Tugumalang.id – Ketekunan berlatih dan optimisme juara menjadi spirit Jingga Eka Farera (21), atlet lari Kota Malang menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Poprov) Jatim IX 2025.
Namun spirit Jingga terbentur fasilitas latihan. Padahal, turnamen multi cabor bergengsi itu akan segera digelar di Malang Raya yakni Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu pada 28 Juni 2025 mendatang.
Sebagai atlet tuan rumah, optimisme meraih medali emas ia jaga betul-betul sepanjang hari. Jingga berlatih setiap hari bersama teman-temannya sesama atlet. Dia membagi porsi latihannya sehari 2 kali yakni pagi dan sore.
Baca Juga: Pj Wali Kota Malang Berikan Motivasi ke Ribuan Atlet saat Buka Puslakot Persiapan Porprov Jatim
“Biasanya kalau pagi, latihan jam stengah 8 sampai jam 10. Kalau sore jadi stengah 4 sampai jam 6,” kata Jingga.
Atlet Lari Terkendala Fasilitas Latihan
Atletik yang merupakan olahraga asal Yunani itu memang mengedepankan kecepatan, ketangkasan hingga ketahanan fisik. Untuk itu, latihan untuk menjaga performa dan kebugaran fisik benar-benar Jingga jaga.
Namun sayang, atlet Kota Malang ini terkendala fasilitas latihan. Jingga bersama teman-temannya harus berlatih di tempat seadanya. Kadang di rerumputan lapangan sepakbola, kadang di kampus.
Jingga mengaku kesusahan berlatih dengan lintasan lari yang tak seperti lintasan pertandingan sebenarnya. Di sisi lain, lintasan atletik di Stadion Gajayana sedang direnovasi dan belum kunjung rampung untuk menjadi venue Porprov Jatim 2025. Jingga tak bisa berlatih di sana.
Baca Juga: Pemkab Malang Launching Maskot Porprov IX Jatim 2025, Burung Cucak Ijo Bernama Cak Jo
“Gara-gara ada perbaikan, ya agak kesusahan latihannya. Kami latihan seadanya, di rumput stadion, kadang di kampus,” ungkapnya.
Dengan kondisi yang ada, Jingga memandang atlet asal Kediri diproyeksikan akan menjadi saingan kuat. Sebab selain dikenal kuat, atlet Kediri saat ini lebih unggul dari sisi fasilitas latihannya.
“Mereka punya jam tayang (pengalaman). Lalu di sana tempat latihannya bisa dipakai terus selama TC (training center). Sedangkan kami latihan di tempat seadanya,” kata dia.
Dukungan dari penerintah pun dia sebut masih minim. Porprov Jatim 2025 yang gelarannya akan segera tiba, Jingga belum mendapat sepatu latihan maupun suplemen penambah stamina. Fasilitas itu masih diajukan dan belum realisasi.
Meski terkendala fasilitas latihan, mahasiswi Universitas Negeri Malang itu tetap menjaga optimismenya untuk bisa menjadi juara. Dia akan tampil dalam 2 kategori yakni estafet dan gawang 400 meter.
“Tentu saya tetap optimis bisa (meraih) emas untuk Porprov Jatim 2025. Saya percaya bisa,” ujarnya.
Melihat jam terbangnya, Jingga sudah kerap tampil di event Porprov sejak 2019. Pada Porprov Jatim terakhir, Jingga meriah medali emas di cabor atletik kelas estafet dan medali perak untuk kelas gawang 400 meter.
Bakat Jingga sudah muncul sejak dia duduk di bangku sekolah dasar. Saat kelas 6 SD, dia pernah tampil dalam kejuaraan Pekan Olahraga Sekolah Dasar (PORSD) di Blitar. Kejuaraan itu merupakan turnemen pertama dan raihan medali pertamanya.
Jingga tak pernah berpikir akan kalah. Dia terus menjaga optimismenya dengan ketekunan berlatih di tengah keterbatasan. Sebab hasil terbaik akan berpihak kepada dia yang benar benar berjuang keras. Seperti dalam motivasi legenda pelari tercepat dunia, Usain Bolt.
“Kekhawatiran tidak akan membawa Anda ke mana pun. Jika Anda khawatir tentang bagaimana Anda akan tampil, Anda sudah kalah. Berlatihlah dengan keras, bangkit, berlari dan berlarilah dengan sekuat tenaga, dan sisanya akan berjalan dengan sendirinya,” kata Usain Bolt, pelari tercepat dunia asal Jamaika.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A





























