Senin, Juni 8, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

BBM Dicampur Etanol Aman untuk Mesin, Tapi Berdampak

Redaksi by Redaksi
Oktober 17, 2025 9:29 am
in News
Guru Besar Fakuktas Teknik Universitas Brawijaya (UB), Prof I Nyoman Gede Wardana saat mengisi acara FGD bertajuk "Menakar Satu Tahun Kemandirian Energi" di Kota Malang. (Foto/M Sholeh)

Guru Besar Fakuktas Teknik Universitas Brawijaya (UB), Prof I Nyoman Gede Wardana saat mengisi acara FGD bertajuk "Menakar Satu Tahun Kemandirian Energi" di Kota Malang. (Foto/M Sholeh)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Bahan Bakar Minyak atau BBM dicampur etanol tengah menjadi perbincangan masyarakat luas. Diketahui, Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam (ESDM) berencana menerapkan produksi BBM E10 pada 2026 mendatang. Lalu apa dampaknya?

Guru Besar Fakuktas Teknik Universitas Brawijaya (UB), Prof I Nyoman Gede Wardana memastikan campuran etanol ke BBM aman untuk mesin kendaraan, namun ada dampaknya.

READ ALSO

PHRI Kota Batu: Rupiah Melemah, Daya Beli Masyarakat Terkena Imbasnya

Prakiraan Cuaca Kota Malang 7 Juni 2026: Cerah Sepanjang Hari!

BBM E10 merupakan jenis bahan bakar alternatif dari campuran 10 persen etanol (alkohol yang dihasilkan bahan nabati seperti tebu, jagung atau singkong) dengan 90 persen gasolin (bensin). Saat ini, kandungan etanol pada BBM di Indonesia masih sebesar 5 persen (E5) pada BBM jenis Pertamax Green 95.

Baca Juga: Keluhan BBM Tercampur Air di SPBU Ciliwung Malang, Pertamina Angkat Suara

Diketahui, etanol sudah lazim menjadi campuran BBM di sejumlah negara, bahkan dengan kandungan yang lebih besar. Brazil dengan BBM E27 dan E30, Thailand E10 dengan opsi E20 dan E85, Amerika Serikat dengan E10 bahkan E15 dan E85. Lalu negara negara Uni Eropa seperti Jerman, Prancis hingga Swedia juga E10.

Prof Wardana mengungkapkan bahwa riset penggunaan etanol pada BBM sudah dilakukan di Universitas Brawijaya pada tahun 1980an silam melalui dukungan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di bawah arahan BJ Habibie.

Saat itu, pihaknya telah meneliti kualitas BBM dengan campuran etanol 20-30 persen (E20-E30). Untuk itu, isu campuran etanol ke BBM bukan lah hal baru di negeri ini.

Baca Juga: Cek Kualitas BBM, Pertamina Malang Pastikan Stok 7.200 Kiloliter Jelang Lebaran

“Waktu itu, kita dapat dana besar dari Pak Habibie lewat BPPT untuk menguji etanol 20 persen dicampur ke bensin,” ungkapnya usai mengisi FGD bertajuk ‘Menakar Satu Tahun Kemandirian Energi’ di Kota Malang, Kamis (16/10/2025).

Menurutnya, riset tersebut saat itu didasari dari potensi sumber daya alam Indonesia yang melimpah, yakni singkong sebagai salah satu sumber penghasil etanol. Namun proyek BBM E20 itu tak berjalan di Indonesia lantaran kala itu harga BBM dari fosil di dalam negeri sangat murah.

“Sekarang kondisinya berbeda. Harga bahan bakar fosil jadi mahal dan kita sekaran impor. Idenya Pak Habibie waktu itu adalah mengganti bahan bakar jadi yang bersih, karena etanol itu bahan bakar yang bersih,” ucapnya.

Jauh sebelum ditemukannya minyak fosil, ia menjelaskan bahwa dahulu mesin diesel memang dirancang berbahan bakar dari sumber nabati. Namun setelah bahan bakar fosil ditemukan, mesin mesin diesel mulai dirancang untuk beralih ke bahan bakar fosil.

Belakangan, Prof Wardana belum lama ini juga telah melakukan penelitian soal kualitas BBM yang dicampur etanol. Ia melihat ada peningkatan kualitas BBM setelah dicampur etanol.

“Hasil penelitian saya yang sekarang dengan mahasiswa S2, penambahan etanol justru meningkatkan kualitas bahan bakar,” ujarnya.

Dia memastikan bahwa campuran etanol ke BBM dengan kadar yang tepat akan aman untuk mesin kendaraan. Bahkan 100 persen kadar etanol juga memungkinkan bagi mesin mesin kendaraan terkini.

“Campuran etanol ke BBM aman di mesin. Sebetulnya sampai E100 (100 persen etanol) itu oke,” ungkapnya.

Hanya saja, ia juga mengungkap dampak negatif yang bisa ditimbulkan dari etanol atau bahan bakar nabati itu.

Nozel injektor yang bekerja penyemprotkan bahan bakar di ruang bakar mesin berpotensi mudah tersumbat. Sumbatan ini bisa mengakibatkan kinerja mesin melemah bahkan mati lantaran suplai BBM terhambat.

“Jadi yang menjadi masalah pada minyak nabati itu, dia punya getah. Namanya fosfolipid atau minyak yang ada fosfornya. Saat mesin berlistrik, dia mudah nempel,” bebernya.

“Nah yang dikhawatirkan nanti di nozelnya itu mampet, karena dia (fosfolipid) nempel,” sambungnya.

Namun menurutnya, sudah ada standar internasional yang telah ditetapkan dan bisa menjadi pedoman agar kandungan fosfolipid dalam etanol tidak mengganggu kinerja nozel injektor saat menyuplai bahan bakar ke dalam ruang bakar mesin.

Di sisi lain, ia memproyeksikan, jika pemerintah menerapkan kebijakan produksi BBM E10, maka bisa mengurangi 10 persen impor BBM nasional. Artinya, ketergantungan impor BBM Indonesia yang selama ini membelenggu akan berkurang.

“300 ribu barel per hari (BBM Indonesia) kan impor dari Singapura. Kalau Indonesia pakai misalnya sampai E20, itu impor dari Singapura akan stop itu,” tandasnya.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh

Editor: Herlianto. A

Tags: BBM dicampur etanolBBM E10dampak etanol di mesinE20etanolKementerian ESDMuniversitas brawijaya

Related Posts

PHRI Kota Batu
News

PHRI Kota Batu: Rupiah Melemah, Daya Beli Masyarakat Terkena Imbasnya

Minggu, 7 Jun 2026
Prakiraan cuaca Kota Malang
News

Prakiraan Cuaca Kota Malang 7 Juni 2026: Cerah Sepanjang Hari!

Minggu, 7 Jun 2026
Jadwal SIM Keliling Malang untuk bulan Juni 2026 yang dipusatkan di dua lokasi. /Foto: ilustrasi dibuat dengan AI
News

Info Penting! Jadwal SIM Keliling Malang Bulan Juni 2026: Ada di Dua Lokasi

Sabtu, 6 Jun 2026
Barang bukti berupa sabu dan pil ekstasi yang berhasil diamankan polisi. Foto: Polres Malang
News

Polisi Tangkap Pengedar Narkoba di Tumpang Malang, Amankan Sabu 54 Gram dan 76 Pil Ekstasi

Sabtu, 6 Jun 2026
Proses evakuasi pendaki Gunung Semeru dengan menggunakan metode slope rescue. Foto: SAR Surabaya
News

Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi

Sabtu, 6 Jun 2026
Prakiraan cuaca Malang, terutama di wilayah Kota Malang pada Sabtu 6 Juni 2026 diperkirakan dalam kondisi udara kabur. /Foto: Tugumalang.id/Bagus Rachmad Saputra.
News

Udara Kabur Merata di Seluruh Wilayah, Prakiraan Cuaca Malang Sabtu 6 Juni 2026

Sabtu, 6 Jun 2026
Next Post
6 trik rahasia bikin rumah sejuk tanpa AC. Foto/Pinterest

6 Rahasia Bikin Rumah Sejuk Tanpa AC

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Hujan Ringan! Prakiraan Cuaca Kota Malang Minggu 15 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.