Tugumalang.id – Animo penjualan bunga mawar saat hari Valentine yang jatuh pada 14 Februari 2023 tampaknya menurun. Ini bisa dilihat dari penjualan di tingkat produsen di Desa Gunungsari Kota Batu yang bahkan menurun sampai 50 persen.
Salah satu penjual bunga mawar tangkai, Ahmad Aziz, menuturkan penjualan bunga mawarnya untuk hari Valentine ini menurun drastis jika dibandingkan dengan tahun 2022 lalu.
“Penjualannya terbilang menurun sampai 50 persen. Kalau tahun lalu ya bisa naik sampai dua kali lipat,” kata Ahmad, Selasa (14/2/2023).
Penurunan penjualan ini kata dia terjadi karena minat masyarakat yang menurun. Ini terlihat dari sejumlah toko bunga yang tidak memesan bunga mawar lagi hingga siang hari ini.
Harga bunga mawar sendiri di tingkat petani tembus hingga Rp4-5 ribu. Artinya, jika dijual di toko sudah mencapai Rp6 ribu. Naiknya harga mawar ini karena biaya operasional yang juga meningkat.
Peningkatan biaya operasional untuk tahun ini juga terbilang tinggi daripada tahun-tahun sebelumnya. Biaya operasional ini meliputi obat, biaya pekerja hingga packing juga mengalami kenaikan.
“Itu juga mungkin yang bikin minat masyarakat turun karena harganya mahal. Ya sudah mau gimana lagi,” kata dia.
Jika biasanya pada momen vakentine ini dia bisa mengirim 6-7 ribu tangkai, tahun ini dirinya hanya bisa mengirim 2-3 ribu tangkai. Biasanya dia mengirim paketan bunga ke berbagai daerah seperti Surabaya, Jakarta, Semarang, Bali, Yogyakarta, Jember hingga Banyuwangi.
Reporter: M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A
























