Jumat, Agustus 28, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Budaya

Tradisi Megengan, Salah Satu Tradisi Masyarakat Menyambut Bulan Suci Ramadan, Ada Kue Apem!

Redaksi by Redaksi
Maret 7, 2024 11:47 am
in Budaya
Tradisi megengan

Mengenal tradisi megengan yang dilakukan masyarakat di Pulau Jawa dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan yang identik dengan kue Apem/Foto: Instagram @resepmasakan13

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Tradisi Megengan merupakan salah satu tradisi di masyarakat Indonesia khususnya masyarakat di Pulau Jawa dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Megengan banyak dijumpai menjelang Ramadan di daerah Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Tradisi megengan sudah turun temurun menjadi tradisi menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Biasanya tradisi megengan dilakukan dengan sedekah berupa makanan, buah-buahan, dan yang khas adalah kue apem kepada tetangga di sekitar lingkungan rumah.

READ ALSO

5 Tempat Belajar Membatik di Malang, Cocok untuk Pelajar hingga Wisatawan

Candi Singosari Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara di Musim Liburan

Baca Juga: Megengan, Tradisi Berkirim Makanan dan Kue Apem Menyambut Bulan Ramadan

Asal usul tradisi megengan sendiri berasal dari kata megeng yang artinya menahan. Megengan pun diidentikan dengan kewajiban umat Islam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan yakni menahan makan, minum, dan juga hal lain yang bisa membatalkan puasa.

Selain itu tradisi megengan juga sebagai bantuk syukur masyarakat kembali dipertemukan dengan bulan suci Ramadhan dan dalam tradisi tersebut masyarakat berharap mendapat keselamatan dan juga kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa.

Tradisi megengan diyakini merupakan bentuk akulturasi budaya yang dilakukan oleh penyebar Agama Islam di Pulau Jawa yakni Wali Songo yang memadukan budaya Islam dengan budaya Jawa.

Tujuan adanya tradisi megengan tak lepas dari usaha para wali agar agama Islam diterima oleh masyarakat Pulau Jawa yang saat itu masih kental dengan agama Hindu Buddha dan juga kepercayaan Kejawen atau penhayat aliran kepercayaan.

Saat itu, masyarakat Jawa memang terdapat budaya menghantar sesajen di tempat-tempat yang dianggap sakral. Lantas para wali menggabungkan tradisi tersebut dengan memberi makanan kepada tetangga di sekitar rumah atau mereka kaum fakir miskin sebagai bentuk sedekah.

Tradisi megengan dilaksanakan di minggu terakhir bulan Sya’ban yakni bulan mulia di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Sebelum melaksanakan tradisi megengan, orang-orang akan datang ke makam leluhur, orang tua, maupun sanak keluarga lainnya untuk berziarah dan berdoa dikenal sebagai tradisi nyekar.

Kemudian dilanjutkan dengan selamatan yang dilaksanakan di masjid atau mushola di sekitar lingkungan rumah dengan menyatukan berbagai makanan yang dibawa oleh masyarakat.

Baca Juga: Wilujengan, Megengan, dan Nyadran di Festival Kampung Budaya Polowijen

Setelah itu makanan yang sudah dibawa ke masjid atau mushola dipimpin pemuka agama setempat atau tokoh masyarakat. Lalu melakukan doa bersama mengharap di bulan suci Ramadhan, masyarakat mendapat keselamatan, kekuatan, dan keberkahan dalam menjalankan ibadah puasa.

Ketika acara doa bersama usai, makanan tersebut dibagikan kepada masyarakat. Salah satu keunikan tradisi megengan ini adalah kewajiban adanya kue apem sebagai wujud permohonan maaf kepada sesama masyarakat.

Permohonan maaf tersebut disimbolkan dalam bentuk kue apem sebagai salah satu kue khas Jawa yang disukai masyarakat. Berdasarkan penelusuran Tugumalang.id di laman kpi.iainkediri.ac.id, apem juga dikaitkan dengan etimologi bahasa Arab yakni Ngafwan atau Ngafwun yang memiliki makna berupa permohonan maaf.

Demikian informasi mengenai tradisi megengan yang dilakukan masyarakat di Pulau Jawa dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Semoga bermanfaat!.

BACA JUGA: Berita tugumalang.id di Google News

Penulis: Bagus Rachmad Saputra

Tags: Bulan Suci RamadhanKue ApemMegenganramadhanTradisi Masyarakat Menyambut Bulan Suci Ramadhantradisi megengan

Related Posts

5 Tempat Belajar Membatik di Malang, Cocok untuk Pelajar hingga Wisatawan
Budaya

5 Tempat Belajar Membatik di Malang, Cocok untuk Pelajar hingga Wisatawan

Senin, 20 Jul 2026
Candi Singosari Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara di Musim Liburan
Budaya

Candi Singosari Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara di Musim Liburan

Rabu, 15 Jul 2026
3 Alasan Generasi Muda Memilih Belanja Thrifting 
Budaya

3 Alasan Generasi Muda Memilih Belanja Thrifting 

Jumat, 3 Jul 2026
Aktivitas memutar vinyl wajib jadi itinerary wisatamu di Museum Musik Dunia Jatim Park 3. Foto: Dok
Budaya

List Itinerary Liburan di Kota Batu, Museum Musik Dunia Jatim Park 3 Hadirkan ‘Vinyl Experience

Kamis, 25 Jun 2026
Anjali dan Hal yang Tidak Kembali
Budaya

Anjali dan Hal yang Tidak Kembali

Minggu, 21 Jun 2026
Warga mengarak jolen berisi tumpeng di Gebyar Ritual 1 Suro. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Budaya

Meriah! Gebyar Ritual 1 Suro 2026 di Gunung Kawi Libatkan 1.000 Warga Desa Wonosari

Selasa, 16 Jun 2026
Next Post
Anggota KPU Kota Malang

Bentuk Pengurus Baru, KPU Jatim Buka Pendaftaran Calon Komisioner KPU Kota Malang

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.