Sabtu, Mei 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Advertorial

Atasi Trauma dan Stigma, Aplikasi “Miracle” Bantu Remaja Penyintas Pelecehan Seksual Pulih Mandiri

Redaksi by Redaksi
September 18, 2025 7:32 pm
in Advertorial
Ilustrasi aplikasi "Miracle". Foto/dok

Ilustrasi aplikasi "Miracle". Foto/dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Di tengah meningkatnya fenomena pelecehan seksual di kalangan remaja dan dampak traumatis yang mengikutinya, sebuah penelitian terbaru memberikan secercah harapan.

Intervensi yang mengombinasikan konseling kelompok Cognitive Behavioral dengan dukungan aplikasi self-help “Miracle” terbukti efektif secara signifikan dalam menguatkan kondisi psikologis dan resiliensi remaja penyintas.

READ ALSO

Grand Avenue Sukun Tawarkan Hunian Eksklusif Bergaya American Style di Jantung Kota Malang

Cerita Kurban Mahasiswa Rantau di ITN Malang, Dari Sate Anak Kos hingga Sapi PMK

Penelitian ini hadir sebagai jawaban atas tantangan berat yang dihadapi para penyintas. Selain berjuang dengan trauma yang mengubah perilaku dan memengaruhi seluruh aspek kehidupan, mereka juga kerap menghadapi diskriminasi dan stigma negatif dari lingkungan sekitar.

Baca Juga: Dokter AY Bantah Tuduhan Pelecehan Seksual, Laporkan QAR atas Pencemaran Nama Baik

Situasi ini sering kali membuat mereka enggan mencari bantuan profesional. “Kami melihat ada kebutuhan mendesak untuk menciptakan layanan yang tidak hanya aman, tetapi juga mudah diakses dan berkelanjutan bagi para penyintas,” ujar Prof. Dr. Arbin Janu Setiyowati, M.Pd., Ketua tim peneliti dari Universitas Negeri Malang.

Ilustrasi aplikasi "Miracle". Foto/dok
Ilustrasi aplikasi “Miracle”. Foto/dok

“Tujuannya adalah memberdayakan mereka untuk bisa menolong diri sendiri, bahkan setelah sesi konseling formal berakhir,” lanjutnya.

Intervensi dalam penelitian ini dilakukan melalui lima sesi konseling kelompok dengan pendekatan cognitive behavior,  pendekatan konseling yang berfokus pada perubahan pola pikir dan perilaku negatif.

Baca Juga: Vokasi UMM Kembangkan Aplikasi Deteksi Dini Anemia Melalui Citra Konjungtiva Mata

Unsur inovatifnya terletak pada penggunaan aplikasi “Miracle” sebagai tugas antar sesi dan pasca-konseling. Aplikasi “Miracle” dirancang sebagai alat bantu mandiri (self-help) yang ramah pengguna, dengan empat fitur utama untuk mendukung proses pemulihan, yaitu:

  1. Latihan Regulasi Emosi: latihan yang dikembangkan dengan berbasis cognitive behavior untuk membantu mengelola stres dan pemicu trauma.
  2. Journaling Pribadi: ruang aman bagi penyintas untuk mengekspresikan perasaan dan pikiran tanpa dihakimi.
  3. Meditasi Terpandu: relaksasi untuk menenangkan pikiran dan mengurangi kecemasan.
  4. Tombol Bantuan Profesional: menghubungkan penyintas secara langsung dengan konselor terpercaya jika membutuhkan bantuan darurat.

“Kombinasi antara interaksi kelompok yang suportif dan alat digital yang personal ini menciptakan ekosistem pemulihan yang kuat. Di dalam kelompok, mereka merasa tidak sendiri. Melalui aplikasi, mereka belajar mengelola emosi secara mandiri kapan pun dan di mana pun,” tambah Prof. Dr. Arbin Janu Setiyowati, M.Pd.

Hasil penelitian menunjukkan perubahan yang positif. Setelah menjalani lima kali sesi dan dengan memanfaatkan aplikasi “Miracle”, para partisipan menunjukkan peningkatan skor resiliensi yang signifikan.

Di mana resiliensi merupakan kemampuan untuk bangkit kembali dari kesulitan, sehingga kunci utama bagi pemulihan jangka panjang.

Peningkatan ini mengindikasikan bahwa para remaja penyintas tidak hanya merasa lebih baik secara emosional, tetapi juga lebih siap untuk menghadapi tantangan hidup, kembali beraktivitas normal, dan melanjutkan masa depan mereka dengan optimisme.

Salah seorang partisipan (identitas dirahasiakan) mengungkapkan, “Awalnya sulit untuk percaya lagi pada siapa pun. Tapi melalui sesi kelompok dan latihan di aplikasi, saya belajar bahwa perasaan saya valid dan saya punya kekuatan untuk mengendalikannya.

Aplikasi ini seperti teman yang selalu ada.” Keberhasilan model intervensi ini menawarkan sebuah solusi inovatif yang dapat diadopsi lebih luas.

Pemanfaatan teknologi digital tidak hanya mengatasi hambatan geografis dan stigma, tetapi juga memberikan alat praktis yang memperkuat efek terapi dan mendorong kemandirian penyintas dalam perjalanan pemulihan mereka.

Tentang Penelitian:

Penelitian ini dilakukan oleh Tim peneliti  dari Universitas Negeri Malang, yang diketuai oleh Prof. Dr. Arbin Janu Setiyowati, M.Pd, untuk mendukung kesehatan mental remaja di Indonesia.

Hasil ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi pengembangan layanan kesehatan mental yang lebih inklusif dan efektif di era digital.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Sumber: Rilis UM

Editor: Herlianto. A

Related Posts

Grand Avenue Sukun
Advertorial

Grand Avenue Sukun Tawarkan Hunian Eksklusif Bergaya American Style di Jantung Kota Malang

Jumat, 29 Mei 2026
Cerita mahasiswa rantau ITN Malang di Idul Adha
Advertorial

Cerita Kurban Mahasiswa Rantau di ITN Malang, Dari Sate Anak Kos hingga Sapi PMK

Rabu, 27 Mei 2026
Royal Avenue di Sulfat. Foto/dok
Advertorial

Rumah Lega Nggak Nempel Tetangga, Deket Exit Tol Bikin Semua Pembelinya Datang Sendiri

Rabu, 27 Mei 2026
Manager PLN UP3 Malang, Agung Wibowo dalam kegiatan penyembelihan hewan qurban Idul Adha 2026. (Foto/M Sholeh)
Advertorial

PLN UP3 Malang Salurkan 1.061 Paket Daging Kurban di Idul Adha 2026

Rabu, 27 Mei 2026
Penyaluran hewan kurban PT Tomoland ke masjid sekitar (dok.)
Advertorial

Perkuat Hubungan dengan Warga, PT Tomoland Bagikan Hewan Qurban ke 5 Masjid di Malang

Selasa, 26 Mei 2026
Jajaran Head of Department Atria Hotel Malang dalam momen kebersamaan bersama penerima hewan kurban. Foto/dok Atria Hotel Malang. Foto/dok Atria Hotel Malang
Advertorial

Melayani dengan Hati, Atria Hotel Malang Berbagi di Momen Idul Adha

Selasa, 26 Mei 2026
Next Post
Talk show anti pelecehan seksual di Stasiun Kota Malang. (Foto/M Sholeh)

KAI Kampanyekan Gerakan Anti Pelecehan Seksual di Stasiun Malang

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.