Krisis Integritas di Era Modern

Selasa, 26 Mei 2026
Momentum Hari Kebangkitan Nasional, refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib tentang kedaulatan algoritma di era digital. /Foto: Dok. Istimewa.
Catatan

Hari Kebangkitan Nasional, Refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib: Saatnya Bebas dari Algoritma

Rabu, 20 Mei 2026
Tiko Ari. Foto/dok
Catatan

Hari Kebangkitan Nasional dan Tantangan Nyata Pekerja Indonesia di Tengah Perubahan Zaman

Rabu, 20 Mei 2026
Agama
Catatan

Ketika Ilmu Dipisahkan dari Agama (1)

Selasa, 19 Mei 2026
Prophetic Intelligence
Catatan

Prophetic Intelligence: Menyatukan Ideologi dan Strategi Politik PKB di Era Gen Z

Selasa, 12 Mei 2026
Sains dan Agama
Catatan

Paradigma Baru: Mengakhiri “Perang Dingin” antara Sains dan Agama

Minggu, 10 Mei 2026
Next Post
Pembagian hadiah bagi pemenang acara MTQ oleh RSU Wajak Husada.

Semarak Ramadan, RSU Wajak Husada Gelar MTQ se-Malang Raya

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.