Selasa, September 1, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Asli Malang

Banjir di Desa Sitiarjo Sudah Terjadi Sejak Zaman Belanda

Redaksi by Redaksi
Oktober 19, 2022 9:48 pm
in Asli Malang
banjir timpa 8 desa, di antaranya Desa Sitiarjo di Kabupaten malang

Banjir di Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Foto: Aisyah Nawangsari

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, tugumalang.id – Lima kecamatan di Kabupaten Malang dilanda banjir sejak Sabtu (15/10/22). Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan luapan air sungai dan longsor. Salah satunya ialah Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan.

Setelah banjir pada Sabtu telah surut, desa Sitiarjo kembali terendam banjir pada Senin (17/10/2022). Kantor Desa Sitiarjo pun ikut terendam air setinggi 50 centimeter.

READ ALSO

Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah

Sebanyak 622 kepala keluarga (KK) atau setidaknya 1.663 jiwa terdampak banjir ini. Jumlah ini mungkin jadi yang terbesar sepanjang sejarah banjir di Desa Sitiarjo.

Banjir Sitiarjo Sejak Zaman Belanda

Tiap tahun selalu banjir. Mungkin kata-kata itulah yang melekat pada Desa Sitiarjo yang sejak dulu terus saja direndam banjir saat musim penghujan tiba.

Amaliya dan Dewi (2019) dalam artikel akademik berjudul ‘Adaptasi Bentuk Rumah Masyarakat Rowotrate Dalam Mitigasi Banjir Bandang Berbasis Kearifan Lokal’, menuliskan bahwa banjir di Desa Sitiarjo telah terjadi bahkan sejak zaman penjajahan Belanda.

Penjelasan ini mengutip dokumen histori Desa Sitiarjo, dimana disebutkan terjadi 11 kali banjir pada tahun 1939. Walau tidak ada bukti lain yang memvalidasi, namun hasil penelitian ini telah dipublikasikan pada Seminar Nasional Geografi 2019 di Universitas Negeri Malang.

Warga melintas di tepi Sungai Panguluran yang debit airnya meninggi saat musim hujan.
Warga melintas di tepi Sungai Panguluran yang debit airnya meninggi saat musim hujan. Foto/Aisyah Nawangsari

Dalam jurnal Analisis Kerentanan Bencana Banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sumbermanjing Wetan, Almaulani (2020) menyebut jika banjir terjadi secara periodik. Diantaranya pada tahun 1957, 1965, 1973. 1985, dan 1995.

Alih fungsi lahan besar-besaran pada tahun 1996-1997 diwilayah hulu membuat periode banjir makin memendek. Selain kerusakan pemukiman dan lahan masyarakat, pada 2003 banjir juga merenggut 2 korban jiwa di Dusun Rowotrate dan 1 orang pada 2013.

Banjir di Kecamatan Sumbermanjing Wetan. tak hanya menimpa Desa Sitiarjo. Pada Juli 2013, total 43 orang dari Desa Sitiarjo, Kedungbanteng dan Sidoasri yang mengungsi karena banjir. Pada banjir Desember 2014, ada 34 pengungsi dari Desa Sitiarjo.

Banjir parah kembali terjadi pada bulan Juli dan Oktober 2016. Tercatat 189 orang warga Sitiarjo harus mengungsi. Belum lagi warga terdampak dari Desa Ringinkembar dan Harjokuncaran.

Plenggrongan, Adaptasi Rumah Unik Tahan Banjir

Nama Dusun Rowotrate, salah satu dusun di Desa Sitiarjo, berasal dai kondisi geografisnya yang dahulu area rawa-rawa. Di antara keempat dusun di Desa Sitiarjo, Dusun Rowotrate merupakan daerah yang paling rawan.

Hal ini karena Rowotrate memiliki elevasi terendah dari permukaan air laut. Karena lebih rendah dari dusun lainnya, maka ketinggian banjir bisa mencapai 2,5-3 Meter saat dusun lain hanya terendam 1-2 Meter.

Bermukim di hilir aliran sungai Penguluran yang langganan banjir tak membuat warga mau pindah mukim. Seperti yang diungkapkan Mamik Misniati, Kepala Desa Sitiarjo kepada tugumalang.id, bahwa warga Sitiarjo enggan untuk melakukan bedol desa.

Selain karena puluhan tahun menetap di sana, warga Rowotrate juga punya siasat sendiri dalam menghadapi banjir tahunan. Mereka seakan menerima takdir kondisi alam daerahnya. Masyarakat Sitiarjo khususnya dusun Rowotrate sebagai dusun paling rawan punya inovasi soal bagaimana membangun rumah tahan banjir.

Namanya plenggrongan, ruang tambahan di langit-langit rumah yang dibuat khusus untuk mengevakuasi anggota keluarga dan barang berharga. Jika banjir datang, mereka akan dengan segera mengamankan diri di plenggrongan.

Karlina dan Ismanto (2017) dalam prosiding riset kebencanaan menyebutkan jika plenggrongan berasal dari kata plenggrong atau nglenggrong yang artinya berlindung atau melompat ke tempat yang lebih tinggi. Plenggrongan juga membuat warga merasa rumahnya lebih aman daripada harus mengungsi atau pindah rumah.

Plenggrongan biasanya dibuat dengan ukuran 2 x 3 meter. Namun tetap menyesuaikan dengan ukuran dan luas bangunan atap rumah. Bahan yang biasa digunakan ialah kayu yang cukup kuat untuk menahan beban. Beberapa rumah bahkan menggunakan bahan cor untuk membuat plenggrongan permanen.

Selain memodifikasi ruang atap, dalam observasi Amaliya dan Dewi (2019) menyebutkan jika rumah di Rowotrate, Desa Sitiarjo memiliki model pondasi yang lebih tinggi dari rumah umumnya. Pondasi dinaikkan menjadi 0,5-1,5 Meter agar tak mudah terendam air. Pondasi tinggi dibuat dari semen, batu bata, batu kali, dan batu gunung.

Mengapa Desa Sitiarjo?

Lalu apa penyebab Desa Sitiarjo selalu jadi langganan banjir? Panjangnya rekam jejak banjir di Sitiarjo terjadi disebabkan oleh aliran sungan Penguluran yang melintasi desa. Sungai tersebut juga menjadi muara dua sungai yaitu Sungai Bambang dan Sungai Kedungbanteng.

Belum lagi menyoal ketinggian dataran. Wilayah Desa Sitiarjo sebagai daerah hilir sungai termasuk dalam area Sumbermanjing Wetan bagian selatan. Dimana hanya memiliki ketinggian 0-25 Meter diatas permukaan laut (Mdpl).

Sedangkan wilayah tengah dan utara Kecamatan Sumbermanjing memiliki ketinggian berkisar 500-1000 Mdpl. Dengan kontur dan bentuk lahan perbukitan, Sumbermanjing memiliki tingkat lereng sebesar 0-25%.

Analisis Almaulani (2020) menyebutkan jika topografi Desa Sitiarjo yang didominasi dataran rendah menjadikannya penampung air limpasan atau air kiriman dari hulu. Lahan persawahan dan rawa yang tak mampu menahan air pun menyebabkan luapan air yang meluas.

Lebih lanjut Almaulani juga menuliskan adanya kontribusi alih fungsi lahan hulu sungai yang berada di Desa Sukodono, Kecamatan Dampit. Sehingga menyebabkan banjir kiriman ke Desa Sitiarjo.

Secara umum, Kecamatan Sumbermanjing Wetan memang dikenal sebagai wilayah dengan mayoritas tutupan lahan berupa hutan dan perkebunan. Selain Kawasan hutan lindung, juga terdapat lahan basah, lahan perkebunan, permukimam, industri hingga pertambangan.

Di sisi lain, BMKG Stasiun Klimatologi Kelas II Karangploso mencatat bahwa Kecamatan Sumbermanjing Wetan memiliki curah hujan sedang hingga tinggi yang berkisar antara 1000-1600 mm.

Penulis: Imam A. Hanifah
editor: jatmiko

Tags: banjirDesa Sitiarjoplenggrongan

Related Posts

Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang
Asli Malang

Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang

Minggu, 30 Agu 2026
Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah
Asli Malang

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah

Minggu, 2 Agu 2026
Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi
Asli Malang

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi

Selasa, 14 Jul 2026
Jangan Salah Terminal, Ini Fungsi Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari
Asli Malang

Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

Minggu, 12 Jul 2026
5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter
Asli Malang

5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter

Rabu, 8 Jul 2026
Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari
Asli Malang

Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari

Senin, 6 Jul 2026
Next Post
PT Pegadaian

Pemenang Lomba Bank Sampah “Meng-EMAS-kan Sampah Untuk Indonesia” PT Pegadaian

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.