Kota Batu, Tugumalang.id – Pemerintah Kota Batu mengumumkan penurunan alokasi belanja daerah sebesar Rp14 miliar pada tahun anggaran 2025. Meski demikian, Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan bahwa penyusutan anggaran ini tidak akan berdampak pada kelangsungan Proyek Strategis Daerah (PSD).
Penyesuaian anggaran tersebut terungkap dalam Rapat Paripurna Pembahasan Rancangan Perubahan Kebijakan Umum APBD serta Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2025 yang digelar pada Selasa (10/6/2025). Pemkot Batu mengambil langkah pengurangan ini sebagai bagian dari upaya untuk memaksimalkan efisiensi pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Alokasi Belanja Daerah Pemkot Batu Susut karena SILPA
Wali Kota Nurochman menjelaskan bahwa belanja daerah yang semula dirancang sebesar Rp1,246 triliun kini dikoreksi menjadi Rp1,232 triliun. Penurunan ini, menurutnya, juga dipengaruhi oleh koreksi terhadap proyeksi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) yang awalnya diperkirakan Rp154 miliar, namun hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menunjukkan realisasi hanya Rp144 miliar.
Cak Nur, sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa pengurangan belanja daerah itu juga disebabkan proyeksi sisa lebih penggunaan anggaran (SILPA) yang ditetapkan sebelumnya oleh tim Badan Anggaran (Banggar) tak sesuai prediksi.
“Di mana sebelumnya Rp154 miliar, setelah audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, hasilnya menurun menjadi Rp144 miliar,” katanya.
Capaian positif penurunan SILPA ini nantinya akan berimbas pada pergeseran program yang telah dianggarkan. Hal inilah yang membuat Pemkot Batu menurunkan besaran belanja daerah. Tapi ia memastikan hal itu tidak akan mengganggu PSD.
”Kami petakan kembali untuk proyeksi belanja daerah yang sudah dianggarkan melalui SILPA sebelumnya, yang selisih Rp 10 miliar itu,” kata Cak Nur.
Baca juga: Pemkot Batu Janjikan Bonus Rp40 Juta bagi Atlet Peraih Emas di Porprov Jatim IX 2025
Ia mengaku telah mempertimbangkan berbagai perubahan dan penyesuaian terhadap kondisi ekonomi. Baik secara makro, nasional, regional hingga lokal. Itu bertujuan agar menjaga akurasi perencanaan anggaran, menyesuaikan target pembangunan serta memperkuat ketahanan fiskal daerah di tengah gejolak ekonomi yang tidak stabil.
“Sementara proyeksi pendapatan asli daerah (PAD) juga diestimasikan mengalami penurunan. Dari yang proyeksi awal mencapai Rp1,092 triliun, ditetapkan menjadi Rp1,088 triliun,” ungkapnya.
Dengan pertimbangan yang ada, pihaknya akan memfokuskan anggaran untuk beberapa hal. Seperti memprioritaskan pemenuhan belanja wajib meliputi belanja pegawai hingga utang daerah. Nurochman menyebut juga mengutamakan belanja intervensi program prioritas.
Baca juga: Pelebaran Jalan Depan Pasar Induk Among Tani Batu Dimulai Juni 2025
Seperti belanja operasional, belanja modal, belanja tak terduga (BTT) hingga belanja transfer. Program prioritas yang difokuskan seperti penanganan stunting, pemenuhan operasional tempat pengolahan sampah reuse, reduce dan recycle (TPS3R), sarana dan prasarana pekan olahraga provinsi (porprov) hingga antisipasi kebencanaan.
Anggaran belanja daerah juga diprioritaskan untuk akselerasi pembangunan infrastruktur hingga pengakomodir pokok pikiran (pokir) yang telah ditampung dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025.
“Yang jelas, kami tetap akan mempertimbangkan kecukupan waktu dalam merealisasikan program tersebut,” imbuhnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko





























