Sabtu, Mei 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Asli Malang

Asyiknya Berburu Takjil di Jalan Soekarno-Hatta Kota Malang

Redaksi by Redaksi
April 17, 2023 9:40 am
in Asli Malang
Suasana Berburu Stand Takjil di daerah Soekarno Hatta Malang

Suasana Berburu Stand Takjil di daerah Soekarno Hatta Malang. Foto/Efryca

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Di hari-hari menjelang kahir bulan Ramadan ini, warga Kota Malang masih tampak bersemangat untuk berburu takjil. Itu terlihat dari banyaknya warga yang memadati jalan Soekarno-Hatta (Suhat) Kota Malang, Jawa Timur.

Di kawasan itu, memang terbilang menjadi tempat favorit warga untuk berburu takjil karena ada beragam makanan yang dijual. Pembeli bisa dengan leluasa memilih untuk membeli jenis takjil dan makanan kesukannya.

READ ALSO

Makna Keris dan Tombak di Museum Singhasari, Bukan Sekadar Senjata

5 Destinasi Wisata Sejarah di Kota Malang yang Cocok untuk Liburan Edukatif

Beberapa tempat terpantau ramai pengunjung yang membludak hingga ke jalanan. Stand takjil di Suhat terbilang unik karena selalu dipadati oleh pengunjung serta memiliki cerita atau pengalaman menarik dari penjual dan pembeli yang datang ke daerah tersebut.

Stand-stand tersebut menjual berbagai jenis makanan dan minuman berbuka puasa mulai dari manakan berat hingga makanan ringan. Di antaranya nasi bakar, aneka lauk-pauk, gorengan, es buah, siomay, batagor, seafood, makanan Korea dan lainnya.

Salah satu pengunjung bernama Aida, asal Sidoarjo, yang kebetulan datang ke Malang bersama dengan muridnya menyempatkan untuk mencari takjil di daerah Suhat. Mereka ke sana karena lokasinya terpantau ramai dan berdekatan dengan penginapannya di Kota Malang.

“Tadi pukul 16.00 WIB sudah keluar dari hotel untuk mencari takjil. Dalam perjalanan menuju stand takjil sangat ramai dan macet tetapi di sini enak karena banyak pilihan makanan dari berbagai camilan seperti jajanan Korea dan ini pengalaman pertama kali beli takjil di daerah Soekarno Hatta,” ujar wanita berbaju coklat saat diwawancarai pada Kamis (13/04/2023).

Adapun pengunjung selanjutnya adalah Aulia dan Tania, kedua perempuan ini merupakan mahasiswa dari salah satu universitas di Malang.

“Kami berdua asli Malang, kebetulan hari ini kuliah selesai sore sehingga pulang dari kuliah langsung berburu takjil seperti sempol dan berbagai cemilan lainnya. Kami sudah pernah membeli makanan takjil di sini, memang suasananya macet yang sangat parah tetapi takjil di sini banyak pilihannya,” ujarnya.

Meskipun keberadaan stand takjil di daerah Soekarno-Hatta menyebabkan arus lalu lintas macet, namun masih menjadi pilihan banyak masyarakat untuk berbelanja di tempat tersebut. Berdasarkan pantauan, stand takjil relatif lebih tertata mulai dari area penjual dan tempat parkir yang dikelola dengan baik oleh masyarakat sekitar.

Salah satu penjual kue kucur, Samhari asal Pamekasan, mengatakan bahwa dia julan kucur sudah selama 10 tahun dan sudah memiliki beberapa cabang di Kota Malang. Dia menjual kuenya dengan harga cukup terjangkau, mulai dari Rp4 ribu dengan dua variasi warna yaitu hijau dan coklat.

“Saya sudah lama berjualan kue kucur di Malang dan sudah memiliki tempat. Apabila bulan Ramadan tiba, memang membuka stand di daerah Soekarno-Hatta karena tempatnya lebih ramai banyak anak muda dan mahasiswa yang berburu takjil. Jadi, saya mulai persiapan sudah dari jam 10.00 WIB pagi untuk membuat adonan kue kucur,” ujarnya.

Penjual lain bernama Emi mengatakan sudah berjualan membantu orang tuanya dari tahun 2003. Perempuan asli Kendal Sari, Kota Malang itu, berjualan aneka bubur, kolak, salad buah, dan aneka es dengan harga yangterjangkau mulai dari Rp5 ribu hingga Rp8 ribu.

“Saya sudah berjualan dari tahun 2003, jadi kalau ditotal sudah 20 tahun berjualan. Walaupun bukan Ramadhan, saya tetap berjualan di daerah Soekarno-Hatta dan memang sudah menjadi tempat berjualan dari dahulu,” kata dia.

Penjual yang membuka stand di daerah Soekarno-Hatta tidak hanya dari kalangan ibu-ibu atau bapak-bapak saja, melainkan anak muda pun turut ikut andil dalam berjualan takjil.

Salah satu perempuan muda yang berjualan takjil adalah Risna.Perempuan asli Kota Malang yang beralamat di Jalan Mawar itu menjual makanan kekinian berupa dimsum dan odeng, dengan harga mulai dari Rp1 ribu sampai Rp5 ribu untuk dimsum dan Rp10 ribu untuk odeng.

“Saya sudah berjualan selama dua tahun dan setiap bulan Ramadan selalu membuka stand di daerah Soekarno-Hatta. Membuka stand makanan takjil di daerah ini sangat menguntungkan, karena tempatnya yang ramai dan dipenuhi mahasiswa,” ujarnya.

Suhat memang menjadi alternatif bagi penjual makanan takjil untuk membuka stand saat bulan Ramadan, karena tempatnya yang ramai, banyak anak muda, dan mahasiswa berburu takjil untuk berbuka puasa.

Penulis: Efryca Ayu Nabella & Rafida Tri Pitaloka (magang)

Editor: Herlianto. A

Tags: Berburu Takjilbulan ramadanjalan soekarno-hattaJalan Suhatkota malang

Related Posts

Museum Singhasari
Asli Malang

Makna Keris dan Tombak di Museum Singhasari, Bukan Sekadar Senjata

Selasa, 5 Mei 2026
Wisata sejarah di Kota Malang
Asli Malang

5 Destinasi Wisata Sejarah di Kota Malang yang Cocok untuk Liburan Edukatif

Senin, 23 Mar 2026
Kampung Budaya Polowijen, salah satu tempat wisata edukasi di Kota Malang yang menarik untuk dikunjungi. /Foto: Google Review Kampung Budaya Polowijen/Henny Chn.
Asli Malang

Rekomendasi Wisata Edukasi di Kota Malang: Tempat Asyik Belajar dan Liburan Bersama Keluarga

Jumat, 7 Nov 2025
Tanaman hias
Asli Malang

4 Surga Hijau di Malang Raya: Pusat Tanaman Hias Terlengkap dari Pasar Legendaris hingga Nursery Modern

Selasa, 4 Nov 2025
Candi Sumberawan, salah satu situs sejarah di Kabupaten Malang tepatnya terletak di Kecamatan Singosari yang menarik untuk dikunjungi. /Foto: Google Review Candi Sumberawan/Arie Nugraha.
Asli Malang

Jejak Masa Lalu Singosari: Destinasi Situs Sejarah yang Wajib Dikunjungi di Kabupaten Malang

Sabtu, 25 Okt 2025
Rekomendasi Tempat Beli Kopi Roasting di Malang: Surga Pecinta Kopi dengan Rasa Otentik
Asli Malang

Menelusuri Jejak Kuno: 4 Situs Sejarah di Kota Malang yang Wajib Dikunjungi

Minggu, 19 Okt 2025
Next Post
Ilustrasi.

Begawan Villas Malang Buka Cluster Abiyasa, Kawasan Villa Terbaik dan Penuh Makna

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.