Tugumalang.id – Di tengah meningkatnya fenomena pelecehan seksual di kalangan remaja dan dampak traumatis yang mengikutinya, sebuah penelitian terbaru memberikan secercah harapan.
Intervensi yang mengombinasikan konseling kelompok Cognitive Behavioral dengan dukungan aplikasi self-help “Miracle” terbukti efektif secara signifikan dalam menguatkan kondisi psikologis dan resiliensi remaja penyintas.
Penelitian ini hadir sebagai jawaban atas tantangan berat yang dihadapi para penyintas. Selain berjuang dengan trauma yang mengubah perilaku dan memengaruhi seluruh aspek kehidupan, mereka juga kerap menghadapi diskriminasi dan stigma negatif dari lingkungan sekitar.
Baca Juga: Dokter AY Bantah Tuduhan Pelecehan Seksual, Laporkan QAR atas Pencemaran Nama Baik
Situasi ini sering kali membuat mereka enggan mencari bantuan profesional. “Kami melihat ada kebutuhan mendesak untuk menciptakan layanan yang tidak hanya aman, tetapi juga mudah diakses dan berkelanjutan bagi para penyintas,” ujar Prof. Dr. Arbin Janu Setiyowati, M.Pd., Ketua tim peneliti dari Universitas Negeri Malang.

“Tujuannya adalah memberdayakan mereka untuk bisa menolong diri sendiri, bahkan setelah sesi konseling formal berakhir,” lanjutnya.
Intervensi dalam penelitian ini dilakukan melalui lima sesi konseling kelompok dengan pendekatan cognitive behavior, pendekatan konseling yang berfokus pada perubahan pola pikir dan perilaku negatif.
Baca Juga: Vokasi UMM Kembangkan Aplikasi Deteksi Dini Anemia Melalui Citra Konjungtiva Mata
Unsur inovatifnya terletak pada penggunaan aplikasi “Miracle” sebagai tugas antar sesi dan pasca-konseling. Aplikasi “Miracle” dirancang sebagai alat bantu mandiri (self-help) yang ramah pengguna, dengan empat fitur utama untuk mendukung proses pemulihan, yaitu:
- Latihan Regulasi Emosi: latihan yang dikembangkan dengan berbasis cognitive behavior untuk membantu mengelola stres dan pemicu trauma.
- Journaling Pribadi: ruang aman bagi penyintas untuk mengekspresikan perasaan dan pikiran tanpa dihakimi.
- Meditasi Terpandu: relaksasi untuk menenangkan pikiran dan mengurangi kecemasan.
- Tombol Bantuan Profesional: menghubungkan penyintas secara langsung dengan konselor terpercaya jika membutuhkan bantuan darurat.
“Kombinasi antara interaksi kelompok yang suportif dan alat digital yang personal ini menciptakan ekosistem pemulihan yang kuat. Di dalam kelompok, mereka merasa tidak sendiri. Melalui aplikasi, mereka belajar mengelola emosi secara mandiri kapan pun dan di mana pun,” tambah Prof. Dr. Arbin Janu Setiyowati, M.Pd.
Hasil penelitian menunjukkan perubahan yang positif. Setelah menjalani lima kali sesi dan dengan memanfaatkan aplikasi “Miracle”, para partisipan menunjukkan peningkatan skor resiliensi yang signifikan.
Di mana resiliensi merupakan kemampuan untuk bangkit kembali dari kesulitan, sehingga kunci utama bagi pemulihan jangka panjang.
Peningkatan ini mengindikasikan bahwa para remaja penyintas tidak hanya merasa lebih baik secara emosional, tetapi juga lebih siap untuk menghadapi tantangan hidup, kembali beraktivitas normal, dan melanjutkan masa depan mereka dengan optimisme.
Salah seorang partisipan (identitas dirahasiakan) mengungkapkan, “Awalnya sulit untuk percaya lagi pada siapa pun. Tapi melalui sesi kelompok dan latihan di aplikasi, saya belajar bahwa perasaan saya valid dan saya punya kekuatan untuk mengendalikannya.
Aplikasi ini seperti teman yang selalu ada.” Keberhasilan model intervensi ini menawarkan sebuah solusi inovatif yang dapat diadopsi lebih luas.
Pemanfaatan teknologi digital tidak hanya mengatasi hambatan geografis dan stigma, tetapi juga memberikan alat praktis yang memperkuat efek terapi dan mendorong kemandirian penyintas dalam perjalanan pemulihan mereka.
Tentang Penelitian:
Penelitian ini dilakukan oleh Tim peneliti dari Universitas Negeri Malang, yang diketuai oleh Prof. Dr. Arbin Janu Setiyowati, M.Pd, untuk mendukung kesehatan mental remaja di Indonesia.
Hasil ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi pengembangan layanan kesehatan mental yang lebih inklusif dan efektif di era digital.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis UM
Editor: Herlianto. A





























