Selasa, Oktober 13, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Peristiwa

RS Hermina Malang Akui Lemah Koordinasi, Pasien Kritis Terabaikan hingga Meninggal Dunia

Redaksi by Redaksi
Maret 12, 2024 5:06 pm
in Peristiwa
Wakil Direktur RS Hermina Tangkubanprahu Malang, Yuliani Ningsih. (Foto/M Sholeh)

Wakil Direktur RS Hermina Tangkubanprahu Malang, Yuliani Ningsih. (Foto/M Sholeh)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Seorang anggota linmas bernama Wahyu Widiyanto (63), warga Jalan Bareng Tenes, Kota Malang meregang nyawa dalam perjalanan menuju RSSA Malang usai diduga ditolak dan diabaikan RS Hermina Tangkubanprahu Malang pada Senin (11/3/2024). Pihak RS Hermina Malang mengakui ada kelemahan koordinasi internal.

Wakil Direktur RS Hermina Tangkubanprahu Malang, Yuliani Ningsih, membantah adanya penolakan pasien kritis tersebut. Dia mengklaim bahwa petugas sedang menyiapkan bed atau tempat tidur khusus pasien kritis.

READ ALSO

Nenek Sebatang Kara di Pujon Malang Ditemukan Meninggal

Kebakaran Hebat di Toko Ogan Kota Malang, 1 Korban Terjebak Berhasil Diselamatkan

“Jadi statmen bahwa kami menolak itu perlu digarisbawahi, karena kami sedang menyiapkan bed,” ucapnya, Selasa (12/3/2024).

Baca Juga: Ngilu, Mata Merah Korban Tragedi Kanjuruhan Tak Kunjung Pulih

Yuliani mengatakan, pasien tersebut memang datang dalam kondisi yang sudah kritis. Namun menurutnya, saat ini kondisi bed RS sedang penuh pasien dan bahkan ada beberapa pasien yang harus duduk di kursi.

Untuk itu, kata Yuliani, petugas saat itu juga sedang mencarikan bed dari ruangan kamar inap.

RS Hermina Tangkubanprahu Malang. (Foto/M Sholeh)
RS Hermina Tangkubanprahu Malang. (Foto/M Sholeh)

“Kami tidak tinggal diam, pasien itu sudah diperiksa dokter kami yang pakai pakaian biasa. Saat datang kesini kondisinya memang kritis. Kami sedang menyiapkan bed. Karena ada pasien yang duduk saja ada sekitar 5 pasien. Jadi butuh waktu untuk menurunkan bed,” jelasnya.

Baca Juga: 17 Warga Terpapar Corona, Masjid Al Waqar di Tlogomas Ditutup

“Kondisinya (pasien) koma, dan memang perlu penanganan segera. Pupil diperiksa, napas masih ada tapi memang tidak stabil. Kami tak bisa menjanjikan, memang kehendak Allah,” imbuhnya.

Diketahui, sempat terjadi perdebatan panjang antara pihak keluarga pasien dan pihak petugas RS. Bahkan menurutnya, petugas RS juga sempat mengajak keluarga pasien untuk melihat kondisi bed RS yang saat itu memang penuh. Sementara pasien kritis itu masih ada di becak motor atau bentor yang mengantarnya.

Namun di saat itu, Yuliani mengakui petugas tak memberi tahu bahwa petugas lain sedang menyiapkan bed. Sementara petugas yang dihadapan keluarga pasien hanya menyampaikan bed sedang penuh dan belum bisa menangani tanpa memberi tahu sedang disiapkan bed.

Alhasil, relawan ambulans datang di tengah perdebatan itu dan membantu mengantar pasien kritis itu menuju ke rumah sakit lain yakni RSSA Malang.

Sayangnya, pasien sudah mengembuskan napas terakhir di perjalanan. Hal itu disampaikan dokter RSSA Malang yang mengecek kondisi pasien di ambulans ketika tiba di RSSA Malang.

“Memang komonikasi kami perlu diperbaiki. Saat bed diturunkan, ternyata kan keluarga sudah membawa ke RSSA,” kata Yuliani.

Dia juga menyampaikan turut berbelasungkawa atas meninggalnya pasien yang tinggal tak jauh bahkan beberapa meter dari RS Hermina Malang itu. Yuliani berencana akan melakukan takziah ke rumah duka.

Terpisah, anak korban, Elia Widiyana Putri menyampaikan bahwa pihak RS Hermina sama sekali tidak melakukan tindakan atau pemeriksaan awal kepada ayahnya yang sedang kritis. Dia mengaku justru diajak melihat kondisi bed RS yang sedang penuh.

“Pihak RS bilangnya gak ada bed, saya sampai dikasih tahu. Kalau gak percaya ayo ikut aku, dibukain semua slambu-slambu, semua ada pasiennya,” kata Elia ditemui di rumah duka.

Adik ipar Elia sempat meminta pihak RS untuk sekedar memeriksa kondisi ayahnya meski di tempat duduk atau di bentor yang mengantar. Namun hal itu kembali ditolak dengan alasan tidak ada bed. Sebab pemeriksaan harus dilakukan di bed.

“Jadi adik ipar saya minta tolong dicek sambil duduk aja. Tetap gak bisa, harus di bed. Di sana debat sampai hampir setengah jam. Kan kami hanya minta cek aja, tapi sana ngotot gak ada bed. Kondisinya kritis lo,” ungkapnya.

Elia mengatakan bahwa pihak yang melakukan mengecek kondisi ayahnya adalah pihak relawan ambulan yang datang dan membantu mengantar ke RSSA Malang. Bahkan di perjalanan, relawan juga memberikan bantuan oksigen.

“Saya pribadi sedikit sakit hati dengan pihak RS Hermina, soalnya orang tua sampai kritis gitu, napas aja susah, di bentor gak gerak, nadinya lemah. Kami minta tolong baik baik untuk sekedar ngecek aja gak bisa,” tandasnya.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: M Sholeh

Editor: Herlianto. A

Tags: Headlinekota malangPasienPasien Ditolak Rumah sakitRS Hermina

Related Posts

Evakuasi jasad nenek sebatang kara meninggal di Pujon, Malang. Foto: Dok.
Peristiwa

Nenek Sebatang Kara di Pujon Malang Ditemukan Meninggal

Kamis, 8 Okt 2026
Kebakaran Hebat di Toko Ogan Kota Malang, 1 Korban Terjebak Berhasil Diselamatkan
Peristiwa

Kebakaran Hebat di Toko Ogan Kota Malang, 1 Korban Terjebak Berhasil Diselamatkan

Kamis, 1 Okt 2026
Sekda Kota Batu Alfi Nurhidayat bersama jajaran saat sidak ke TPS Pesanggrahan. Foto: Azmy
Peristiwa

Sekda Kota Batu Sidak Dugaan Pembakaran Sampah secara Liar di TPS Pesanggrahan

Rabu, 30 Sep 2026
Bikin Geleng Kepala, Lapak Buah di Kedungkandang Malang Punya Fasilitas Kasur, TV hingga WiFi
Peristiwa

Bikin Geleng Kepala, Lapak Buah di Kedungkandang Malang Punya Fasilitas Kasur, TV hingga WiFi

Rabu, 30 Sep 2026
Anggota DPRD Kabupaten Malang Dikabarkan Ditangkap Gara-gara Narkoba, Gerindra: Belum Terima Konfirmasi Resmi
Peristiwa

Gerindra Buka Suara Soal Dugaan DPRD Kabupaten Malang Ditangkap Terkait Narkoba bersama Perempuan

Rabu, 30 Sep 2026
Mantan Kepala Sekolah SMPN 18 Malang Minta Maaf
Peristiwa

Mantan Kepala Sekolah SMPN 18 Malang Minta Maaf

Rabu, 30 Sep 2026
Next Post
Truk terguling di Kepanjen, Kebupaten Malang, akibat roda belakan lepas. Foto: Satlantas Polres Malang

Roda Belakang Lepas, Truk Terguling di Kepanjen

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.