Monday, July 6, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Bangga! Siswa MAN Insan Cendekia Pekalongan Bicara Tentang Eco Theology dan Ajak Masyarakat Merawat Bumi

Redaksi by Redaksi
November 3, 2025 12:28 pm
in Pendidikan
Siswa MAN Insan Cendekia Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab (baju hijau) menjadi salah satu pembicara dalam forum AICIS 2025 yang membahas tentang Eco Theology dan kelestarian bumi. /Foto: Dok. Istimewa.

Siswa MAN Insan Cendekia Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab (baju hijau) menjadi salah satu pembicara dalam forum AICIS 2025 yang membahas tentang Eco Theology dan kelestarian bumi. /Foto: Dok. Istimewa.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Siswa MAN Insan Cendekia Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab bersama rekannya, Raddinia Kejora Bagaskoro menjadi pembicara dalam Forum Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) 2025.

Forum AICIS 2025 yang diselenggarakan di Universitas Islam International Indonesia (UII) Depok, Jawa Barat pada 29-30 Oktober 2025 lalu, menjadi panggung kolaborasi gagasan antara pemerintah, akademisi, dan generasi muda dalam menjawab tantangan krisis lingkungan global.

READ ALSO

Universitas Ma Chung Siapkan Lompatan Baru Menuju Trendsetter Pendidikan

Magister Psikologi UIN Malang Gelar Open House, Dorong Calon Mahasiswa Berdampak Lewat Pendidikan

Dalam salah satu sesi Science Talkshow Madrasah, Rayyan memaparkan presentasinya yang bertajuk Eco-Theology in Action: Building a Sustainable Future. Ia mengajak publik untuk melihat bahwa teologi bukan sekadar ajaran ritual semata, tetapi juga pedoman moral dalam menjaga bumi.

Baca Juga: Mahasiswa Al-Qolam Malang Ikuti Upacara Sumpah Pemuda ke-97 di Pendopo Agung

Rayyan juga mengutip ayat-ayat suci Al-Quran, Alkitab, dan Ahimsa dari Budhisme untuk menunjukkan kesatuan nilai lintas agama dalam menumbuhkan etika ekologis.

Presentasi dalam full Bahasa Inggris yang diikuti sebagian besar mahasiswa UII ini, mengapresiasi kedua pemateri. Rayyan menampilkan berbagai inisiatif keberlanjutan yang dilakukan di MAN Insan Cendekia Pekalongan.

Beberapa di antaranya adalah pengelolaan biogas dari limbah ikan dan sayuran. Kegiatan lainnya dari siswa MAN Insan Cendekia Pekalongan adalah pemanfaatan gulma eceng gondok sebagai adsorben logam berat limbah batik.

“Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kemenag dan Madrasah dalam mendorong dan memfasilitasi siswa untuk peduli dan menghayati lingkungan sebagai bagian dari iman,” ujar peserta pertukaran pelajar (AFS) selama satu tahun di Finlandia pada 2024-2025 dan penggagas gerakan pelajar Atma Bawana ini.

Di samping aksi nyata, Rayyan bersama teman-temannya ikut mengkampanyekan lingkungan melalui sejumlah tulisan di berbagai media.

Rayyan menegaskan pentingnya Kementerian Agama melalui program Green Waqf dan pendidikan lingkungan berbasis nilai-nilai spiritual.

“Madrasah bukan hanya tempat mencetak insan berilmu, tetapi juga insan yang mencintai alam sebagai wujud iman,” tegasnya.

Baca Juga: 4 AI Gratis untuk Membantu Buat Skripsi dan Tugas Mahasiswa

Melalui pendekatan lintas iman dan teknologi sederhana, Rayyan menunjukkan bahwa generasi muda madrasah mampu menjadi motor perubahan menuju masa depan yang berkelanjutan.

Menteri Agama Tegaskan Pelestarian Lingkungan sebagai Panggilan Spiritual dan Moral

Menghadiri acara AICIS 2025, Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI), Prof. Dr. KH.Nasaruddin Umar, MA menegaskan bahwa pelestarian lingkungan adalah panggilan spiritual sekaligus moral.

Ia menyebut bahwa krisis ekologi tidak dapat diselesaikan hanya dengan pendekatan ilmiah. Tetapi memerlukan bahasa religius yang menyentuh hati umat.

“Tanpa bahasa religius, akan sulit menggerakkan hati umat untuk menyelamatkan lingkungan. Krisis ekologi ini adalah persoalan spiritual dan moral,” ujarnya.

Nasaruddin juga memperkenalkan konsep ekoteologi kasih sayang, yaitu cara pandang teologis yang menempatkan kasih sebagai dasar interaksi manusia dengan alam, sebagaimana tercermin dalam nilai-nilai Asmaul Husna.

Madrasah Harus Terus Berkontribusi bagi Lingkungan

Sementara siswa MAN Insan Cendekia Pekalongan lainnya, Raddinia Kejora Bagaskoro mengatakan sebagai siswa madrasah harus terus memberikan kontribusi yang berguna bagi lingkungan.

Pengalamannya sebagai peserta program Intensive Educational Short Course di China beberapa waktu lalu, menjadikan dirinya terinspirasi untuk berkarya kepada masyarakat. Ini seperti yang ia saksikan bagaimana pelajar di belahan dunia berlomba untuk lingkungan.

“Itu pula yang kami lakukan dengan memanfaatkan teknologi AI (kecerdasan buatan) untuk keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan,” jelas siswa yang menjadi pemenang lomba ajang Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2025.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Bagus Rachmad Saputra

Editor: Herlianto. A

Tags: Ahmad Ali Rayyan ShahabAICIS 2025Eco TheologyKelestarian BumiMAN Insan Cendekia PekalonganMenteri Agama RInasaruddin umar

Related Posts

Universitas Ma Chung Siapkan Lompatan Baru Menuju Trendsetter Pendidikan
Pendidikan

Universitas Ma Chung Siapkan Lompatan Baru Menuju Trendsetter Pendidikan

Saturday, 4 Jul 2026
Magister Psikologi UIN Malang
Advertorial

Magister Psikologi UIN Malang Gelar Open House, Dorong Calon Mahasiswa Berdampak Lewat Pendidikan

Friday, 3 Jul 2026
Dindik Jatim Tegaskan MPLS 2026 Bebas Perpeloncoan, Sekolah Harus Jadi Ruang Aman
Pendidikan

Dindik Jatim Tegaskan MPLS 2026 Bebas Perpeloncoan, Sekolah Harus Jadi Ruang Aman

Friday, 3 Jul 2026
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu
Pendidikan

Dinas Pendidikan Kota Batu Pastikan MPLS 2026 Bebas Perpeloncoan Lewat Konsep SAE

Friday, 3 Jul 2026
Gelar Karya PG PAUD Unikama suguhkan beragam karya yang mengusung semangat harmoni rasa dan budaya Nusantara. /Foto: Dok. Unikama
Pendidikan

Gelar Karya PG PAUD Unikama: Usung Semangat Harmoni Rasa dan Karya Nusantara

Friday, 3 Jul 2026
ITSK Soepraoen
Advertorial

Informatic Fair 2026 ITSK Soepraoen Tampilkan Karya Digital Mahasiswa Berbasis Kebutuhan Nyata

Thursday, 2 Jul 2026
Next Post
Rumah warga di Dau alami kerusakan akibat terjangan angin puting beliung. Foto: BPBD Kabupaten Malang

112 Rumah di Dau Malang Rusak Akibat Angin Puting Beliung, 1 Warga Luka Tertimpa Material

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepeda Motor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang, 3 Orang Luka-luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Edi Purwanto, Santri dan Penggerak NU Asal Malang Terpilih Jadi Komisioner KI Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.